Spirit of Me

Free love? As if love is anything but free. Man has bought brains, but all the millions in the world have failed to buy love.

Bertemu Raditya Dika November 5, 2007

Filed under: the book that i'm currently reading — rizka @ 12:36 pm

Raditya Dika ternyata beneran gokil abiz. Cerita-cerita yang ditulis di bukunya yang berjudul Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus dan Radikus Makankakus sebagian dibahas di TB Gramedia Pondok Indah, Minggu (4/11) kemarin. Yang kocak waktu dika praktekkin gaya badut mabok kayang si atas jembatan busway. Iya tuu…beneran dipraktekin, tapi sayang…gue gak dapet fotonya waktu dia gaya nungging kebalik tersebut. Gue masih heran sampe sekarang, ckckckckc…ada ya orang kayak gitu, kok mau-maunya ya jadi orang gokil?

raditya dika Dari blognya Raditya Dika gue pantau terus kapan dan dimana dia berada. Di Gramedia PIM lah tempat yang paling tepat untuk nemuin dia, karena gue penasaran abis, kayak gimana sih tampangnya dia. Hihiihihi…ternyata emang aneh. Kesimpulan ya aneh!!! Mungkin karena dalam hati gue bilang aneh, gue kualat. Hehehehe…Karena sehari setelah acara dika di PIM kepala gue benjol! Kenapa benjol? Karena si dika ini ngelemparin kaos tepat ke arah gue waktu dia ngelemparin secara ganas ke cowok-cowok yang buas akan kaos gratis. Wuiiiih…dengan gerakan refleks dan gerakan flash, tangan gue bisa menangkap kaos raditya dika: Radikus makan kakus itu. Ciaaaaatttt…wadaaooooo kepala gue kena sikut orang dibelakang gue!!! Mampuusss tuh orang, gue tengok ke belakang buat ngeliat tampangnya kayak apa…eeeeh…dia malah nengok lagi ke belakang. Dasaaar…

Belom berkurangnya dari rasa sakit kepala gue yang makin benjol, gak lama kemudian si dika konyol ngelemparin lagi buku ke arah gue. Buseeettt…maksud loe apa seeh!!! Mungkin loe gak sadar, tapi kepala gue jadi benjol dua kali kena sikut orang belakang karena rebutan. Kalo gue sinchan mungkin muncul 2 benjolan gede di kepala gue.

Masih meraba-raba kepala gue yang sakit, gue akhirnya ikutan juga waktu yang tepat untuk booksigning. Untung ada mbak Windy yang nolongin fotoin gue ama raditya dika. Thanks buat mbak windy, walaupun diantara foto yang dia ambil ada beberapa kekacauan dalam teknik pengambilan. Tampang gue kepotong, dika pun kepotong. Hehehehehe…

Gue juga undang susy dan lidya untuk dateng ke acara dika walaupun telat. Tapi masih dapet foto session. Thanks ya sus, lid…kita seharian jalan-jalan keliling PIM 1 ampe kaki puegel-puegeel.

Dika!!! gue tunggu buku loe yang ke empat!!! (Gue serius nih sambil ngancem…) Tapi…kepala gue gak mau benjol lagi.

Dengan bangga, gue pake kaos hasil dari rebutan dengan massa “bukan binatang biasa…”

kaos raditya dika

 

Forest Defender Camp Satelite Station November 2, 2007

Filed under: bla..bla..bla — rizka @ 9:38 am

Laporan kedatangan kita datang ke Monas-Greenpeace, silahkan klik disini!

