Spirit of Me

Free love? As if love is anything but free. Man has bought brains, but all the millions in the world have failed to buy love.

Naik Sepeda ke kantor? Siapa takut! February 22, 2007

Filed under: fearFactOr — rizka @ 9:39 am

rizkadulWaktu kecil gue seneng banget naek sepeda. Awalnya dibeliin sepeda mini kecil, nama merknya kalo gak salah “Rolland“. Dulu genjot sepeda paling jauh pernah ke Lebak Bulus-Rempoa lalu minggu depannya dilanjutin Lebak Bulus-Pondok Cabe sama tetangga gue si Jona (nama aslinya sih Johny, tapi karena kecewek-cewekan, kita sebut dia si Jona).

Trus selanjutnya dibeliin sepeda mini yang agak besar. Nah, pas lagi seneng-senengnya bersepeda, tuh sepeda yang besar rusak. Ya akhirnya dipinjemin ama Om gue, sepeda balap gitu, merknya “Panasonic” Inget merknya karena dulu sering diledekin karena merk sepeda kayak merk tv. Waktu perjalanan naek sepeda dulu gak pernah yang namanya kita kudu pake helm dan alat safety lainnya, alhasil ada kenang-kenangan cacat akibat gue jatuh dari sepeda. Ya iyalah, waktu itu gue balapan sepeda ama motor bareng abang gue. Trus tiba-tiba setangnya gak bisa dibelok dalam keadaan kencang, akhirnya jatuh deh dengan sangat keras. Sikut gue jadi cacat seumur hidup sekarang huhuhu…. Tapi ya seneng-seneng aja tuh…

Ada cerita lagi nih, waktu sampe di Pondok Cabe, kita mampir ke rumahnya sodaranya Jona dan di kebonnya ada pohon kelapa, ya udah deh kita minum air kelapa langsung dipetik dari pohon. Suegeeer…

Bingung ya kenapa gue tiba-tiba nyeritain sepeda? Ini dia nih cerita singkatnya:

======================================================================
logo-bike2work.jpgDi tengah macetnya Jakarta yang luar biasa, kadang-kadang kalau kemana-mana itu males. Kalau nggak jalanan macet, cuaca buruk dan belum lagi banyak peraturan-peraturan. Kayak bus 3 in 1 yang kadang tidak memberikan solusi buat kendaraan lain (tambah ruwet).

Padahal ada lho cara alternatif utk menghindari macet plus menekan polusi di negara ini, yaitu: naik sepeda!

Betapa bahagia orang yang bisa naik sepeda di Jakarta ini. Apalagi kegiatan yang mereka lakukan ini tidak semuanya dapat dilakukan oleh orang banyak. Masih sedikit sekali jumlah orang yang pake sepeda ke tempat kerja, terutama yang jarak kantornyanya jauh.

Ini terungkap semua dalam acara Talk About Nothing with Wimar pada hari Selasa malam (20/02) bersama Ketua Umum Bike To Work (B2W) Toto Sugito dan teman-teman dari komunitas B2W yang sudah beranggotakan 1200. Wow!!!

WW: Kalau hujan, Tidak takut pilek?

Ozzie (Wakil B2W): Rasanya dengan bersepeda badan menjadi sehat dan tidak rentan terhadap penyakit, termasuk pilek.

WW: Pakaian ganti dibawa kemana?

Ozzie: Beberapa temen menyimpan di dalam backpack, tapi ada juga disimpan di kantor.

WW: Atau dibawakan sama supirnya kali ya?

Ozzie dan teman-teman B2W: Hahahahahahaha…



Mau tau obrolan selanjutnya? klik di sini aja!

 

STOP HIV: Spray To Change Attitudes February 15, 2007

Filed under: fearFactOr — rizka @ 4:22 am

stopHIV

Kemaren tanggal 14 Februari 2007, salah satu major client kantor gue , The Body Shop Indonesia bikin acara yang seru banget, Kampanye Anti HIV di bunderan HI Thamrin. Kebetulan gue dan 2 orang teman gue dari kantor yaitu Maro dan Susy diundang untuk berpartisipasi di kampanye ini. Kampanye ini juga bekerja sama dengan MTV.

