Spirit of Me

Free love? As if love is anything but free. Man has bought brains, but all the millions in the world have failed to buy love.

6 jam merias blog July 12, 2008

Filed under: the book that i'm currently reading — rizka @ 9:54 am

Ada buku bagus nih…

Kalo gini, jadi inget sama mbak Jaleswari Pramodhawardani yang ingin semua tulisannya di media disimpan selamanya dalam file di laptopnya. Tapi hilang. Saya belum sempat ngajarin mbak dhani untuk ngebuat blog. Padahal tulisannya mbak dhani dah banyak banget lho dan bagus-bagus lagi. Hayo mbak, kapan nih kita belajar buat blog?

Selain mbak dhani, ada temen kantor saya yaitu Rasno yang juga pingin banget bikin blog. Hayolah Rasno…kita bikin blogmu. Simpan semua tulisan-tulisan indahmu di dalam blog. Tulisanmu kan ada di Seputar Indonesia, Bernas Jogja, Kedaulatan Rakyat Jogja, Cilacap Media.com. Cerita Rasno nih, tulisan yang paling berkesan waktu tulisan Rasno yang berjudul “Jual Beli Skripsi dan Pembodohan Intelektual” mendapat protes dari temen-temennya.

Nah, ada buku bagus nih judulnya “6 jam merias blog” karangan Ferry Wiharsasto dan Ogi Sigit.

Mengapa dari sekian banyaknya buku-buku, gue memilih buku ini? Nah…bingung kan?

Gue bacain deh…buku ini bagus karena buku ini dipengantari oleh Wimar Witoelar. Hehehehe…
Saya kutip seluruh pengantarnya di blog ini:

Begini kata pengantarnya:
Kalau Anda ingin tahu soal blog, milikilah buku ini sekarang juga. Kalau Anda sudah banyak tahu, simpanlah buku ini untuk membantu orang lain. Lambat laun, semua orang harus bisa membuat blog. Namun, saat ini masih banyak orang segan untuk memulainya karena ada anggapan bahwa blogging (mengerjakan blog) adalah hal yang rumit. Padahal, kalau dilihat betapa banyaknya orang, terutama anak muda, begitu senang memakai blog, pasti blogging tidaklah terlalu rumit.

Bagi orang yang kurang lancar memahami bahasa Inggris, kesulitan utama bergaul dengan web (jaringan) atau internet adalah semuanya disajikan dalam bahasa Inggris, paling tidak di masa lalu. Sekarang, sudah banyak situs web menggunakan bahasa Indonesia, apalagi dari sisi isi misalnya berita. Namun, orang yang belajar blog masih mengandalkan petunjuk di layar komputer dalam bahasa Inggris atau bertanya pada teman sekantor atau teman sepergaulan yang mau menjelaskan.

Dengan kata lain, mereka masih perlu membaca petunjuk di layar komputer maupun memanfaatkan pengalaman teman. Alangka enaknya kalau ada buku panduan dalam bahasa Indonesia. Nah, inilah buku yang diharapkan!

Hati-hati membaca buku ini! Jangan baca seluruhnya dulu sebelum Anda coba-coba sedikit praktik di komputer. Seperti naik sepeda, buku teori tidak ada gunanya kalau tidak praktik. Jangan takut pula berbuat kesalahan, belajar naik sepeda pun banyak jatuhnya. Jangan kapok sebab akhirnya blog akan membuka dunia baru.

Dengan menguasai blogging, Anda tidak pernah akan sendiri. Anda akan bisa cerita pengalaman, membuka perasaan, danmenarik orang untuk berbagi pengalaman dan perasaan. Blog memang bukan untuk orang yang tertutup. Rahasia Anda tidak bisa dituliskan dalam blog untuk kemudian malu kalau dibaca orang. Sebaliknya, blog adalah tempat untuk berbagi, baik secara pribadi maupun dalam pekerjaan.

Dalam kehidupam modern, blog menjadi sarana kerja yang semakin kuat. Dulu, orang menulis pendapat dalam koran atau majalah. Sekarang, koran atau majalah menjadi lamban sebab menunggu tanggal terbit. Blog bisa diterbitkan setiap saat, kita tinggal buka komputer atau pergi ke warnet. Orang yang membaca koran atau majalah terbatas oleh tempat dan daya beli. Blog bisa dibaca di seluruh dunia dengan gratis.

