Keliling stasiun kereta api July 13, 2008
Pernah naek Kereta Api? Pernah naek Trem? atau pernah naek PPD? hehehe yang terakhir pastinya pernah yah, kalo gak pernah kebangetan! Tetapi kalo memang blom pernah sama sekali naek bus PPD atau Kereta Api, lebih baek baca laporan singkat saya jalan-jalan dengan sahabat museum keliling stasiun, spoorwegstations di Batavia.
Mungkin banyak diantara kita-kita penduduk Jakarta belum pernah merasakan nikmatnya naik kereta api. Katanya nih, kereta api dulunya pernah dibredel pada zaman Bung Karno karena ada yang bilang transportasi Belanda itu sangatlah belanda, berisik, semrawaut dan tidak enak didenger bunyinya yang kerap menderit bunyinya ketika lewat jalan besar dan juga sering nabrakin orang.
Sebelum naik KA, kita ngumpul dulu di statiun beos (sekarang stasiun jakarta kota). Udah janjian sama mbak desy, kenalan dari komunitas batmus dari Bali setahun yang lalu dan kebetulan mbak desy lagi di Jakarta.
Sambil menunggu teman-teman batmus yang lain, kita nonton film dokumenter tentang Beos, sekalian slide-show foto jadulnya. Dan ada yang bilang, bahwa film dan foto2 itu didapatkan dari arsip di belanda sono. Abis itu, kita keliling deh liat2 arsitektur peninggalan belanda yang keren abis. Seakan kita kembali ke zaman belanda lho. Oh iya, kereta api itu bisa dibilang trein (bahasa belandanya kereta api itu trein yah, bukan sepur-dari kata spoor, karena kalo spoor itu artinya jalur).
Lalu kita semua naik trein ekonomi dari stasiun beos menuju stasiun manggarai. Selama naik trein, kita semua diceritain lho riwayat trein dari IRPS (Indonesian Railway Preservation Society). Perihal fungsi dari pernak-pernik kereta api yang dinaikin sampe penjelasan perkara asal muasal kawasan dari stasiun yang kita lewati semua diceritain.
Mungkin karena bareng temen-temen batmus, suasana di kereta api ekonomi yang kita naikin jadi terasa lebih nyaman dan indah, padahal hari itu panasnya luar biasa loh. Dengan sok berani, saya bisa duduk di pinggir pintu kereta, padahal sangat berbahaya. Untuk menuju stasiun manggarai, harus melewati stasiun sawah besar-stasiun djuanda-stasiun gondangdia-stasiun gambir hingga ke stasiun cikini.
Dari Station Manggarai, berjalan kaki sedikit melewati salah satu lokomotif listrik yang ada di batavia dengan model lokomotif listrik WERKSPOOR-HEEMAF nomor 201 (ESS 3201).
Loko ini merupakan salah satu sejarah dari masa kejayaan yang patut dilestarikan. Namun sayang banget bahwa loko itu tampaknya agak terlupakan di tengah arus sejarah. Nah sebagi satu organisasi yang perduli thdp asset perkeretaapian yang bernilai sejarah, IRPS berniat utk melestarikan lokomotif ini bekerjasama dengan berbagai pihak yang terkait guna membuat monumen lokomotif listrik agar dikenal oleh generasi mendatang. Lokomotif ESS 3201 ini punya nama lho, namanya Bon Bon. Selain Bon Bon, banyak gerbong kereta api yang sudah tidak terpakai berada di halaman balai yasa manggarai. Gerbong ini disusun rapi. Banyak temen-temen batmus yang berfoto melihat keunikan gerbong-gerbong itu.
Perjalanan naik bus PPD dilaksanakan dari stasiun manggarai menuju ke stasiun tanjung priok. Lelah, panas dan lapar mengikuti masing-masing orang. Lumayan, saya bisa tidur sejenak selama perjalanan.
Tiba di stasiun tanjung priok, kita berkumpul untuk makan bersama. Menunya masakan padang lho, mungkin karena lapar, ya masakan padangnya enaak banget. Oh iya, sambil makan kita menonton kembali sejarah stasiun tanjung priok yang didirikan tahun 1885. Sampai saat ini stasiun tanjung priok sudah lama tidak digunakan. Kenapa ya?
Banyak ruangan gelap yang bisa ditemui di stasiun tanjung priok ini. Gak heran deh, bau-bau yang tidak sedap banyak berseliweran di udara karena stasiun ini sama sekali kurang perawatannya. Pak menteri, gimana? Urus dong gedung itu, kan sangat bersejarah banget. Malah dulunya dibilang “white house” tuh gedung, karena dulunya indah banget.
Huuuh…udah ah ceritanya…pokoknya capek akhirnya terbayarkan juga dengan mengelilingi tiga stasiun kereta api di jakarta.
Akhirnya kita berpisah di stasiun beos dan kembali ke rumah masing-masing. Sahabat Museum, ditunggu PTD berikutnya.
