Spirit of Me

Free love? As if love is anything but free. Man has bought brains, but all the millions in the world have failed to buy love.

Sembelit saat ngabuburit September 20, 2007

Filed under: fearFactOr — rizka @ 2:24 am

pribadi-prananta written by: Pribadi Prananta

Di kantor saya ada kebiasaan baru di bulan puasa ini. Karena kebijakan kantor yang menurut saya tidak bijak, yaitu tidak menyediakan ta’jil dan menu buka puasa, maka para pekerja di kantor saya beralih profesi menjadi pemburu.

Ya, berburu ta’jil hingga ke seberang sana. Maklum, kantor saya dengan jalan raya dipisahkan oleh kali selebar kali-kali pada umumnya, jadi untuk menuju ke kota kami harus menyeberang.

Hari demi hari kami terus berburu sampai akhirnya salah seorang rekan mencetuskan ide cemerlang, “Gimana kalo kita bawa aja penjualnya ke kantor?”

Akhirnya kami memutuskan untuk menculik seorang penjual dengan iming-iming dagangannya bakal laku keras di kantor kami. Dia pun setuju untuk diculik dengan syarat dia diperbolehkan menjual dagangan di kantor kami. Kami pun terpana mendengarnya.

Maka sejak Senin kemarin si mbak itu pun mulai rajin datang ke kantor membawa semua varian jajanan, mulai dari yang kering sampai yang basah, mulai dari yang bentuknya lonjong sampai yang berlubang. Khusus untuk varian terakhir ini dia punya cara tersendiri untuk mempromosikannya, “Mas, mbak.. donat.. donat.. enak dan istimewa… ada lubangnya lho…” Kami pun kembali terpana mendengarnya.

Seperti layaknya pekerja kantoran yang tidak diberi jatah ta’jil dan menu buka puasa, kami pun langsung bergerombol dan saling berebut untuk membeli begitu si mbak itu datang. Hawa persaingan pun timbul, apalagi sejak petugas front office dengan semena-mena mengumumkan kedatangan si mbak lewat intercom. Kehadiran si mbak yang awalnya eksklusif untuk sebagian akhirnya jadi milik semua penghuni kantor sampai ke bagian paling ujung sekalipun. Akibatnya, banyak yang tidak kebagian jajan dan akhirnya memilih untuk mengabaikan nasihat ibu mereka saat masih kecil, yaitu jajan di sembarang tempat.

Itulah yang terjadi pada saya yang kemarin memilih untuk jajan sembarangan. Hasilnya, di saat ngabuburit yang harusnya dipakai untuk belanja ta’jil seperti kemarin-kemarin, kali ini harus saya lewati di depan komputer sambil memegang perut karena sembelit.

Selamat berbuka puasa semuanya.

NB: Tulisan ini dibuat di bawah tekanan perut yang melilit dan jeweran teman yang meminta saya menulis untuk blognya. Semoga Rizka Nurlita Andi diberi pahala yang besar. Amin

 

Kulewati Garis Khatulistiwa September 5, 2007

Filed under: jaLan-jAlaN — rizka @ 11:59 am

pontianak

Setelah Surabaya, Palembang dan Banjarmasin. Kini tiba saatlah roadshow Perspektif Baru Live di empat kota berakhir di Pontianak. Kota yang terletak di garis khatulistiwa ini merupakan tempat tinggal dari berbagai macam suku dan etnis. Meskipun berbeda-beda, namun masing-masing pihak selalu berusaha menghargai perbedaan yang ada. Hal ini mungkin dapat dilihat dari poster-poster dan gambar-gambar dari para calon gubernur dan wakil gubernur yang akan bersaing di Pilkada. Apabila calon gubernurnya berasal dari etnis melayu, maka wakilnya berasal dari etnis Tionghoa atau sebaliknya. Hal ini juga berlaku pada latar belakang agama calon pasangan tersebut. Terlihat sekali bahwa para calon pasangan ini, inging mengakomodir keinginan dari banyak pihak di masyarakat.