Saya sendiri (WW) sering menulis di koran dan majalah serta mempunyai kolom di sana-sini. Namun sekarang, seperti banyak kolumnis lain, saya lebih banyak menulisa di blog sendiri di www.perspektif.net.

Jika kita klik nama Wisnu Aryo Setio, anak SMP yang sudah punya blog yang bagus. Kita bisa lihat blog Rizka Nurlita Andi yang banyak jalan-jalan, blog politik dari Yosef Ardi, blog pribadi Fira Basuki novelis ternama dan pimpinan redaksi, maupun Budi Putra ahli blog top di Indonesia. Disamping nama-nama yang terpasang di sini, ada ribuan blog di Indonesia dan jutaan di seluruh dunia yang bisa kita buka dengan satu klik setiap saat di manapun.

Dunia baru terbuka untuk kita semua melalui blog. Lebih lanjut, buku ini adalah salah satu pintu masuk ke dalam dunia itu.

Ayo, tuangkan perasaanmu dalam BLOG, sekarang juga!

 

Talkshow “Babi Ngesot” June 9, 2008

Filed under: the book that i'm currently reading — rizka @ 6:26 am

radith Talkshow buku ke empat Raditya Dika yang berjudul Babi Ngesot akhirnya datang juga di Bintaro Plaza, Minggu (8/6). Masalahnya lokasi paling deket di Bintaro, secara rumah gue di Lebak Bulus.

Acara yang semula pukul 14.00 jadi ngaret 20 menit, kaki jadi pegel berdiri…trus si radith gak muncul-muncul. Nanti kalo gue duduk, tempat gue berdiri yang udah strategis banget bisa-bisa ditempatin orang. Kan gak lucu, tubuh ku yang imut ini berada di paling belakang.

Kali ini, gue ngajak sang kakak untuk mengikuti dunia gue. Hehehehe…daripada dia di rumah mulu ngurusin para monsternya, mending gue ajak dia refresing bentar. Apalagi kali ini ngajakin talkshow si manusia aneh dan kocak, raditya dika. Maap ya dik…abisan loe beneran ancur siiih.

Talkshow kemaren rame banget. Tadinya gue males bawa kamera, secara gue udah pernah ketemuan ama radith di gramedia PIM waktu talksow buku ketiganya. Nah, semenjak foto ama dia, hidup gue jadi berubah. Gue jadi pusing melulu karena dompet gue kosong gak ada duit, Lhaa, bokek?? Gak ada hubungannya…

Setiap pembicaraan yang radith ucapkan dari mulutnya, orang pada cekikikan semua. Dari dia diam pun semuanya pada ketawa. Kenapa? Karena pas dia diem bunyi nafasnya kedengeran “grooook….grokkkk….grookkk” gitu. Gue jadi heran, dia manusia atau udah berubah menjadi babi ngesot?

Pas booksigning, gue rela berdempet-dempetan lho. Sambil berdempetan, gue sempet-sempetnya ngasih kursus ke kakak dengan kamera gue untuk fotoin pas gue ama radith berpelukan. Lho?? Kok berpelukan? Gak deng….

Detik-detik gue maju ke depan. Deg-degan sih, soalnya kan gue berhadapan dengan makhluk aneh. Takutnya dengan foto kedua gue dengan radith hidup gue jadi tambah ancurr…

me and raditya dika Gue: Hallo…
Radith: Kayaknya kita udah pernah ketemu deh (Sambil tandatangan buku gue)
Gue: Ah, masa sssiiiyyyyh (dengan gaya keartisan gue). Hehehehe…gak deng…yang bener gue jawab “ooh iya, waktu di PIM”
Radith: Kalo gak salah, pernah dapet kaos juga kan?
Gue: Iya, kepala gue jadi benjol tuh.
Gue lagi (basa-basi): Mbak Windy kemana?
Radith: Iya, dia gak ikut.

Aiiiiih…syeneeengnya dia inget ama gue. Padahal tahun lalu lho ketemuannya di Gramedia PIM.