Dari jam 11 pagi sampai jam 1 siang kita sibuk bagiin pamflet, flyers, dan booklet mengenai betapa ganasnya penularan virus HIV di Indonesia, sekitar 150 orang dengan kaos merah hati (berhubung barengan hari valentine ^_^) sibuk membagi-bagikannya kepada banyak orang yang lewat. Mungkin ada yang lihat pasukan kaos merah hati waktu tadi lewat Bunderan HI ? Ada saya lho hehehehehe.

Seru juga bagi-bagiin buat pengendara motor, dari mulai depan bus way, depan hotel Nikko, sampai depan Deutch Bank. Tapi yang paling heboh pas kita bagi-bagiin ke dalam kopaja, kenek Kopajanya malah ngomong:

“Bagiin payung sama kaos dong Neng .”

Udah gitu anak-anak berseragam sma yang di dalam Kopaja malah ikutan nanya,

“Ga dibagiin coklat juga????”

Itu sih gue juga pengen hehehehehehe…

Kampanye ini dinamakan “STOP HIV: Spray To Change Attitudes”.

Inti dari kampanyenya adalah diharapkan masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda akan mau merubah sikap dan gaya hidup untuk mencegah semakin parahnya penularan HIV di Indonesia.


Beberapa Fakta tentang HIV:

- HIV adalah virus, dan AIDS adalah istilah untuk kondisi tubuh manusia yang rentan terkena penyakit karena tertular virus HIV, jadi dua istilah ini sebenarnya berbeda.

- Orang yang terkena virus HIV belum tentu menderita AIDS (shocking ya ! gue aja baru tau )

- HIV dapat menular bukan hanya melalui jarum suntik, tapi juga dari alat tindik dan gunting kuku (serem yak!)

- Saat ini lebih dari 40 juta orang di seluruh dunia hidup dengan HIV dan AIDS

- Lebih dari 5 juta orang di dunia terinfeksi HIV pada tahun 2006 dan 50% di antaranya berusia 15-24 tahun

- Di Indonesia untuk tahun 2006, diperkirakan ada sekitar 12-19 juta orang yang rentan untuk terinfeksi HIV, dan lebih dari 80% kasus terjadi pada usia Produktif yaitu usia 15-29 tahun.

Serem kan ya, makanya ayo, kita cegah penularan HIV dan AIDS di Indonesia :)

Change your attitudes NOW!

withpolices Ps: By the way, kampanye ini sama sekali ga rusuh lho dan berlangsung lancar berkat bantuan koordinasi dari bapak-bapak polisi yang mendampingi. Makasih ya pak polisi , lihat dong foto gue sama bapak-bapak polisi hehehehehe

Ps 2: Makasih juga yah buat TBS Indonesia karena udah ngundang temen-temen IMX ke acaranya, khususnya Mbak Ukke,Mbak Site, Mbak Tika, Pak Berto, dan Pak Mora yang udah baik bgt sama gue dan teman-teman :)

lnformasi lebih lengkap tentang program ini silahkan klik www.thebodyshopinternational.com atau www.staying-alive.org.

 

Sudah Sampaikah sosialisasi pilkada ke warga DKI? November 3, 2006

Filed under: fearFactOr — rizka @ 10:00 am

Diiringi suara handphone dari seorang warga Menteng ketika sedang on air, diskusi dimulai dari pesan dan kesan terhadap Pemerintah Daerah yang dilontarkan Effendi Ghazali untuk warga Menteng dan mahasiswa Moestopo yang kali ini datang untuk memeriahkan acara. Suara lantang Wimar Witoelar memecahkan suasana ketika Effendi Ghazali memancing supaya WW berteriak. Sehingga teriakan “IYA, BETUL!” keluar dari mulut WW.

Tamu utama Gubernur Kita sebenarnya ada 2, yang satu adalah ketua DPRD Jakarta yang berhalangan hadir entah karena sakit atau karena apa dan tamu yang kedua adalah Hadar Navis (bukan Narsis?) Gumay (koreksi: Dumay) - Direktur Eksekutif CETRO (Centre for Electoral Reform) atau Pusat Reformasi Pemilu yang adalah sebuah ORNOP (organisasi Non Profit) atau LSM (Lembaga swadaya Masyarakat) yang didirikan dengan tujuan untuk memperkokoh gagasan dan pranata Pemilu serta menyebarluaskan gagasan pemilihan umum yang jujur dan adil melalui pembaharuan Sistem Pemilu.