Rombongan tiba di Kota Pontianak sekitar pukul 12 siang lebih. Tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dengan Pontianak. Alhamdulillah, perjalanan lancar dengan Batavia Airlines. Tumben, yang biasanya delay, ini gak lho meskipun ada sedikit guncangan-guncangan kecil pas di udara. Hehehehehe…

Setiba di Bandara Supadio Pontianak, kami dijemput oleh panitia lokal dari Pontianak Post. Lalu rombongan meluncur ke restoran untuk makan siang. Cuaca pada saat itu cerah menjurus panas, tapi itu tidak mengurangi selera makan kami dalam menikmati hidangan yang tersedia, apalagi dengan adanya es buah lidah buaya yang segar sekali. Senang sekali rasanya menikmati hidangan yang lezat ketika pertama kali menginjakkan kaki di pulau Kalimantan ini.
Sehabis makan siang, rombongan pun meluncur menuju Hotel Grand Mahkota yang akan menjadi tempat menginap rombongan kami. Hotel ini merupakan hotel tertinggi di Pontianak. Hotel ini sebenarnya sudah cukup lama umurnya, tapi dengan adanya renovasi, kondisi dan interior dari Grand Mahkota masih dalam kondisi yang bagus. Rombongan pun beristirahat untuk bersiap siap akan kegiatan padat yang akan dilalui esok harinya.

Kegiatan yang dilakukan di hari Senin adalah Talk Show Perspektif Baru Live yang diadakan di Universitas Tanjungpura bersama Wimar Witoelar dan A.B. Tangdililing. Talk show ini dihadiri oleh anak anak SMA, mahasiswa, dan masyarakat umum. Para peserta sangat antusias dalam mengikuti diskusi tersebut.

Pada hari Selasa, acara Seminar Pilkada bersama Wimar Witoelar, Hadar N. Gumay, Aida Mochtar, dan Muhammad pun dilaksanakan. Ratusan mahasiswa, masyarakat umum, LSM, dan media yang datang dengan antusias menjadi peserta seminar ini. Senang sekali rasanya mendapat sambutan yang meriah dalam acara ini. Semua kerja keras dan rasa capai terbayar rasanya.

Harus diingat bahwa Pontianak ini terkenal sebagai Kota Khatulistiwa karena dilalui garis lintang nol derajat bumi. Di utara kota ini, tepatnya Siantan, terdapat monumen atau Tugu Khatulistiwa yang dibangun pada tempat yang tepat dilalui garis lintang nol derajat bumi
Makanya saat disana, rombongan kami menyempatkan diri untuk datang dan melihat Tugu Khatulistiwa yang legendaris tersebut. Tugu ini kaya akan nilai sejarah lho.

Berdasarkan catatan yang diperoleh pada tahun 1941 , pada bulan Maret 1928 telah datang di Pontianak satu ekspedisi Internasional yang dipimpin oleh seorang ahli Geografi berkebangsaan Belanda untuk menentukan titik/tonggak garis equator di kota Pontianak dengan konstruksi sebagai berikut :

a. Tugu pertama dibangun tahun 1928 berbentuk tonggak dengan anak panah.

b. Tahun 1930 disempurnakan, berbentuk tonggak dengan lingkarang dan anak panah.

c. Tahun 1938 dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh opzicter / architech Silaban. Tugu asli tersebut dapat dilihat pada bagian dalam.

d. Tahun tahun 1990, kembali Tugu Khatulistiwa tersebut direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli serta pembuatan duplikat tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu aslinya.

e. Pada bulan Maret 2005, Tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan koreksi untuk menentukan lokasi titik nol garis khatulistiwa di Kota Pontianak. Koreksi dilakukan dengan menggunakan gabungan metoda terestrial dan ekstraterestrial yaitu menggunakan global positioning system (GPS) dan stake-out.