Baca juga nih:
Postingan gue di talkshow buku ketiganya raditya dika

 

Lagak Jakarta, Potret Kehidupan Jakarta February 15, 2008

Filed under: the book that i'm currently reading — rizka @ 10:58 am

dewi_noviana Writen by Dewi Noviana

“Kalau hidup kita sedikit bertambah cerah, itu pasti karena sumbangan Benny dan Mice, sepasang “pakar sosiologi kota honoris causa”, yang menangkap inti sari kehidupan manusia Jakarta” (Wimar Witoelar)

Buku Lagak Jakarta adalah potret kehidupan Jakarta yang penuh warna. Di sana tersimpan mimpi-mimpi, ambisi dan harapan. Di sana terukir kisah-kisah kegetiran dan kebahagiaan anak manusia, yang terkadang penuh ironi, satire, aneh, dan menggelikan. Lewat Lagak Jakarta Benny dan Mice melaporkan semua itu sebagai sociological report.

Mungkin banyak orang yang lebih mengenal Benny & Mice dalam versi kartunnya, yang tiap Minggu selalu setia mengunjungi pembaca Kompas di Lagak Jakarta. Bila bertatapan langsung dengan duo kartunis ini, kita akan dapat langsung menebak siapa yang Benny ataupun mana yang Mice. Bagi yang belum tahu ataupun penasaran dengan wujud asli duo kartunis ini, mungkin kita boleh berharap semoga kelak akan ada suatu talkshow sehingga kita dapat melihatnya secara langsung.

cover_100_tokoh Benny & Mice akan menyelipkan promosi buku barunya yang akan diluncurkan di Bentara Budaya tanggal 28 Februari 2008. Bagi yang ngefans dengan Benny & Mice sebaiknya segera memasukan buku baru mereka sebagai ’must have item’, karena akan banyak kejutan dalam buku mereka yang diberi judul ‘100 Tokoh’ itu. Apakah saya atau Anda termasuk di dalam ’100 Tokoh’ karya Benny & Mice?

 

Bertemu Raditya Dika November 5, 2007

Filed under: the book that i'm currently reading — rizka @ 12:36 pm

Raditya Dika ternyata beneran gokil abiz. Cerita-cerita yang ditulis di bukunya yang berjudul Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus dan Radikus Makankakus sebagian dibahas di TB Gramedia Pondok Indah, Minggu (4/11) kemarin. Yang kocak waktu dika praktekkin gaya badut mabok kayang si atas jembatan busway. Iya tuu…beneran dipraktekin, tapi sayang…gue gak dapet fotonya waktu dia gaya nungging kebalik tersebut. Gue masih heran sampe sekarang, ckckckckc…ada ya orang kayak gitu, kok mau-maunya ya jadi orang gokil?

raditya dika Dari blognya Raditya Dika gue pantau terus kapan dan dimana dia berada. Di Gramedia PIM lah tempat yang paling tepat untuk nemuin dia, karena gue penasaran abis, kayak gimana sih tampangnya dia. Hihiihihi…ternyata emang aneh. Kesimpulan ya aneh!!! Mungkin karena dalam hati gue bilang aneh, gue kualat. Hehehehe…Karena sehari setelah acara dika di PIM kepala gue benjol! Kenapa benjol? Karena si dika ini ngelemparin kaos tepat ke arah gue waktu dia ngelemparin secara ganas ke cowok-cowok yang buas akan kaos gratis. Wuiiiih…dengan gerakan refleks dan gerakan flash, tangan gue bisa menangkap kaos raditya dika: Radikus makan kakus itu. Ciaaaaatttt…wadaaooooo kepala gue kena sikut orang dibelakang gue!!! Mampuusss tuh orang, gue tengok ke belakang buat ngeliat tampangnya kayak apa…eeeeh…dia malah nengok lagi ke belakang. Dasaaar…

Belom berkurangnya dari rasa sakit kepala gue yang makin benjol, gak lama kemudian si dika konyol ngelemparin lagi buku ke arah gue. Buseeettt…maksud loe apa seeh!!! Mungkin loe gak sadar, tapi kepala gue jadi benjol dua kali kena sikut orang belakang karena rebutan. Kalo gue sinchan mungkin muncul 2 benjolan gede di kepala gue.