Kurang puas terhadap Pemerintah Daerah adalah komentar yang dilontarkan oleh warga Menteng dengan banyaknya peraturan-peraturan yang sudah dibuat, tapi kok tidak konsisten dengan peraturan itu artinya peraturan ada, tapi kok tidak dijalankan. Contohnya ya tidak diperbolehkan merokok di depan umum. Si penanya mencontohkan melihat Bung Wimar ngerokok tadi. Duh…salah sasaran, tapi Wimar nyeletuk “bukan saya tuh, saya 10 tahun sudah tidak merokok, mungkin pemilik stasion yang merokok”. Hahahahaha…Akhirnya saat ditanya mengenai kinerja Pemda DKI Jakarta maka jawabannya sama kurang puas, kalangan Warga Menteng memberikan nilai 6-7 dan mahasiswa memberikan 4-5.

Selain peraturan merokok, kembali timbulnya masalah konsistensi. Sudah bagusnya pemerintah membangun busway, tapi kenyataannya di Menteng membangun gedung parkir dan di daerah Jl. Sudirman rencananya juga akan diperlebar, sehingga sepertinya melegalkan kendaraan-kendaraan pribadi. Sehingga warga Menteng dan warga lainnya berharap Pemerintah mengikutsertakan warga dalam perubahan lingkungan. Sarana olahraga juga menjadi persoalan diantara warga, khususnya wilayah Menteng yang hanya memanfaatkan Taman Suropati untuk berolahraga. Dengan spontan WW bilang “dikejar-kejar tentara kalo gitu”. Warga takut kalau Menteng dibongkar dan gak tau mau dibuat apa. Wimar kembali celetuk kalo kemungkinan Menteng akan dibangun stadion Persija. Kalo gitu kita-kita juga bisa maen bola dong…

Diskusi berkembang seru, dengan jawaban dari mahasiswa Moestopo terhadap kurang puasnya kinerja dan hasil dari perintah DKI. Dari satu sisi, hanya kota-kota besar saja yang mengalami kemajuan dan pembangunan. Sedangkan yang dipinggir kota Jakarta, walaupun diberi fasilitas umum namun tidak dijaga secara baik. Komentar menarik dari mahasiswa Moestopo yaitu tentang gedung tua yang dijadikan sejarah dihancurkan, padahal gedung atau kota tua merupakan identitas kota. Kemajuan suatu kota bukan berarti dibangunnya gedung-gedung baru, tapi gedung lamapun akan menjadi cagar budaya. “Kita harus melindungi gedung tua dan orang tua”, kata WW. Setuju!!!

Giliran Hadar N. Dumai mulai bicara tentang Pilkada. Pengalaman mengamati Pilkada langsung yang pertama kali dilakukan oleh pemerintah daerah atau KPUD DKI dengan posisi warga yang kurang memiliki informasi tentang Pilkada adalah harus menjadi masyarakat yang aktif dan tidak terpancing untuk tidak memilih. Rata-rata tingkat partisipasi atau orang yang ikut di dalam Pilkada kurang lebih 69%. Pemilihan nasional pemilihan presiden legislatif 84 %, pemilihan presiden putaran pertama 78%, putaran kedua 76%. Kalau Jakarta pada saat pemilihan presiden 1 dan 2 masih 75% dan 73%. Pada saat pendaftaran, nanti ada kesempatan untuk mengecek apakah benar kita sudah mendaftar dan data kita sudah benar atau tidak. Kalau kita tidak memilih, kita menyerahkan pilihan kita kepada orang lain. Dan itu seringkali yang dipilih adalah orang yang paling tidak kita sukai. “Betul, seperti yang sekarang, eeh…tapi yang sekarang tidak dipilih”, kembali celetuk WW. Jadi kesimpulannya pilih yang terbaik dari yang ada.

Nah, kalau spanduk gimana?

Hadar Dumai mengatakan kalau pemasangan spanduk tidak ada masalah. Masa memperkenalkan diri hanya 14 hari sebelum pemungutan suara. Memilih yang terbaik bukan sekedar hanya tampilannya tapi benar-benar menilai apakah bakal calon ini trade record dan mempunyai keahlian yang baik.

Pembicaraan makin menarik ketika Wimar mengatakan bahwa peraturan Dirjen, gubernur sekarang tidak akan dipilih kembali.

“Bagaimana sih menatap Pilkada ini lebih optimis?” tanya Effendi Ghazali. Hadar Dumai bilang bahwa perlu meninggalkan yang menjadi dasar kekecewaan kita, dan digunakan sebaik-baiknya untuk menjadi warga yang aktif.