Greenpeace hadir karena Bumi yang rentan ini perlu suara
Bumi perlu solusi
Bumi perlu perubahan
Bumi perlu tindakan

Pameran, Musik, Teater, Talk Show,
Tarian, Games

09.00 - 21.00 WIB
03 - 11 November 2007
Monumen Nasional (MONAS) Jakarta (Dekat Lapangan Parkir)

FREE ENTRY

Boomerang, Ten 2 Five, Mocca, Marcel,
Jiung, The Adams, Bangku Taman, Bunga,
Ballad of the Cliche, Sore, Milkyway,
Kick it, Everybody Loves Irene, Fia,
Begundal, Karen n Roll, Sekarwati,
Traf, Planet Bumi, Soft Drink Died
Cassava, Kelasik, The You Know How,
Paint Killer, My Secret Identity,
Duets Mauts, Lima Band, Tiga Mawarnih,
Efek Rumah Kaca

Kalo mau ketemu saya monggo, saya mudah-mudahan dateng ke acara ini :)

 

Pestanya Blogger 2007, Suara Baru Indonesia October 29, 2007

Filed under: fearFactOr, jaLan-jAlaN — rizka @ 9:11 am

Dalam tidur gue, tiba-tiba gue terbangun. Hah!!! udah jam 10, waduuuh…gue terlambat ke pesta blogger nih! Pas gue liat jendela…kok masih gelap ya? Mmmmh….tau-taunya jam 10 malem, masih hari jum’at. Hehehehe…pantesan! Kan pesta bloggernya hari sabtu.

ini gado-gado Yes..yes…yes!!! i join Pesta Blogger 2007. Thanks for my bos.Akhirnya ikutan juga gue di acara pb2007 ini. Gue bisa bertemu dengan blogger lainnya, gue bisa ketemu sama blogger yang gue sukaaaa banget ama cerita current issuenya. Dan di acara itu, gue bisa ketemu dia dan foto bareng. Waaah…gak kebayang deh. Trus jadi punya temen dan wawasan baru. Dan yang lebih seru lagi, gue dapet foto-foto yang seru dari awal sampai akhir acara.

Kesimpulannya…acaranya sukses banget, seru dan gue berharap ditahun-tahun selanjutnya Pesta Blogger diadakan kembali.

Baca cerita lengkapnya yang ditulis oleh Lidyawangsa dan Nindita di: Pesta Blogger 2007: Kopi Darat Blogger Se-Indonesia

photo by satya

 

Indonesian’s Blogger Dad October 25, 2007

Filed under: bla..bla..bla — rizka @ 10:52 am

enda nasution

 

Fenomena mudik lebaran October 24, 2007

Filed under: jaLan-jAlaN — rizka @ 10:24 am

Hihihihi…gue akhirnya ikutan mudik juga ke Malang, Jawa Timur. Kangen juga ama perjalanan panjang dari Jakarta-Malang-Jakarta dengan mobil. Kangen sempit-sempitan, kangen gak sikat gigi, kangen gak mandi…Hehehehehe…yang paling kangen sih sama suasana di Kota Malang apalagi sama saudara-saudara yang kebanyakan memang berada di Malang. Secara, bokap-nyokap dulu tinggalnya di Malang.

Jalur yang gue lalui Jakarta-Malang adalah jalur utara dan memang biasanya jalur tersebut yang kita pakai kalau mudik ditahun-tahun sebelumnya. Disamping jalan raya kebanyakan lurus, view kiri kanannya juga bagus. Mungkin gak kalah juga sih ama jalur selatan, ya karena belum dicoba aja.

Kami berangkat Minggu (14/7) pas dengan hari kedua lebaran. Alasannya biar jalanan sepi dan pemudik sudah berangkat sebelum lebaran. Dan memang, perjalanan lancar sekali. Alhamdulillah. Selain lancar, jalan yang kita lalui mulusssss…thanks buat pihak-pihak yang terkait dalam memuluskan jalanan yang dilalui oleh para pemudik. Tapi sayang, kecelakaan kendaraan beberapa pemudik tidak bisa dihindari ketika kami akan masuk ke Kota Cirebon. Kami sempat melihat kecelakaan motor dengan bus tepat di depan mata kami. Orang tersebut terlihat jelas sedeng berjuang menyelamatkan nyawanya sendiri, sedangkan motornya yang sudah hancur berada di bawah ban bus tersebut. Mudah-mudahan sampai saat ini, orang tersebut sudah sehat walafiat. Amin.