Anyway, bisa dilihat di foto berikut gimana kerennya Tugu Ini ? Udah gitu semua orang yang datang ke sini, dapat mendapatkan sertifikat sebagai tanda bahwa kita telah melampui garis khatulistiwa dengan hanya membayar Rp. 10.000. Seru kan ?

Sebuah pengalaman menyenangkan di Kalimantan yang akan selalu saya kenang. Yuk yuk yang mau kesana, jangan ragu-ragu :)

 

Tulisan untuk Susy August 31, 2007

Filed under: mySouL — rizka @ 12:49 pm

“Ya, inilah hidup, dan semua berlalu bersama waktu”

susy” Akhirnya hari ini datang juga, hari dimana kita berpisah…dalam suasana kerja.

Semakin merasa kesepian? Sepertinya begitu walau gak sepenuhnya begitu, di satu sisi gue ngerasa “kehilangan” (walau ga bisa disebut seperti itu) teman yang baik tapi di sisi lain gue sadar masih banyak teman-teman gue yang lain yang selalu “memberikan senyuman” setiap saat.

Tertawa, bekerja, capek, sedih, gembira, itulah yang gue lalui bersama susy selama gue bekerja dan berteman di InterMatrix ini. Nonton bareng, makan bareng, liburan bareng, dugem bareng, sedih bareng, pulang pagi bareng, pijet bareng, curhat bareng, menangis bareng mewarnai keseharian kita.

Susy, beginilah hidup. Disaat kita bersiap untuk menyambut pertemuan, disaat itu pula kita harus sadar bahwa perpisahan tidak lama lagi akan menyusul. Warna-warni yang kita buat, kita harus bersiap diri untuk mengemas kejadian itu menjadi kenangan yang indah dan yang tidak akan terlupakan. Begitu pula, disaat kita bercerita tentang mimpi-mimpi yang ingin kita raih, disaat itu pula masing-masing dari kita harus bergegas untuk meraih mimpi-mimpi.

Gue yakin banget, pengalaman kita akan terulang kembali.

Ya inilah hidup, semuanya berlalu bersama waktu, mudah-mudahan gue bisa ngambil pelajaran dari “perpisahan” ini, dan mudah-mudahan gue bisa memberikan yang terbaik dari diri gue buat teman-teman gue, berusaha untuk selalu memberikan senyuman untuk mereka.

Susy, gue minta maaf kalau ada kesalahan selama kita bersama. Semoga Susy sukses selalu, dan Tuhan Yang Maha Esa akan selalu menjagamu. Amin.

———————————————————
Thats What Friends Are For

And I
Never thought I’d feel this way
And as far as I’m concerned I’m glad I got the chance to say
That I do believe I love you

And if I should ever go away
Well then close your eyes and try to feel the way we do today
And than if you can’t remember…..

Chorus
Keep smilin’
Keep shinin’

Knowin’ you can always count on me
for sure
that’s what friends are for

In good times
And bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for

Well you came and open me
And now there’s so much more I see
And so by the way I thank you….

Ohhh and then
For the times when we’re apart
Well just close your eyes and know
These words are comming from my heart
And then if you can’t remember….Ohhhhh

 

Dalam sehari, tiga acara kena August 27, 2007

Filed under: jaLan-jAlaN — rizka @ 2:10 pm

Hari sabtu kemaren, rencana acara sangatlah padat. Rencana pertama nih, diajak maro ama keket ke SDN 15 Pondok Labu untuk ngeliat anak-anak SD shooting cuci tangan dengan sabun bersama Trans 7. Acara kedua yaitu ke Snappy Gandaria untuk cetak nametag media untuk acara seminar senin. Ketiga, diajak tetangga cari onderdil mobil di Kota, trus keempat mau ke cafe Omah untuk datengin acara bedah bukunya Andrea Hirata dan minta tandatangan buku tetraloginya. Lalu jam 17.00 di sms ama EI, acara mendadak di rumah Arifin Panigoro dalam rangka party ala Om Arifin di rumahnya. Tentu gue pergi bersama WW, HW and Atun. Trus rencana acara terakhir nonton acara tujuhbelasan di komplek gue.