Jadi nanti akan ada masa pendaftaran pasangan calon yang akan di cek dan di verifikasi lalu ditetapkan lalu sesudah akan ada masa kampanye. Oleh karena itu, kita perlu modal besar untuk mengetahui siapa mereka-mereka yang rencananya akan kita pilih. Inilah kesempatan untuk mempelajari bakal calon secara aktif. Bad Guy dan Good Guy kembali menjadi point penting di dalam Pilkada ini.

Partai yang sudah menentukan calonnya saat ini yaitu PKS. Ryaas Rasyid menjelaskan untuk komposisi DPRD Jakarta sekarang ini hanya ada 3 partai yang bisa mengajukan calon tanpa harus bergabung dengan partai lain yaitu PKS, PDIP dan Partai Demokrat. Yang sudah resmi sampai hari ini memutuskan calonnya yaitu PKS: Adang Dorodjatun. Hadar Dumai menambahkan kalau calon sudah ditentukan oleh partai politik, kita juga bisa mencari tahu apa yang akan mereka lakukan jika programnya terpilih.

 

Obrolan dan pengerjaan yang gak pernah tuntas October 13, 2006

Filed under: fearFactOr — rizka @ 5:20 am

Dalam tayangan Jak TV, kembali disorot persoalan transportasi, sampah, dan banjir. Penanganan terhadap persoalan tersebut yang tak kunjung selesai juga menjadi pertanyaan dari peserta yang hadir yaitu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia (Fisip UI) dan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi London School of Public Relations (STIKOM LSPR).

Penampilan yang kedua kali ini di JakTV kamis malam, Sutiyoso menjelaskan Jakarta merupakan masalah yang dilematis. Kembali dengan cerita dukanya sebagai gubernur DKI Jakarta selama dua periode [duka melulu deh, emang gak ada sukanya? diumpetin ya?], Sutiyoso mengatakan sebagai pendatang baru untuk hidup di Jakarta, orang tersebut harus mempunyai keterampilan. Btw, dia kan juga pendatang? Ketika Ryaas Rasyid sebagai panelis di acara tersebut bertanya tentang kebijakan apa yang paling sulit, apakah tentang penggusuran? Sutiyoso membenarkan. Dalam penilaian sentral, masalah itu karena urbanisasi. Orang banyak datang ke Jakarta dan pada umumnya Bonek [Bondo Nekat] yang tidak punya ketrampilan dan tempat untuk ditinggali. Akhirnya mereka menjadi pengemis. Keberadaan mereka bisa merusak citra bangsa, tapi kalau mau digusur susah sekali.

Kali ini gue mau protes, tapi mau protes sama siapa? Protesnya gini nih…kenapa sih Anwar Fuadi dijadikan sebagai tamu di acara ini? Gak penting buangeet! Apalagi secara jelas gue melihat sosok makhluk itu berada tepat di depan gue. Waktu gue kecil Anwar Fuadi memang dikenal sebagai tokoh antagonis di film maupun sekarang ini di sinetron. Tapi gak main film atau sinetronpun kenyataannya dia tetap sebagai antagonis. Waduuuh…bukannya negative thinking, tapi kenyataan. Selain Anwar Fuadi sebagai tamu, ada Wanda Hamidah [selebriti dan bendahara PAN].

Celotehan Bung Wimar [panelis] menambah suasana menjadi segar. Terbukti dari acting Saudara Anwar Fuadi memuji Bang Yos sebagai Gubernur yang tangguh karena kursi gubernur itu panas. “Bukan hanya panas tapi juga basah,” celetuk Wimar. Hahahahaha…

Kutipan dari Hayatuddin Mansur dan Daisy Awondatu di Perspektif Online:

“Singkatnya, Bang Yos menyatakan untuk masalah transportasi ia telah membuat program busway yang telah jalan, monorail, subway, dan angkutan air. Semua tranportasi itu akan terintegrasi. Untuk menangani banjir sudah membuat program pembangunan kanal Timur. Sedangkan untuk sampah telah membuat program pengolahan sampah modern seperti di Eropa.