Perjalanan kami lanjutkan kembali. Tiba di Kota Kudus, hujan lebat datang. Hujan yang disertai dengan angin kencang membuat kami khawatir dengan pohon-pohon besar yang berada di kanan-kiri jalan. Dan benar saja, mobil yang berada diperlintasan kejatuhan ranting sedang. Secara gotong royong, beberapa orang membantu menyingkirkan ranting dan jalanan kembali lancar.

Tiba di Kota Tuban, kami istirahat dulu di rumah tante. Persis dibelakang rumahnya adalah laut dengan pasir putihnya yang terhampar sangat luas. Main di laut memang saat yang ditunggu-tunggu.

Ada cerita lucu nih dengan penduduk yang tinggal di dekat pantai. Jangan heran, jangan bingung atau jangan jijik ya dengan kebiasaan penduduknya yang buang hajat dibibir pantai sembarangan. Kalau pagi-pagi nih, banyak yang pada jongkok lho, ya itu…bagi-bagi granat. Hihihihi…jijay. Karena gue dari kecil sering jalan-jalan ke pantai Tuban, ya berarti kalau jalan harus hati-hati dengan tumpukan granat yang sembunyi di pasir. Wakakakakak…

Siang hari, kami lanjut ke Malang. Pulau Jawa keliatannya sedang kemarau. Pohon kebanyakan menjadi kering, ranting-ranting hampir tidak berdaun. Dan panas sangat menyengat. Dalam perjalanan, kami seperti ada ditengah gurun. Sempet surprise ditengah gurun, ternyata ada penjual es cendol, sendirian pula. Tadinya gue pikir fatamorgana kaya cerita di Tintin, tau-taunya beneran tukang es cendol. Ya udah, untuk membuktikan si es cendol bukan fatamorgana, kamipun berhenti untuk menikmatinya. Suegeeer…

Untuk menuju ke Malang, kami harus melewati jalan raya porong dan melewati area lumpur lapindo. Mmmh…sebenernya pengen banget ngeliat area tersebut. Tapi bokap males dengan kemacetan yang terjadi, soalnya denger-denger daerah itu macet total karena banyak wisatawan yang berhenti untuk melihat dan berfoto. Akhirnya, kami lewatin jalan tikus deh dengan melewati persawahan dan kebun teb lalu muncul-munculnya malah di PT. Lapindo Brantas.

Nah, di daerah porong ini, kami mampir lagi di rumah adik bokap yang sekarang bertugas di LP Porong.

Malang sudah tidak seperti yang dulu. Tidak dingin dan tidak sejuk lagi. Sudah mulai banyak perumahan dan pertokoan yang bertebaran di sana.

Tiba di rumah Eyang, suasana tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Yang biasanya eyang menyambut kami di depan rumahnya, kini tidak lagi. Kali ini, kami menemui eyang di tempat peristirahatan yang tenang.

Kalo udah di Malang, pengen cepet balik lagi ke Jakarta. Pulang deh ke Jakarta melalui Kota Batu trus lewat jalur selatan lalu ketemu di Kota Tuban jalur utara.

Yah, itulah sekilas tentang pengalaman gue mudik lebaran. cukup fenomenal bukan ??

Tahun depan mudik ke amsterdam ah hihihihihihihi…..

