written by: Pribadi Prananta
Di kantor saya ada kebiasaan baru di bulan puasa ini. Karena kebijakan kantor yang menurut saya tidak bijak, yaitu tidak menyediakan ta’jil dan menu buka puasa, maka para pekerja di kantor saya beralih profesi menjadi pemburu.
Ya, berburu ta’jil hingga ke seberang sana. Maklum, kantor saya dengan jalan raya dipisahkan oleh kali selebar kali-kali pada umumnya, jadi untuk menuju ke kota kami harus menyeberang.
Hari demi hari kami terus berburu sampai akhirnya salah seorang rekan mencetuskan ide cemerlang, “Gimana kalo kita bawa aja penjualnya ke kantor?”
Akhirnya kami memutuskan untuk menculik seorang penjual dengan iming-iming dagangannya bakal laku keras di kantor kami. Dia pun setuju untuk diculik dengan syarat dia diperbolehkan menjual dagangan di kantor kami. Kami pun terpana mendengarnya.
Maka sejak Senin kemarin si mbak itu pun mulai rajin datang ke kantor membawa semua varian jajanan, mulai dari yang kering sampai yang basah, mulai dari yang bentuknya lonjong sampai yang berlubang. Khusus untuk varian terakhir ini dia punya cara tersendiri untuk mempromosikannya, “Mas, mbak.. donat.. donat.. enak dan istimewa… ada lubangnya lho…” Kami pun kembali terpana mendengarnya.
Seperti layaknya pekerja kantoran yang tidak diberi jatah ta’jil dan menu buka puasa, kami pun langsung bergerombol dan saling berebut untuk membeli begitu si mbak itu datang. Hawa persaingan pun timbul, apalagi sejak petugas front office dengan semena-mena mengumumkan kedatangan si mbak lewat intercom. Kehadiran si mbak yang awalnya eksklusif untuk sebagian akhirnya jadi milik semua penghuni kantor sampai ke bagian paling ujung sekalipun. Akibatnya, banyak yang tidak kebagian jajan dan akhirnya memilih untuk mengabaikan nasihat ibu mereka saat masih kecil, yaitu jajan di sembarang tempat.
Itulah yang terjadi pada saya yang kemarin memilih untuk jajan sembarangan. Hasilnya, di saat ngabuburit yang harusnya dipakai untuk belanja ta’jil seperti kemarin-kemarin, kali ini harus saya lewati di depan komputer sambil memegang perut karena sembelit.
Selamat berbuka puasa semuanya.
NB: Tulisan ini dibuat di bawah tekanan perut yang melilit dan jeweran teman yang meminta saya menulis untuk blognya. Semoga Rizka Nurlita Andi diberi pahala yang besar. Amin
” Akhirnya hari ini datang juga, hari dimana kita berpisah…dalam suasana kerja.
- Dari snappy, pulangnya sorean trus istirahat dan langsung mandi untuk siap-siap ke rumah Om Arifin di Jl. Jenggala. Kumpul di rmh WW jam 19.00 dan berangkat dari rmh WW ke rmh Om Ipin jam 19.30. Acaranya sekedar ngobrol-ngobrol aja, seperti reuni gitu. Soalnya antara WW dengan Arifin Panigoro dulunya temen kampus di ITB. Betul kan W? Rumahnya sangat-sangatlah nyaman, suasananya juga asyiik. Jadi nambah pengalaman nih, berkunjung ke rumah orang terkaya ke 5 di Indonesia.
Maryamah Karpov (ini blm keluar) sebagai novel yang hebat. Katanya gue harus baca keempat buku ini. Dengan adanya web 2.0, gue cari tuh dimana Andrea bisa ditemukan. Eeehhh…gue search deh di google, ketemu no hp nya dan tempat dia akan membedah bukunya. Nah, di cafe omah-lah dia bedah buku. Dari sms-smsan, gue dan andrea bisa ketemuan. Maap ya WW, WW jadi kerepotan cari2 cafe Omah buat rizka :). RN dan mbak Lulu makasih banget. Singkat cerita gue tiba di cafe omah. Pukul 21.10 acara belum selesai, soalnya gue cuma mau minta tandatangan trus pulang. Ya udah, gue minta di drop aja, biar pulangnya naik taksi. Soalnya gak enak juga kalo mereka nunggu lama. Aha…akhirnya ketiga buku udah ditandatangani oleh seorang Andrea Hirata. Pasti kakak gue seneng banget deh. Pas gue pamit pulang, Andrea bilang untuk selalu contact-contact-kan. Pastilah Andrea…:)

Tapi kalo ice cream yang ini-nih, ice cream yang rasa dan tempatnya lain dari yang lain. Nggak semua orang lho tau area ice cream Italia ragusa, tepatnya di Jl. Veteran I/10 JakPus. Kalo gue, awalnya baru tau nama doang, tempatnya belom tau pada waktu itu. Tapi setelah diajak ama Andi, waah…gue seneng banget diajak ke sana. Apalagi makan ice creamnya segelas berdua. Dan tuh ice cream gue yang ngabisin. Secara, porsinya lumayan besar. Mmmmhhh…dan emang, rasanya enak dan suegeer….


