Namun semua itu, kata Bang Yos, banyak kendalanya. Program monorel terkendala tidak ada surat jaminan dari pemerintah pusat (comfort letter) untuk investor yang sudah bersedia masuk menanamkan investasinya, pembangunan pengolahan sampah seperti di Bojong Gede mendapat penolakan dari masyarakat. Sedangkan pembangunan kanal Timur menghadapi kendala harus menggusur pemukiman”.
Catetan tambahan nih buat para cagub yang nanti ikutan pemilihan bahwa untuk menjadi gubernur itu gak gampang. Bisa-bisa yang tadinya ceria biasa gak bisa senyum kayak Sutiyoso karena beban yang kering dan yang basah tercampur semua. Tantangan akan banyak sekali, selain penduduknya yang seperti binatang buas, gubernur mendatang jangan jadi ikutan buas, tapi jangan juga seperti SBY yang super alon-alon. [Hahahahaha...gak nyambung]

 

Dari pintong ke pintong - Hell Yeah! October 7, 2006

Filed under: fearFactOr — rizka @ 7:46 am

Persinggahan terakhir rangkaian book signing Hell Yeah adalah Mall Kelapa Gading. Seneng banget gue bisa mengikuti semua rangkaian road show Hell Yeah dari PIM-Cirebon-Citraland-Depok dan sekarang Mall Kelapa Gading. Semua rangkaian book signing hampir semua dimanfaatkan oleh pengunjung, penggemar WW, penggemar Fira Basuki untuk mendatangi Toko Buku Gramedia yang berada di masing-masing tempat yang Grasindo pilih.

Di Mall Kelapa Gading yang super luas ini, pengunjung mall ramai sekali, begitu pula dengan Toko Buku Gramedia yang berada di lt. 2. Toko bukunya cukup luas juga, orang mondar-mandir untuk membaca buku bersama keluarga, teman atau pacar.

Detik-detik acara dimulai, Mbak Nana Soebianto sang moderator mengajak pengunjung untuk bergabung dan bertanya seputar buku Hell Yeah. Diskusi-diskusi menarik timbul dari pertanyaan-pertanyaan dari pengunjung. Ada yang bertanya bagaimana kelanjutan buku Hell Yeah, mengapa Fira basuki memilih dan tujuan WW menjadi objek, pemerintahan, blogger, mengapa WW mau menjadi juru bicara Gus Dur, resep selalu berpikiran positif di daerah yang negatif sampai kritik tentang buku Hell Yeah yang kurang dengan foto-foto WW.

Seperti biasa, sesi tanya jawab disusul suasana riuh mengiringi book signing dan foto bersama dalam berbagai kombinasi dan pose berbagai gaya.

Setelah acara, buka puasa bersama diadakan di Pizza Hut La Piatzza bersama kru book signing.

Seru nih, selanjutnya pintong [pindah tongrongan] ke PIM 2, tepatnya di Starbucks. Hampir stengah jam kita nongrong bersama DN, WW, FB dan HW.

Abis dari starbucks pintong lagi ama temen-temen kampus di ATGI. Lalu pintong lagi anak-anak kampus ke rumah gue untuk ngopi. Ahhh…pintong melulu.

 

Bikin gue kaya dong… October 2, 2006

Filed under: fearFactOr — rizka @ 4:05 pm

Rabu ikutan tugas di JakTV, SCDB Sudirman. Kali ini gue kembali bertugas sebagai photographer. Hihihihihi…photographer gadungan! Bos besar gue Wimar Witoelar yang rambutnya selalu kribo diminta oleh stasiun TV itu sebagai host pada Dialog Khusus yang topiknya pada edisi kedua ini adalah “Klarifikasi Orang Kaya”. Tampil dalam dialog ini adalah wakil dari KPK [Abdullah Hehamahua], Ahli Ekonom [Aviliani] dan bintang tamu yang besar hati untuk datang diantara 40 orang terkaya versi majalah Forbes adalah Aksa Mahmud, yang sekarang sebagai wakil ketua MPR RI.

Sebelum tiba di JakTV, kami berbuka puasa di foodcourt electronic city. Sambil menunggu waktu yang masih sangat lama, stelah berbuka puasa bersama Bakmi GM, kami pintong alias pindah tongkrongan menuju Auto mall. Areanya ya situ-situ juga, pokoknya gak mau jauh-jauh dari area JakTV. Di auto mall kita mencicipi ice cream banana split di Giuseppe Corica Pastries. Makannya rame-rame. Enak…

Stelah itu, otw ke JakTV deh…Kami langsung masuk ke cafe punyanya JakTV untuk mempelajari script untuk Bos Besar gue, WW. Seperti biasa, gue jeprat-jepret sana-sini. Orang yang lagi bengong gue fotoin aja. Lalu…kami masuk ke ruangan studio, dan satu persatu pembicara mulai berdatangan. Aviliani, Abdullah H lalu Aksa Mahmud.