Masih meraba-raba kepala gue yang sakit, gue akhirnya ikutan juga waktu yang tepat untuk booksigning. Untung ada mbak Windy yang nolongin fotoin gue ama raditya dika. Thanks buat mbak windy, walaupun diantara foto yang dia ambil ada beberapa kekacauan dalam teknik pengambilan. Tampang gue kepotong, dika pun kepotong. Hehehehehe…

Gue juga undang susy dan lidya untuk dateng ke acara dika walaupun telat. Tapi masih dapet foto session. Thanks ya sus, lid…kita seharian jalan-jalan keliling PIM 1 ampe kaki puegel-puegeel.

Dika!!! gue tunggu buku loe yang ke empat!!! (Gue serius nih sambil ngancem…) Tapi…kepala gue gak mau benjol lagi.

Dengan bangga, gue pake kaos hasil dari rebutan dengan massa “bukan binatang biasa…”

kaos raditya dika

 

De-javu Cintapuccino September 21, 2007

Filed under: the book that i'm currently reading — rizka @ 5:16 am

Selamanya Cinta

Di kala hati resah
Sribu ragu datang memaksa ku
Rindu smakin menyerang
Kalaulah aku dapat membaca pikiranmu
Dengan sayap pengharapan ku ingin terbang jauh

Biar awan pun gelisah
Daun-daun jatuh berguguran
Namun cintamu kasih terbit laksana bintang
Yang bersinar cerah menerangi jiwaku
Andaikan ku dapat mengungkapkan perasaanku
Hingga membuat kau percaya
Akan ku berikan seutuhnya rasa cintaku
Selamanya, selamanya

* REPEAT CHORUS

Andaikan ku dapat mengungkapkan perasaanku
Hingga membuat kau percaya
Akan ku berikan seutuhnya rasa cintaku
Rasa cinta yang tulus dari dasar lubuk hatiku

Tuhan, jalinkanlah cinta pertama slamanya

———————————————-

cintapuccino hihihiihihi itulah lirik dari lagu Selamanya Cinta dari Yana Julio yang jadi OST-nya Cintapucino.
Aaah…akhirnya film cintapuccino gue tonton juga (telat yak). Buku chicklit Indonesia pertama ini muncul tahun 2004 yang gue beli di TB Gramedia PIM dan baru kemaren ini gue tonton di 21 PIM juga.

Inti filmnya sebenernya sederhana aja, seorang gadis bernama rahmi akan menikah dengan kekasihnya Raka. Di saat sebulan sebelum nikah itu, tiba tiba dia bertemu kembali dengan laki laki yang diidolakannya sejak jaman SMA, Nimo.

Hidup memang seperti air, mengalir begitu saja. Tiba-tiba Nimo datang kembali dalam kehidupan rahmi dan mengatakan bahwa dirinya mencintai rahmi. Seperti petir di siang hari, rahmi tentu saja kaget karena justru di saat dia siap mengakhiri masa lajangnya, malah cowok yang dia obsesikan di jaman SMA ini menyatakan perasaannya.

Secara kasat mata, film ini agak agak So-so, dibilang bagus banget ga bisa tapi jelek banget juga ga bisa.

Tapi satu hal yang bisa di enjoy banget adalah lagu lagu soundtrack dari film ini sangat membuat gue De-Javu akan masa masa gue di jaman SMA dulu. Asli deh seakan akan semua masa masa itu terulang kembali di depan mata gue. Lagu-lagunya enakkkkkkkk banget deh buat kamu kamu yang besar di jaman 80-90 an. Gue pribadi jadi ingat masa jaman SMA saat gue naksir sama seorang cowo yang sekarang kerja di Bali (kok jadi curhat ??? hihihihi..).

Tapi guess what, bukan cuma film cintapucinno yang bikin gue dejavu, ada banyak hal.