 

Mohon Maaf Lahir Batin 1428 H October 11, 2007

Filed under: mySouL — rizka @ 8:46 am

Sebelum waktu tercuri untuk mudik
Termakan untuk kegiatan lain
Rizka Nurlita Andi menghaturkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H “
Teriring mohon maaf kepada teman-teman
Atas salah yang diperbuat
Atas laku tak layak
Dan ucap yang menusuk

 

De-javu Cintapuccino September 21, 2007

Filed under: the book that i'm currently reading — rizka @ 5:16 am

Selamanya Cinta

Di kala hati resah
Sribu ragu datang memaksa ku
Rindu smakin menyerang
Kalaulah aku dapat membaca pikiranmu
Dengan sayap pengharapan ku ingin terbang jauh

Biar awan pun gelisah
Daun-daun jatuh berguguran
Namun cintamu kasih terbit laksana bintang
Yang bersinar cerah menerangi jiwaku
Andaikan ku dapat mengungkapkan perasaanku
Hingga membuat kau percaya
Akan ku berikan seutuhnya rasa cintaku
Selamanya, selamanya

* REPEAT CHORUS

Andaikan ku dapat mengungkapkan perasaanku
Hingga membuat kau percaya
Akan ku berikan seutuhnya rasa cintaku
Rasa cinta yang tulus dari dasar lubuk hatiku

Tuhan, jalinkanlah cinta pertama slamanya

———————————————-

cintapuccino hihihiihihi itulah lirik dari lagu Selamanya Cinta dari Yana Julio yang jadi OST-nya Cintapucino.
Aaah…akhirnya film cintapuccino gue tonton juga (telat yak). Buku chicklit Indonesia pertama ini muncul tahun 2004 yang gue beli di TB Gramedia PIM dan baru kemaren ini gue tonton di 21 PIM juga.

Inti filmnya sebenernya sederhana aja, seorang gadis bernama rahmi akan menikah dengan kekasihnya Raka. Di saat sebulan sebelum nikah itu, tiba tiba dia bertemu kembali dengan laki laki yang diidolakannya sejak jaman SMA, Nimo.

Hidup memang seperti air, mengalir begitu saja. Tiba-tiba Nimo datang kembali dalam kehidupan rahmi dan mengatakan bahwa dirinya mencintai rahmi. Seperti petir di siang hari, rahmi tentu saja kaget karena justru di saat dia siap mengakhiri masa lajangnya, malah cowok yang dia obsesikan di jaman SMA ini menyatakan perasaannya.

Secara kasat mata, film ini agak agak So-so, dibilang bagus banget ga bisa tapi jelek banget juga ga bisa.

Tapi satu hal yang bisa di enjoy banget adalah lagu lagu soundtrack dari film ini sangat membuat gue De-Javu akan masa masa gue di jaman SMA dulu. Asli deh seakan akan semua masa masa itu terulang kembali di depan mata gue. Lagu-lagunya enakkkkkkkk banget deh buat kamu kamu yang besar di jaman 80-90 an. Gue pribadi jadi ingat masa jaman SMA saat gue naksir sama seorang cowo yang sekarang kerja di Bali (kok jadi curhat ??? hihihihi..).

Tapi guess what, bukan cuma film cintapucinno yang bikin gue dejavu, ada banyak hal.

Dimulai dari pas buka bareng (yang sebenernya ngga bisa dibilang buka bareng sih, secara gue lagi ga puasa dan si maro malah gak puasa) sama maro di PIM yang mengingatkan gue sama masa masa ke pim mulu sama maro dan susy (miss you bangettttt susy :( ) dulu, kemudian kedatangan Gupta yang tiba-tiba ikut bergabung yang mengingatkan gue sama jaman gupta masih di IMX. Kangen selalu ke ITC bareng lo nih gup :(

Ah, waktu serasa cepat banget berlalu…….dan yang paling kocak adalah ketika selesai nonton film, maro tiba tiba inget kalau plastik gramedia nya ketinggalan di bioskop. Untung masih ada (meski nyarinya musti dengan merepotkan sekitar 3 security dan 4 orang penonton yang kebetulan masih duduk di studio hihihiiihi), dan ini bukan pertama kalinya dia keilangan barang di pim secara beberapa bulan lalu gue pernah sama dia ke pim dan dia keilangan poster yang baru dia beli di wc pim 2 hehehehe, de javu lagi gak sih.