Pembicaraan dimulai, suasana hening…
Pertanyaan pembuka untuk Aksa Mahmud dari WW “Mengapa Anda bisa kaya?”
Jawabannya simpel banget nih…kata Aksa “Jeli mengambil kesempatan bisnis.”

Aksa mengatakan bahwa hasil kekayaan yang telah dia miliki hingga sekarang adalah hasil kerja keras yang bukan dari fasilitas atau kolosi dengan pejabat pemerintah. Oh iya, ternyata Aksa Mahmud Jusuf Kalla itu kakak iparnya lho. Dan dia bilang kalau Jusuf Kalla tidak menguntungkan buat dirinya si Aksa. Malah dia bilang Bank gak berani memberi pinjaman uang. Lalu dia menambahkan kekayaan dia akan bisa lebih tinggi jika Kang Jusuf tidak menjadi Wapres. Bujug buneeen…

Trus ekonom Aviliani bilang bahwa di negeri ini penangkapan koruptor tidak akan menyelesaikan masalah ekonomi. Nah loh!! Kenapa? Karena di negara lain memiliki pengalaman bahwa pemberantasan korupsi menyebabkan kemandekan ekonomi bertahun-tahun.Hal ini berarti memberikan pengampunan bagi para koruptor-koruptor lama dengan asumsi bahwa mereka akan membawa kembali investasi ke negara ini. Sebuah langkah yang membutuhkan jiwa besar.

Bikin gue kaya dong…kaya hati, kaya iman dan kaya ilmu. Kaya harta juga mau…

 

Awalnya susah mulai, tapi akhirnya susah buat berhenti September 26, 2006

Filed under: fearFactOr — rizka @ 11:06 am

Dulu menulis di buku diary buat ceritain kisah sehari-hari bersama keluarga, temen atau pacar. Buku diarynya ada gembok. Kecil banget. Jadi kalo pulang sekolah, langsung deh curhat di buku. Gak berani dibawa-bawa ke sekolah, karena tiba-tiba suka ada pemeriksaan di kelas. Kan gak lucu kalo gurunya minta kita bacain di seluruh kelas.

Tapi saat ini zaman sudah makin maju. Mungkin buku diary mungkin masih ada, tapi sekarang kebanyakan orang mulai ngeblog lho. Apa sih blog itu?

budi putra and imxers Bersyukurlah gue ketemu Mas Budi Putra di kantor pagi tadi. Dalam diskusi dengan Mas Budi, gue menjadi mengerti lebih luas pemakaian blog, apalagi dengan hilangnya tulisan gue di blog terdahulu. Sampai saat ini belum ketemu kasus hilangnya semua tulisan gue. Kata mas budi, dengan adanya blog siapa saja yang bisa menulis dapat memuat ide dan pandangannya di blog tanpa dibatasi oleh mazhab apakah sosialis, komunis, atau liberal. Lewat blog, kita juga dapat mendebat siapa saja termasuk Bill Gates dan orang akan jenuh dengan media cetak yang ada pada saat ini.

Berita lengkap dialog dengan Budi Putra bisa di klik di www.perspektif.net

 

Hell Yeah di Cirebon September 9, 2006

Filed under: fearFactOr — rizka @ 4:47 am

Diedit kembali oleh Wimar Witoelar
Update: Rizka Nurlita Andi

Di cuaca yang pagi dan cerah di kota Cirebon. WW, Fira Basuki, Sekar [dari TB Gramedia] dan tim IMX telah menyapa masyarakat Cirebon Cung dan Nok [abang dan none kalo istilah di Jakarta] di stasiun radio IS FM 98.1 FM pada pukul 10 pagi untuk ngebahas bersama IS listener buku biografi “Hell, Yeah” Wimar Witoelar yang ditulis oleh Fira Basuki. Seru banget! Apalagi Mbak Nonon sebagai penyiar enak banget ngebawainnya. “Spesial Edisi” sebagai tema yang diangkat pada radio talkshow ini, disiarkan secara live dan interaktif. Segment Radio IS FM adalah kalangan mahasiswa yang biasa memutar lagu pop dan barat. Seperti biasa, pembahasan buku ini seputar sejarah awal dan penulisan buku “Hell, Yeah.” Karena interaktif, pertanyaan dapat dilontarkan melalui telepon dari IS listener dan 3 orang yang beruntung yang mendapatkan buku lain dari Wimar Witoelar.