Dimulai dari pas buka bareng (yang sebenernya ngga bisa dibilang buka bareng sih, secara gue lagi ga puasa dan si maro malah gak puasa) sama maro di PIM yang mengingatkan gue sama masa masa ke pim mulu sama maro dan susy (miss you bangettttt susy :( ) dulu, kemudian kedatangan Gupta yang tiba-tiba ikut bergabung yang mengingatkan gue sama jaman gupta masih di IMX. Kangen selalu ke ITC bareng lo nih gup :(

Ah, waktu serasa cepat banget berlalu…….dan yang paling kocak adalah ketika selesai nonton film, maro tiba tiba inget kalau plastik gramedia nya ketinggalan di bioskop. Untung masih ada (meski nyarinya musti dengan merepotkan sekitar 3 security dan 4 orang penonton yang kebetulan masih duduk di studio hihihiiihi), dan ini bukan pertama kalinya dia keilangan barang di pim secara beberapa bulan lalu gue pernah sama dia ke pim dan dia keilangan poster yang baru dia beli di wc pim 2 hehehehe, de javu lagi gak sih.

tapi yg paling de javu adalah pas foto foto di ac hardware PIM 1, karena dari dulu banget gue suka banget berfoto dengan gaya gaya dan pose pose aneh di AC Hardware PIM 1 hihihiiihihi. Di Tahun 2006 lalu gue pernah pake wig rambut rasta di AC hardware dan diabadikan dengan HP, dan kemaren……..i DID it AGAIN. Foto foto lagi deh gue di AC hardware (dengan diliatin sama segerombolan mas-mas dan mbak mbak AC Hardware yang kayaknya juga ngeliatin pas gue foto dulu). Wah 2008 gue pose kayak apa ya???

cintapuccino

Anyway mau tau kaya apa fotonya? Nih…! Tebak tuh bikinnya pake photoshop atau ngga? :)

De-javu…………………..akuuuuuuuuu di hari itu!

 

kamar cewek by ninit yunita August 14, 2006

Filed under: the book that i'm currently reading — rizka @ 8:00 am

Sebuah kisah tentang 4 orang perempuan dengan karakter dan permasalahan yang berbeda-beda. Safina si feminin yang ingin buru-buru menikah karena tuntutan keluarga. Ratu si Tomboy nan galak yang dibenci calon mertua, Tiara, si polos konvensional yang masih cinta mati pada mantan pacarnya yang akan menikah dan Lona, si sexy yang playgirl.

Dalam perbedaan itu mereka bersahabat: berbagi cerita, berbagi suka, berbagi duka, berbagi tawa, bermusuhan. Semuanya ada di sini, Kamar Cewek.

Judul : Kamar Cewek
Pengarang : Ninit Yunita & Okke Sepatumerah
Penerbit : Gagas Media
Halaman : 244
Harga : Rp. 27,000

 

‘A Book About Nothing’, kumpulan tulisan majalah djakarta August 13, 2006

Filed under: the book that i'm currently reading — rizka @ 7:35 am

Kata pengantar oleh Wimar Witoelar:

Ketika Daniel Ziv, redaktur pendiri majalah DJAKARTA! mengundang saya menulis kolom tetap, saya tidak menduga bahwa dampaknya akan sangat besar. Tentunya besar menurut ukuran saya, bukan ukuran siapa-siapa. Saya tidak tahu apakah majalah DJAKARTA! berdampak pada pembaca, apalagi tulisan saya. Tapi bagi saya, kolom tetap itu menyalurkan banyak keinginan yang tadinya terpendam.

Terutama, Daniel memberi saya kenyamanan bahwa kolom itu boleh berisi apa saja, bahkan boleh dalam bahasa apa saja, karena pada awalnya majalah DJAKARTA! dirancang untuk betah dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris. Itu bagus sekali, pikir saya. Karena banyak hal yang enak dibahas dalam bahasa Indonesia, tapi ada beberapa jenis topik yang enak dalam bahasa Inggris. Tergantung kebiasaan dan konteks. Misalnya buku saya ‘No Regrets’ ditulis dalam bahasa Inggris sebab banyak kejadian disitu dipikirkan dalam bahasa Inggris, menghadapi pers internasional dan masyarakat negara lain. Kejadian yang ‘bittersweeet’ lebih mudah diceriterakan dalam bahasa Inggris, dengan perbendaharaan kata yang sekian kali lebih besar daripada bahasa Indonesia. Memang tidak berkelanjutan, policy untuk menulis kolom dalam dua bahasa ini. Banyak hal lain yang tidak berkelanjutan di majalah DJAKARTA! dalam perjalanannya yang sudah lima tahun pada saat dituangkan tulisan ini. Tapi tidak apa-apa,

Rencana dibuat untuk direvisi, jadi tidak jadi soal, majalah DJAKARTA! menjadi apa. Yang menjadi tanggung jawab saya adalah, bahwa majalah ini memberikan kesempatan pada saya untuk tetap bisa menulis dalam karakter tertentu. Karakter yang punya message, walau lembut, faktual, jujur, dan pasti lucu karena kenyataan hidup itu selalu lucu, selama tidak dibungkus dalam “jaim”.