Yesssss…. tiba di Bandara Ahmad Yani bersama Melda disambut dengan cerahnya kota Semarang. Di Semarang kami mengikuti Bos Wimar Witoelar, dalam acara Forum WW: Dialog Interaktif Calon Gubernur & Wakil Gubernur Jateng 2008-2013 yang disiarkan live dari Auditorium RRI Semarang melalui TVRI Jawa Tengah dan RRI Semarang, Solo & Purwokerto.
Yes..yes…yes!!! i join Pesta Blogger 2007. Thanks for
- Dari snappy, pulangnya sorean trus istirahat dan langsung mandi untuk siap-siap ke rumah Om Arifin di Jl. Jenggala. Kumpul di rmh WW jam 19.00 dan berangkat dari rmh WW ke rmh Om Ipin jam 19.30. Acaranya sekedar ngobrol-ngobrol aja, seperti reuni gitu. Soalnya antara WW dengan Arifin Panigoro dulunya temen kampus di ITB. Betul kan W? Rumahnya sangat-sangatlah nyaman, suasananya juga asyiik. Jadi nambah pengalaman nih, berkunjung ke rumah orang terkaya ke 5 di Indonesia.
Maryamah Karpov (ini blm keluar) sebagai novel yang hebat. Katanya gue harus baca keempat buku ini. Dengan adanya web 2.0, gue cari tuh dimana Andrea bisa ditemukan. Eeehhh…gue search deh di google, ketemu no hp nya dan tempat dia akan membedah bukunya. Nah, di cafe omah-lah dia bedah buku. Dari sms-smsan, gue dan andrea bisa ketemuan. Maap ya WW, WW jadi kerepotan cari2 cafe Omah buat rizka :). RN dan mbak Lulu makasih banget. Singkat cerita gue tiba di cafe omah. Pukul 21.10 acara belum selesai, soalnya gue cuma mau minta tandatangan trus pulang. Ya udah, gue minta di drop aja, biar pulangnya naik taksi. Soalnya gak enak juga kalo mereka nunggu lama. Aha…akhirnya ketiga buku udah ditandatangani oleh seorang Andrea Hirata. Pasti kakak gue seneng banget deh. Pas gue pamit pulang, Andrea bilang untuk selalu contact-contact-kan. Pastilah Andrea… 
Tapi kalo ice cream yang ini-nih, ice cream yang rasa dan tempatnya lain dari yang lain. Nggak semua orang lho tau area ice cream Italia ragusa, tepatnya di Jl. Veteran I/10 JakPus. Kalo gue, awalnya baru tau nama doang, tempatnya belom tau pada waktu itu. Tapi setelah diajak ama Andi, waah…gue seneng banget diajak ke sana. Apalagi makan ice creamnya segelas berdua. Dan tuh ice cream gue yang ngabisin. Secara, porsinya lumayan besar. Mmmmhhh…dan emang, rasanya enak dan suegeer….
Ceritanya nih… Pahlawan seluruh keluarga yang menghadapi tantangan terbesar. Hadir sebagai wujud misterius, pertempuran antar galaksi, Silver Surfer datang ke bumi untuk membuat pengrusakan. Saat Silver Surfer beraksi, Reed, Sue, Johnny dan Ben harus membongkar misteri Silver Surfer yang mendapat mandat dari bosnya untuk melenyapkan planet-planet yang ada di alam semesta untuk dijadikan sumber kekuatan dan menghadapi kembalinya musuh mereka, Dr Doom, sebelum semua harapan sirna.
Gue dan Ronny menyelusuri Jl. Kalibesar Barat, Jakarta Kota, yang di masa VOC merupakan pusat kota Batavia. Kita berhenti di sebuah gedung yang hampir seluruh bagian depannya berwarna merah. Di tembok merahnya, terdapat label yang bertuliskan: Toko Merah. Toko Merah itu, terletak berdekatan dengan stadhuis (Balaikota Batavia) yang kini masih tetap berdiri kokoh meskipun telah berusia tiga abad. Sejumlah gubernur jenderal VOC pernah mendiami gedung ini. Yang membangun gedung berlantai dua ini adalah Gustaff Baron van Imhoff pada 1730. Begitu bersejarahnya gedung tersebut, hingga ia banyak didatangi para wisatawan asing, maupun para pecinta gedung tua.
Di depan gedung inilah mengalir sungai Groote Rivier (Kali Besar) yang pada masa itu suatu kerusuhan besar terjadi yaitu pembantaian terhadap orang-orang Tionghoa. Peristiwa itu terjadi 10 tahun setelah gedung tersebut berdiri (1740). Di muara Ciliwung ini, yang kala itu airnya jernih, pada pagi dan sore, menjadi tempat mandi para Indo-Belanda. Sementara di malam terang bulan, para muda-mudi, sambil main gitar, bernyanyi menumpahkan isi hati mereka.

