Hell, yeah, good show! Perjalanan selanjutnya, ada lagi talkshow bersama Radio Suara Gratia Prima 95.9 FM khusus ngobrolin buku ini. Kali ini suara Steve menyapa “keluarga Gratia” yang biasa mereka sebut pendengar setianya untuk mengetahui lebih dekat sosok Wimar Witoelar. Suara Gratia, radio kristiani dengan segment keluarga dan tema “Program Santai” mereka sebut diacara ini. Tak kalah dengan Mbak Nonon, Mas Steve pun membawakan dengan suara yang mmmmmh…keren! Oh iya, Sekar dari TB Gramedia sempet menjuluki WW sebagai “Lanange Jagat” [lelakinya dunia] ketika dia mempromosikan acara kunjungan ke Gramedia hari Minggu. Pertanyaan dari keluarga gratia bermacam-macam, ada yang tanya kegiatan yang WW jalani sekarang, suka duka menjadi jubirnya Gus Dur, soal kejujuran pembayaran pajak sampai pertanyaan lumpur Lapindo.

Langsung meluncur ke Radio Rama yang mempunyai gelombang 100.7 FM. Segmen yang mereka kuasai yaitu kalangan mahasiswa dan bisnis usia 18-45 tahun. Radio ini biasa mengulas resensi buku. Mbak Yulis sebagai pembawa acara kali ini. Sama, enak didenger suaranya. Supel orangnya, ketawa melulu. “Insan Rama” mereka biasa menyebutnya. 4 orang bertanya via telepon dan mereka juga mendapatkan buku WW yang diambil di TB Gramedia Cirebon.

Cirebon FM ini merupakan jaringan Bens Radio (didirikan Benjamin S.) dengan segment umum yang biasa memutar musik dangdut dan tarling, budaya khas Cirebon. Ozat dan Rudy adalah penyiar kocak tapi serius yang ditunjuk menemani Diajeng Fira dan Kang Wimar di studio yang bagus.

Pertanyaannya bermacam-macam diberikan oleh mereka, banyak seputar nyambungnya Fira dan Wimar dan sikap hidup Wimar. Akhir acara, bersama kru Radio Cirebon kita ngobrol-ngobrol dulu. Dan yang lebih terharunya lagi, ada penggemar yang bernama Pak Dadang minta tandatangan dari buku Menuju Partai Orang Biasa, kumpulan artikel koran kompas yang diterbitkan tahun 1999. Wuiiiih…buku mahal tuh, udah jarang banget ditemuin.

Lalu acara chit-chat selanjutnya tukeran souvenir yang dimulai dengan pemberian kaos “Superben” yang paduan gambar kaosnya terdapat foto Benyamin S dan logo Superman. Bagus banget kaosnya, bisa beli dimana lagi sih? Lalu dari WW memberikan 3 buah buku A Book About Nothing dan 2 kaos Wimar Inside. Waah…jadi tuker-tukeran souvenir deh.

Balik ke hotel, semua terlihat lelah…tapi seneng. Eittsss…kita mampir nasi jamblang lagi di depan Mall Garage. Makan sebentar, baru balik ke hotel. Duuuh…senangnya. Hari ini acara sukses dan kita semua menikmati.

Update 10 Sep siang: Wimar Witoelar

Minggu, pagi, kunjungan ke DB FM yang mempunyai afiliasi dengan Delta FM di Jakarta. Pemandu Fey sangat siap dengan materi baik mengenai Fira Basuki maupun mengenai buku ‘Hell Yeah.’ Telpon dan sms datang dari berbagai pihak, malah dari pemandu talk show malam sebelumnya. Salah satu surprise yang ditunjukkan Fey adalah artikel ‘Radar Cirebon’ yang melaporkan kunjungan ke Radio Cirebon FM.

kejadian asyik di DB FM ini adalah, ketika crew DBFM sama-sama dengan team IMX membuka Perspektif Online dan melihat langsung hasil kerja kita dua hari ini.

