Gue kadang bingung, kebiasaan tegas dan ketelatenan ibu saya kok gak diturunkan ke anaknya ya? Kan biasanya ada pepatah ” buah yang jatuh, gak jauh dari pohonnya”. Mmmh…tampang sih masih ada kemiripan, tapi yang saya masih bingung tuh ya itu, ya ituuu…
Pernah, temen kantor gue mbak widya mampir ke rumah. Spontan ketemu deh sama nyokap gue dan langsung obrolannya nyambung. Entah ngobrolin masakan, jahit menjahit, tanaman hias, alat masak sampai ke sulam pita, bahkan ngebahas melukis diatas kain. Dan itu semua gue gak interest sama sekali dengan obrolan-obrolan itu. Suer deh…
Nyokap gue seneng banget yang namanya bersosialisasi alias ngobrol. Kalo pagi-pagi nih pasti udah menghilang karena kata bokap sedang “berkampanye” dengan tetangga. Hehehe…ngerti kan maksud gue? Bayangin aja, dari keempat anaknya, sifat seperti nyokap belum ada yang nyangkut. Apalagi gue, yang selalu pendiam, pemalu dan males ngebahas yang topiknya bagi gak gue menarik. Mending gue ngobrol dari tulisan aja deh, bisa nulis apa yang gue mau.
Sebenernya sih bukan topik nyokap yang mau gue bahas. Sorry ya bu ani (bukan ibu ani yudhoyono loh, tapi ani sanadi, nama nyokap gue). Hehehehe…
Ganti topik deh…ini cerita benernya…
Gue kadang pengen nulis cerita panjang yang isinya tentang gue, temen-temen, sahabat dan keseharian gue. Kadang kehidupan yang kita alami menarik untuk ditulis lho, dan itu tanpa kita sadari. Nah, untuk menuangkan dalam tulisan itu sulit untuk memulainya. Tapi disini, di buku More About Nothing (MAN), kumpulan artikel AREA yang ditulis oleh Wimar Witoelar, semua menjadi nyata dengan tulisan. Baca aja judulnya “MORE ABOUT NOTHING”. Buku MAN yang kedua setelah A BOOK ABOUT NOTHING yang merupakan kumpulan artikel di majalah Djakarta! Isi buku pertama dan kedua sama intinya, menulis tentang pemikiran tentang hal-hal yang gak “ngeh” tapi tertangkap dalam tulisan.
Nah, kalo mau tau isi buku More About Nothing nih…ceritanya jauh dari urusan serius, apalagi berfilsafat. Semua cerita di buku ini ada maksudnya. Kita tinggal mengartikan sendiri arti cerita itu. Cerita-cerita di dalamnya hampir pernah dialami oleh setiap orang. Cerita yang selalu ada dimana-mana. Setiap orang yang lewat memiliki cerita di balik muka cueknya.
MAN mengingatkan kita kembali kepada kerendahan hati untuk menghargai segala sesuatu yang ada di sekitar kita, sekecil apa pun itu karena nilai dari keberadaan dimulai dari ketiadaan.
Makanya, beli dong bukunya, ada 27 cerita di dalamnya lho…
Atau, mau ketemu Wimar Witoelar dengan booksigningnya? Kamu bisa foto bareng lho…nah, berikut jadwalnya:
Berikut jadwal yang sudah fix, acara book signing More About Noting di TB Gramedia:
-Pondok Indah Mall 1, Jum’at 5 Juni, pkl 16.00-17.00
-Matraman, Sabtu 6 Juni, pkl 15.00-17.00
-Grand Indonesia, Jum’at 12 Juni, pkl 16.00-17.00
Tapi, semenjak ada kiriman buku karangan Angel yang berjudul “TAK TIK FOTO”, gue jadi suka dengan mengolah foto-foto narsis. Mmmh…ini buku isinya sangat berguna sekali lho. Setelah kita buka olahan foto online di buku TTF ini, gue cobain semuanya. Tinggal klik, nggak harus install apapun, dan yang terpenting gratis! Tanpa harus meng-install software apapun. Tapi kalo online di warnet sih bayar biaya warnetnya. Hehehe…
Nothing to loose, ketika ada sayembara ticket gratis premiere film kambing jantan di PIM2 tanggal 3 maret. Masalahnya design template diblog “spirit of me” tidak ada ruang peletakan banner. Ya sudahlah, nontonnya nunggu dilepas tanggal 5 maret di bioskop terdekat…
Sang Musafir adalah buku pertama yang saya baca dari karya seorang Mohamad Sobary. Dari sekian banyak buku baru yang tertata rapi di MP Book Kemang, saya memilih buku ini. Padahal buku ini terbit setahun yang lalu, dan saya baru melihatnya. Dari buku Sang Musafir ini, ternyata ada lagi karya Mohamad Sobary lainnya yang saya search di google yaitu Kang Sejo Melihat Tuhan, Kisah Karna dan dan Dendam Kita, Singgasana dan Kutu Busuk.

