Jadilah sekumpulan tulisan sedikit-sedikit menjadi banyak selama lima tahun, sekian bulan, sekian minggu. Katanya banyak yang menyukai gaya tulisan begini. Itu terserah pembaca. Yang jelas saya sangat menikmati menulis artikel-artikel kecil ini. Kadang-kadang saya membaca sendiri tulisan lama, dan tersenyum sendiri sambil lihat kiri kanan. Suatu hal yang lucu dan langsung ditulis, suka teringat kembali waktu kita membacanya kembali setelah sekian lama. Dan topik-topik keganjilan hidup tidak akan terlupakan, sekali kita pernah share dengan publik.

Ini bukan ‘celetukan segar’, bukan ‘tulisan mencerahkan,’ bukan ‘mengobar idealisme’. Kalau memakai kata-kata penulis serial TV ‘Seinfeld’, this is a book about nothing.

Selamat membaca.

 

Hell Yeah Wimar Witoelar - Fira Basuki July 26, 2006

Filed under: the book that i'm currently reading — rizka @ 9:56 am

Tubuh subur, rambut keriting, berkacamata tebal, dan gemar memakai kemeja santai dengan warna dan motif meriah. “Siapa Wimar sesungguhnya memang tak mudah dirumuskan. Tetapi, boleh saja pria kocak ini kita sebut sebagai seorang entertainer alias penghibur.

Wimar Witoelar adalah salah seorang tokoh yang saat berani disaat pemerintahan Soehaarto. Ikon yang sangat tak terlupakan adalah ‘Perspektif’, sebuah Talk Show “berani” di jaman Soeharto. Selain berani, Perspektif adalah talk show yang unik. Topiknya menantang arus. Ketika banyak orang menyatakan kebulatan tekad mendukung Orde Baru, Perspektif tidak ikut-ikutan. Ia menawarkan alternatif. Paling tidak, ada pilihan selain program-program rancu seperti Kelompencapir, Liputan khusus, dan propaganda-propaganda Orde Baru lainya.

Walau pada akhirnya acara talk show Perspektif diberedel karena dinilai terlalu berani, Namun nama Wimar Witoelar semakin melambung Pujian maupun decak kagum memang pantas diberikan padanya. Anda penasaran? Ikuti kisah dan sepak terjangnya dalam buku karya Fira Basuki ini.

ISBN | 9789797595227
Pengarang | Fira Basuki
Penerbit | Gramedia Widiasarana Indonesia
Penerbitan | 2006
Bahasa | INDONESIA
Sampul | Soft Cover
Ukuran | 15 x 23 cm
Berat | 0.40 kg
Bonus -
Jumlah Halaman | 282 hal
Harga | Rp 45.000,00

 

Always the bridesmaid by sarah webb December 4, 2005

Filed under: the book that i'm currently reading — rizka @ 7:24 am

Jalan hidup Amy tidak semulus impiannya selama ini. Sebentar lagi usianya menginjak kepala tiga, kariernya tidak menjanjikan, dan kehidupan cintanya mendek. Yang lebih parah, saat segala sesuatu dalam hidup Amy tampak berantakan, hidup prang lain kok justru sebaliknya…

Pertama-tama Amy mengetahui bahwa Jodie, temannya, dan Jack mantan tunangannya, telah menjadi sepasang kekasih. Lalu adiknya, Suzie, pulang dengan membawa tunangan Australia-nya yang oke banget, sambil mengumumkan rencana pernikahan mereka pada bulan Mei. Dan sekarang sahabatnya, Beth, juga berencana mengikat janji sehidup semati, dan meminta Amy menjadi pendampingnya. Dengan perasaan kecut, Amy teringat pepatah lama yang mengatakan: sekali jadi pendamping pengantin, tidak akan pernah menjadi pengantin…

Ah, tapi itu tidak benar, kan?