tapi yg paling de javu adalah pas foto foto di ac hardware PIM 1, karena dari dulu banget gue suka banget berfoto dengan gaya gaya dan pose pose aneh di AC Hardware PIM 1 hihihiiihihi. Di Tahun 2006 lalu gue pernah pake wig rambut rasta di AC hardware dan diabadikan dengan HP, dan kemaren……..i DID it AGAIN. Foto foto lagi deh gue di AC hardware (dengan diliatin sama segerombolan mas-mas dan mbak mbak AC Hardware yang kayaknya juga ngeliatin pas gue foto dulu). Wah 2008 gue pose kayak apa ya???

cintapuccino

Anyway mau tau kaya apa fotonya? Nih…! Tebak tuh bikinnya pake photoshop atau ngga? :)

De-javu…………………..akuuuuuuuuu di hari itu!

 

Sembelit saat ngabuburit September 20, 2007

Filed under: fearFactOr — rizka @ 2:24 am

pribadi-prananta written by: Pribadi Prananta

Di kantor saya ada kebiasaan baru di bulan puasa ini. Karena kebijakan kantor yang menurut saya tidak bijak, yaitu tidak menyediakan ta’jil dan menu buka puasa, maka para pekerja di kantor saya beralih profesi menjadi pemburu.

Ya, berburu ta’jil hingga ke seberang sana. Maklum, kantor saya dengan jalan raya dipisahkan oleh kali selebar kali-kali pada umumnya, jadi untuk menuju ke kota kami harus menyeberang.

Hari demi hari kami terus berburu sampai akhirnya salah seorang rekan mencetuskan ide cemerlang, “Gimana kalo kita bawa aja penjualnya ke kantor?”

Akhirnya kami memutuskan untuk menculik seorang penjual dengan iming-iming dagangannya bakal laku keras di kantor kami. Dia pun setuju untuk diculik dengan syarat dia diperbolehkan menjual dagangan di kantor kami. Kami pun terpana mendengarnya.

Maka sejak Senin kemarin si mbak itu pun mulai rajin datang ke kantor membawa semua varian jajanan, mulai dari yang kering sampai yang basah, mulai dari yang bentuknya lonjong sampai yang berlubang. Khusus untuk varian terakhir ini dia punya cara tersendiri untuk mempromosikannya, “Mas, mbak.. donat.. donat.. enak dan istimewa… ada lubangnya lho…” Kami pun kembali terpana mendengarnya.

Seperti layaknya pekerja kantoran yang tidak diberi jatah ta’jil dan menu buka puasa, kami pun langsung bergerombol dan saling berebut untuk membeli begitu si mbak itu datang. Hawa persaingan pun timbul, apalagi sejak petugas front office dengan semena-mena mengumumkan kedatangan si mbak lewat intercom. Kehadiran si mbak yang awalnya eksklusif untuk sebagian akhirnya jadi milik semua penghuni kantor sampai ke bagian paling ujung sekalipun. Akibatnya, banyak yang tidak kebagian jajan dan akhirnya memilih untuk mengabaikan nasihat ibu mereka saat masih kecil, yaitu jajan di sembarang tempat.

Itulah yang terjadi pada saya yang kemarin memilih untuk jajan sembarangan. Hasilnya, di saat ngabuburit yang harusnya dipakai untuk belanja ta’jil seperti kemarin-kemarin, kali ini harus saya lewati di depan komputer sambil memegang perut karena sembelit.

Selamat berbuka puasa semuanya.