Akhirnya dalam sehari total acara yang gue lakoni ada 3 yaitu:
- Ke Snappy Gandaria untuk cetak nametag media untuk acara seminar senin. Karena snappy ada warnetnya yang cepet aksesnya, selama 2 jam gue nongkrong di warnet. Hehehehe…gak terasa lho.

arifin panigoro-wimar witoelar - Dari snappy, pulangnya sorean trus istirahat dan langsung mandi untuk siap-siap ke rumah Om Arifin di Jl. Jenggala. Kumpul di rmh WW jam 19.00 dan berangkat dari rmh WW ke rmh Om Ipin jam 19.30. Acaranya sekedar ngobrol-ngobrol aja, seperti reuni gitu. Soalnya antara WW dengan Arifin Panigoro dulunya temen kampus di ITB. Betul kan W? Rumahnya sangat-sangatlah nyaman, suasananya juga asyiik. Jadi nambah pengalaman nih, berkunjung ke rumah orang terkaya ke 5 di Indonesia.

- Pukul 21.00 pulang, karena 22.00 ada pertandingan bola. Tapi gue nekat mau ke Cafe Omah, cuma mau minta tandatangan seorang penulis novel Andrea Hirata. Andrea Hirata, out of the blue yang belum gue kenal sebelumnya. Awalnya karena kakak gue, Lulu Putri Andi punya ketiga buku Tetraloginya Andrea. Saking suka dengan cerita-ceritanya, Andrea sudah menjadi fans beratnya dia. Pas mbak lulu ketemu gue di rumah, dia menceritakan buku yang berjudul Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor dan andrea hirata Maryamah Karpov (ini blm keluar) sebagai novel yang hebat. Katanya gue harus baca keempat buku ini. Dengan adanya web 2.0, gue cari tuh dimana Andrea bisa ditemukan. Eeehhh…gue search deh di google, ketemu no hp nya dan tempat dia akan membedah bukunya. Nah, di cafe omah-lah dia bedah buku. Dari sms-smsan, gue dan andrea bisa ketemuan. Maap ya WW, WW jadi kerepotan cari2 cafe Omah buat rizka :). RN dan mbak Lulu makasih banget. Singkat cerita gue tiba di cafe omah. Pukul 21.10 acara belum selesai, soalnya gue cuma mau minta tandatangan trus pulang. Ya udah, gue minta di drop aja, biar pulangnya naik taksi. Soalnya gak enak juga kalo mereka nunggu lama. Aha…akhirnya ketiga buku udah ditandatangani oleh seorang Andrea Hirata. Pasti kakak gue seneng banget deh. Pas gue pamit pulang, Andrea bilang untuk selalu contact-contact-kan. Pastilah Andrea…:)

 

Bersama Bintang August 24, 2007

Filed under: bla..bla..bla — rizka @ 4:13 am

Band baru beraliran pop rock ini berada di bawah bendera e-motion Entertaintment pimpinan Piyu ‘Padi’. Personal band ini adalah Anji (vocal), Budi (gitar), Dygo (bass) & Adi (drum). Judul album perdana mereka ini diambil dari penggalan kalimat dari lagu HIKYP yg sekaligus menggambarkan optimisme mereka sebagai band baru yg siap meramaikan dunia musik tanah air.

Lagu yang lagi hit sekarang adalah “Bersama Bintang”. Gue suka banget ama liriknya. Mmmh…agak-agak menyerempet ke pengalaman pribadi gitcuuu…hiks!! Trus lagu ini juga kenang-kenangan gue waktu di Puerto Rico, eh…Purwokerto deng!