NB: Tulisan ini dibuat di bawah tekanan perut yang melilit dan jeweran teman yang meminta saya menulis untuk blognya. Semoga Rizka Nurlita Andi diberi pahala yang besar. Amin

 

Kulewati Garis Khatulistiwa September 5, 2007

Filed under: jaLan-jAlaN — rizka @ 11:59 am

pontianak

Setelah Surabaya, Palembang dan Banjarmasin. Kini tiba saatlah roadshow Perspektif Baru Live di empat kota berakhir di Pontianak. Kota yang terletak di garis khatulistiwa ini merupakan tempat tinggal dari berbagai macam suku dan etnis. Meskipun berbeda-beda, namun masing-masing pihak selalu berusaha menghargai perbedaan yang ada. Hal ini mungkin dapat dilihat dari poster-poster dan gambar-gambar dari para calon gubernur dan wakil gubernur yang akan bersaing di Pilkada. Apabila calon gubernurnya berasal dari etnis melayu, maka wakilnya berasal dari etnis Tionghoa atau sebaliknya. Hal ini juga berlaku pada latar belakang agama calon pasangan tersebut. Terlihat sekali bahwa para calon pasangan ini, inging mengakomodir keinginan dari banyak pihak di masyarakat.

Rombongan tiba di Kota Pontianak sekitar pukul 12 siang lebih. Tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dengan Pontianak. Alhamdulillah, perjalanan lancar dengan Batavia Airlines. Tumben, yang biasanya delay, ini gak lho meskipun ada sedikit guncangan-guncangan kecil pas di udara. Hehehehehe…

Setiba di Bandara Supadio Pontianak, kami dijemput oleh panitia lokal dari Pontianak Post. Lalu rombongan meluncur ke restoran untuk makan siang. Cuaca pada saat itu cerah menjurus panas, tapi itu tidak mengurangi selera makan kami dalam menikmati hidangan yang tersedia, apalagi dengan adanya es buah lidah buaya yang segar sekali. Senang sekali rasanya menikmati hidangan yang lezat ketika pertama kali menginjakkan kaki di pulau Kalimantan ini.
Sehabis makan siang, rombongan pun meluncur menuju Hotel Grand Mahkota yang akan menjadi tempat menginap rombongan kami. Hotel ini merupakan hotel tertinggi di Pontianak. Hotel ini sebenarnya sudah cukup lama umurnya, tapi dengan adanya renovasi, kondisi dan interior dari Grand Mahkota masih dalam kondisi yang bagus. Rombongan pun beristirahat untuk bersiap siap akan kegiatan padat yang akan dilalui esok harinya.

Kegiatan yang dilakukan di hari Senin adalah Talk Show Perspektif Baru Live yang diadakan di Universitas Tanjungpura bersama Wimar Witoelar dan A.B. Tangdililing. Talk show ini dihadiri oleh anak anak SMA, mahasiswa, dan masyarakat umum. Para peserta sangat antusias dalam mengikuti diskusi tersebut.

Pada hari Selasa, acara Seminar Pilkada bersama Wimar Witoelar, Hadar N. Gumay, Aida Mochtar, dan Muhammad pun dilaksanakan. Ratusan mahasiswa, masyarakat umum, LSM, dan media yang datang dengan antusias menjadi peserta seminar ini. Senang sekali rasanya mendapat sambutan yang meriah dalam acara ini. Semua kerja keras dan rasa capai terbayar rasanya.

Harus diingat bahwa Pontianak ini terkenal sebagai Kota Khatulistiwa karena dilalui garis lintang nol derajat bumi. Di utara kota ini, tepatnya Siantan, terdapat monumen atau Tugu Khatulistiwa yang dibangun pada tempat yang tepat dilalui garis lintang nol derajat bumi
Makanya saat disana, rombongan kami menyempatkan diri untuk datang dan melihat Tugu Khatulistiwa yang legendaris tersebut. Tugu ini kaya akan nilai sejarah lho.