DRIVE - BERSAMA BINTANG

senja kini berganti malam
menutup hari yg lelah
dimanakah engkau berada
aku tak tahu dimana

pernah kita lalui semua
jerit, tangis, canda, tawa
kini hanya untaian kata
hanya itulah yg aku punya

reff:
tidurlah selamat malam
lupakan sajalah aku
mimpilah dalam tidurmu
bersama bintang

sesungguhnya aku tak bisa
jalani waktu tanpamu
perpisahan bukanlah duka
meski harus menyisakan luka

 

Holiday in Purwokerto August 14, 2007

Filed under: jaLan-jAlaN — rizka @ 9:38 am

Pada 8-9 Agustus lalu, secara gak niat gue berangkat ke Purwokerto. Dengan Kereta Api, kami berempat berangkat untuk mengikuti acara jumpa fans di Zone Cafe & Discotheque, Hotel Moro Seneng, kawasan Objek Wisata Baturraden Purwokerto. Salah satu dari kami berempat, kata orang sih selebritis dan yang gue tau dia pernah main sinetron Ada Apa Dengan Cinta.

Ah, dengan artis siapa gue pergi itu bukan masalah. Tapi masalahnya adalah, gue berada di Purwokerto. Kata orang-orang, Purwokerto itu suka disebut Puerto Rico. Soalnya penyebutannya hampir mirip. Kota ini terletak di Jawa Tengah dan merupakan ibu kota kabupaten Banyumas. Menurut Wikipedia, perkembangan terakhir Purwokerto adalah munculnya wacana untuk mengubah Purwokerto menjadi kota, tetapi masih terjadi tarik ulur di kalangan DPRD Banyumas. Gak tau tuh sebabnya apa.

Walaupun hanya sehari berada di Purwokerto, tapi kesan gue dapet banyak sekali. Orangnyapun ramah-ramah. Pas dihari kita tiba di Purwokerto, tujuan utamanya yaitu makan siang di Restoran Laguna, di Jl RA. Wiryaatmaja. Untuk di daerah Purwokerto, restoran ini lumayan bagus. Suasana seperti di Jakarta aja kalo kita udah berada didalamnya. Rasa makanannya juga oke. Setelah kenyang, kita berlanjut menuju Radio Crez FM. Setelah si seleb chit-chat selama sejam on air di radio, lalu kita naik mobil dan langsung menuju lokasi acara nanti malam untuk mengecek situasi dan kondisi Cafe. Hampir sejam jam kita ngecek, selanjutnya kita istirahat di hotel yang berada jauh dibelakang café tersebut. Karena acara inti pukul 24.00, kita harus menunggu beberapa jam. Walaaah…capek juga nunggunya. Udah gitu dingin banget. Brrrrr…untung hotelnya nyediain hot water buat mandi.

Pukul 21.00 kita dijemput oleh panitia lokal untuk makan malam, makan malamnya juga special. Tidak lupa, restoran menyajikan makan tradisional Purwokerto yaitu tempe mendoan. Mmmmh…lagi dingin-dingin, kita makan tempe mendoan. Asyiiik…disediain 2 piring penuh dengan tempe mendoan. Gimana gak mabok tempe tuh :P

Setelah selesai makan. Kita-kita yang bukan seleb nih, sudah terbiasa dengan permintaan penggemar-penggemar si seleb buat foto bareng. Pokoknya dari stasiun Gambir, dari dalem Kereta Api sampe kita pulang lagi ke Jakarta, banyak yang minta foto bareng. Gue sebenernya pengen juga sih foto ama dia, tapi nanti-nanti mulu, eeh,….malah kelupaan ampe pulang berpisah.

Terusin lagi nih ceritanya…setelah itu abis makan kita balik lagi ke hotel untuk persiapan acara tengah malam. Pokoknya, kesimpulannya…acaranya seru, sukses dan gak nyangka kota seperti Purwokerto punya café dengan nuansa Jakarta.

purwokerto team

Ada permintaan perpanjangan cerita nih dari Jai. Siapa Jai? (Jai atau Jay sih?) Jay aja deh :P
Lanjuuut…Ketiga temen gue melakukan tugasnya masing-masing. Si seleb bertugas untuk memberikan kepuasan terhadap para penggemarnya, sedangkan kedua temen gue menjaga si seleb dan kontrol situasi agar si seleb nyaman. Sedangkan gue? manyun-manyun aja sambil melihat situasi. Kadang suka aneh aja keliatannya, banyak cewek-cewek ngefans banget ama tuh seleb. Gue mah, biasa aja tuh. Ya, orang memang beda-beda sih…jangan disalahin juga. Mungkin kalo seorang Horrison Ford dateng ke rumah gue, gue juga akan tergila-gila. Hehehehehe…

Jujur seeh…gue bete banget saat itu. Soalnya semua orang yang gue kenal punya tugasnya masing-masing. Berjalan mendekati meja media, gue mencari-cari wajah yang bisa gue ajak ngobrol. Aha…ada cowok-cowok dari media berkumpul di suatu sudut cafe. Nah, gue kenal Jay ya disitu, Jay bekerja di Surat Kabar Kedaulatan Rakyat untuk zona Purwokerto (bener gak Jay?) Mungkin karena Jay ngeliatin gue yang lagi bete. Ya sudah deh, kita ngobrol ngarul ngidrul. Dari A sampe Z. Trus dari Z balik lagi ke A. Akhirnya waktu berpisah. Jay dan kawan-kawannya pulang pukul 02.00. Sedangkan acara selesai pukul 03.00. Otomatis, gue dan rombongan balik ke hotel pukul 02.30. Mmmh…banyak hal yang berkesan. Mulai perjalanan dari Jakarta ke Purwokerto maupun sebaliknya sampai akhirnya ada Jay di Purwokerto. Buat Jay, nice to meet you…:) ——– Kalo kata tukul: puas!!! ——- canda Jay :)

 

Senyumku di hari Senin :) July 30, 2007

Filed under: fearFactOr — rizka @ 9:36 am

Biasanya sih, kalau hari senin itu, orang-orang kurang semangat dan agak agak lesu untuk memulai hari.

Standarlah, senin kan biasanya macet, balik ke rutinitas kerja, dan yang jelas senin adalah tanda bahwa………..UDAH GA WEEKEND. Huhuhuhu….

Tapi senin ini, gue seneng karena gue bisa senyum seharian, kenapa senyum?

Karena gue hari ini ikut dalam acara Gerakan Nasional ‘Senyum Indonesia Senyum Pepsodent’, kebetulan kantor gue yang handle Program PR-nya. Inti acaranya adalah bagaimana masyarakat harus aktif merawat kesehatan gigi dan mulutnya dengan inisiatif dari diri sendiri.

2 hal penting:

- Sikat gigi sebelum tidur itu hukumnya wajib !

- Sikat gigi itu harus sesudah makan, jangan sikat gigi terus baru sarapan

Dan khusus hari ini gue bisa tenang karena salah satu anak magang yang baru si Ade ternyata bisa moto dengan bagus.

So gue bisa jadi model terus deh selama event ini berjalan. Hihihihihi….

Enjoy foto gue dan teman-teman gue di event ini yah.
imxers-pepsodent

Gimana??? cukup maniskah senyum kita-kita untuk indonesia ??

Photo by Narpati Adityasa

 

Nongkrong sambil makan ice cream Ragusa July 25, 2007

Filed under: jaLan-jAlaN — rizka @ 10:24 am

Pfff…udah lama nih gak makan ice cream. Makan ice cream tuh enaknya bareng-bareng ama temen, trus sambil ngobrol-ngobrol seru deh. Bener-bener nikmat pokoknya.