Berdasarkan catatan yang diperoleh pada tahun 1941 , pada bulan Maret 1928 telah datang di Pontianak satu ekspedisi Internasional yang dipimpin oleh seorang ahli Geografi berkebangsaan Belanda untuk menentukan titik/tonggak garis equator di kota Pontianak dengan konstruksi sebagai berikut :

a. Tugu pertama dibangun tahun 1928 berbentuk tonggak dengan anak panah.

b. Tahun 1930 disempurnakan, berbentuk tonggak dengan lingkarang dan anak panah.

c. Tahun 1938 dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh opzicter / architech Silaban. Tugu asli tersebut dapat dilihat pada bagian dalam.

d. Tahun tahun 1990, kembali Tugu Khatulistiwa tersebut direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli serta pembuatan duplikat tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu aslinya.

e. Pada bulan Maret 2005, Tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan koreksi untuk menentukan lokasi titik nol garis khatulistiwa di Kota Pontianak. Koreksi dilakukan dengan menggunakan gabungan metoda terestrial dan ekstraterestrial yaitu menggunakan global positioning system (GPS) dan stake-out.

Anyway, bisa dilihat di foto berikut gimana kerennya Tugu Ini ? Udah gitu semua orang yang datang ke sini, dapat mendapatkan sertifikat sebagai tanda bahwa kita telah melampui garis khatulistiwa dengan hanya membayar Rp. 10.000. Seru kan ?

Sebuah pengalaman menyenangkan di Kalimantan yang akan selalu saya kenang. Yuk yuk yang mau kesana, jangan ragu-ragu :)

 

Tulisan untuk Susy August 31, 2007

Filed under: mySouL — rizka @ 12:49 pm

“Ya, inilah hidup, dan semua berlalu bersama waktu”

susy” Akhirnya hari ini datang juga, hari dimana kita berpisah…dalam suasana kerja.

Semakin merasa kesepian? Sepertinya begitu walau gak sepenuhnya begitu, di satu sisi gue ngerasa “kehilangan” (walau ga bisa disebut seperti itu) teman yang baik tapi di sisi lain gue sadar masih banyak teman-teman gue yang lain yang selalu “memberikan senyuman” setiap saat.

Tertawa, bekerja, capek, sedih, gembira, itulah yang gue lalui bersama susy selama gue bekerja dan berteman di InterMatrix ini. Nonton bareng, makan bareng, liburan bareng, dugem bareng, sedih bareng, pulang pagi bareng, pijet bareng, curhat bareng, menangis bareng mewarnai keseharian kita.

Susy, beginilah hidup. Disaat kita bersiap untuk menyambut pertemuan, disaat itu pula kita harus sadar bahwa perpisahan tidak lama lagi akan menyusul. Warna-warni yang kita buat, kita harus bersiap diri untuk mengemas kejadian itu menjadi kenangan yang indah dan yang tidak akan terlupakan. Begitu pula, disaat kita bercerita tentang mimpi-mimpi yang ingin kita raih, disaat itu pula masing-masing dari kita harus bergegas untuk meraih mimpi-mimpi.

Gue yakin banget, pengalaman kita akan terulang kembali.

Ya inilah hidup, semuanya berlalu bersama waktu, mudah-mudahan gue bisa ngambil pelajaran dari “perpisahan” ini, dan mudah-mudahan gue bisa memberikan yang terbaik dari diri gue buat teman-teman gue, berusaha untuk selalu memberikan senyuman untuk mereka.

Susy, gue minta maaf kalau ada kesalahan selama kita bersama. Semoga Susy sukses selalu, dan Tuhan Yang Maha Esa akan selalu menjagamu. Amin.

———————————————————
Thats What Friends Are For

And I
Never thought I’d feel this way
And as far as I’m concerned I’m glad I got the chance to say
That I do believe I love you

And if I should ever go away
Well then close your eyes and try to feel the way we do today
And than if you can’t remember…..

Chorus
Keep smilin’
Keep shinin’

Knowin’ you can always count on me
for sure
that’s what friends are for

In good times
And bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for

Well you came and open me
And now there’s so much more I see
And so by the way I thank you….

Ohhh and then
For the times when we’re apart
Well just close your eyes and know
These words are comming from my heart
And then if you can’t remember….Ohhhhh