Sebenernya sih, gue gak sampe bela-belain buat makan ice cream. Yang ada disekitar aja, yang gampang ditemuin. Misalnya kalo yang di PIM 1 itu Baskin & Robins, trus PIM 2 ada Haagen Dazs. Ada lagi sih sebenernya gue pernah nyobain di PIM 2 lantai 3, tapi gue lupa nama tempatnya dan kayaknya udah tutup. Trus yang di Chitos, tongkrongan asyik sambil makan ice cream ya di Café Pisa.

toko ice cream ragusa Tapi kalo ice cream yang ini-nih, ice cream yang rasa dan tempatnya lain dari yang lain. Nggak semua orang lho tau area ice cream Italia ragusa, tepatnya di Jl. Veteran I/10 JakPus. Kalo gue, awalnya baru tau nama doang, tempatnya belom tau pada waktu itu. Tapi setelah diajak ama Andi, waah…gue seneng banget diajak ke sana. Apalagi makan ice creamnya segelas berdua. Dan tuh ice cream gue yang ngabisin. Secara, porsinya lumayan besar. Mmmmhhh…dan emang, rasanya enak dan suegeer….

Selain rasa ice yang enak, toko ice cream ini memiliki cerita sejarah. Menurut berbagai sumber, pemiliknya sekarang adalah Effendi Sumartono. Beliau adalah anak dari Lam Khai Tjioe, juru masak asal Canton RRC yang mendirikan restoran khusus makanan Cina. Restoran ini sudah ada sejak tahun 1947 bersama dengan Tan Kim Poo dan Tan Lung, namu kalo adanya gedung ini sekitar tahun 30-an. Nah, sejak berdirinya toko ini, cat restoran itu hanya sekali berubah, dari biru menjadi hijau. Dan daftar menu yang terpampang masih ditulis dalam ejaan lama!

Yuk, pintong ke Ragusa!

 

Curhat pake hati July 21, 2007

Filed under: mySouL — rizka @ 2:17 pm

Hari ini masuk kerja, secara sih libur. Kerjaan di kantor lagi seabrek. Tiap hari gue ampe bertanya-tanya…kapankah bisa berakhir? Tapi, temen gue bilang “Hey rizka… it, rhymed…”. (Thank u Pip!)

Tapi, teuteeeb…makin hari makin jenuh. Akhirnya cuma bisa pasrah, untuk bekerja sebaik-baiknya, diikuti dengan selalu smile :)

Guys…give me a spirit!

 

Selamat Jalan Taufik Savalas July 12, 2007

Filed under: mySouL — rizka @ 5:14 am

Kenangan terakhir gw foto bersama sang Taufik Savalas
Terakhir gue ketemu Taufik Savalas tanggal 20 Juni 2007 di acara Peluncuran Program ‘Sehat Ada di Tangan Kita’ , yang dilaksanakan di SD Said Na’um Tanah Abang. Pada waktu itu, gue kebagian tugas dari kantor sebagai photographer pada acara tersebut. Ditengah acara, gue melihat sosok Taufik Savalas yang keluar dari ruang guru. Pada saat itu, gue pingin banget bisa ngobrol dan foto ama dia, tapi entah kenapa gue hanya bisa berharap. Jadi pada saat itu, gue hanya menjalankan tugas gue sebagai photographer. Diantara banyaknya foto yang gue ambil, 10 lebih fotonya Taufik Savalas. Ada yang diambil dari atas panggung, ketika dikerubungi oleh penggemar untuk foto bersama, ada yang dikerubungi wartawan untuk diwawancarai di bawah pohon, ada juga Taufik sedang berkoordinasi dengan asisten, sampai gue ambil Taufik sedang melamun.

Kini orang baik, pintar dan selalu rendah hati sudah tiada. Selamat jalan kawan, ternyata Allah SWT lebih menyayangimu…semoga semua amal dan kebaikanmu diterima di sisi Allah SWT. Amin.

Photos by Rizka-Defri