update 10 September malam oleh Rizka Nurlita Andi

Setelah radio talk show di DB FM, acara pokok di Toko Buku Gramedia di lantai 3 Grage Mall sudah disambut penggemar jaug sebelum jam mulai 13:00.Acara dibuka oleh pasangan MC Sekar Tyas Nareswari (spv Penjualan dan Promosi dari Gramedia) dan Ufill, dengan pembahas Em Johar dari koran Radar Cirebon. Penonton membludak jauh melebihbi kapasitas kursi, dan mengikuti dengan berdiri di sela-sela rak buku jualan didampingi anggota tim IMX. Moderator memberikan kesempatan bertanya langsung, yang digunakan sepuluh orang dalam waktu yang tersedia sampai jam 15:00. Jenis pertanyaan beragam, dari mulai proses pembuatan buku ‘Hell Yeah’ sampai kepada isu pluralisme, keprsedinan Gus Dur dan sejarah reformasi.

Surprise besar pada acara ini adalah penyuguhan lagi ‘Hell Yeah’ oleh penyanyi Gramedia, Luthfi, dengan iringan organ, akustik gitar dan back-up vokal. Top meriah, kemudai bergantian dengan nyanyian aslio dari Neil Diamond dan lagu penghubur dari Luthfi menyertai penandatangan buku dan foto bersama.

Selesai dan sukses rangkaian acara di Cirebon. Terima kasih pada toko buku Gramedia, dan untuk keseluruhan acara kepada stasion radio IS FM, Suara Gratia, Radiorama, Cirebon FM, DB FM. Terima kasih kepada kawan baru Antonius Susanto yang menjadi volunteer guide seputar kota Cirebon. Anton yang baru saja menjadi Sarjana Hukum mudah dikenal di foto dengan fisiknya yang katanya menjadi inspirasi untuk WW, sama seperti Ade Rai yang masih saudaranya.

Terima kasih, Cirebon. Hell yeah!!

 

Cerita ringkas kunjungan Anita Roddick di Indonesia April 12, 2006

Filed under: fearFactOr — rizka @ 4:52 am

Anita Roddick and imxersFfffuuuiiih…akhirnya hari ini gue bisa bernafas lega kembali. Karena event kedatangan Anita Roddick di Indonesia selama 4 hari [1-4 April 2006] sudah selesai. Capeknya memang belum habis sampai hari ini, tapi senengnya akan ada di hati kita selamanya. Hebat!!!

Sabtu, 1 April 2006

Pukul 20.00. Dion dan Rizka mencari pena untuk book signing di event Anita Roddick. Pilihannya pada malam itu hanya bisa dicari di PIM 1. Tiga toko perlengkapan kantor didatangi. Office 2000, Gramedia dan Gunung Agung. Tetapi yang banyak pilihan dan terlihat sedikit bagus hanya ada di Gramedia. Kita sepakat untuk membeli satu buah pena perak berukir.

Pukul 22.00. Bersama dengan Dion, Elsa dan Susy, dari kantor kita pergi dengan menggunakan taksi menuju ke Hotel Shangri-La. Sebagian temen-temen sudah ada di hotel, untuk persiapan estafet besok.

Pukul 23.30. Persiapan venue. Ribet juga deh ternyata…Venue yang kita besok pake ternyata masih dipakai ama perusahaan lain. Dinner gathering. Jadi kesempatan pasang backdrop setelah acara gathering selesai.

Minggu, 2 April 2006

Pukul 01.20. Vendornya Pak Jeje si mas ronald bacdrop dateng, tapi masih tertahan di ruangan bawah. Urusin surat masuk yang suka bertele-tele.

Pukul 01.00. Mulai mendirikan backdrop, multimedia dan persiapan venue. Cuapeek…banyak urusan yang sepele ternyata tidak boleh dianggap sepele.

Pukul 02.00. Pasang 6 hanging banner di ballroom A. 3 sebelah kanan dan tiganya lagi sebelah kiri. Butuh perjuangan untuk pasang 6 banner itu. Pake tangga kereta, yang naiknya pake mesin. Pengen sih sebenernya ikutan masang, tapi takut jatuh.

Pukul 03.00. Masih mengawasi pekerja hotel dan backdrop untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

Pukul 04.00. Merem sebentar. Kira-kira 1/2 jam gue tidur di ruang VIP room. Lumayan.

Pukul 04.30. Bangun, cek lagi. Tapi gak pengaruh juga ada gue. Sami mawon.

Pukul 05.00. Tampang udah lecek, sebenernya sih juga udah lecek and kumel dari kemaren. Blom mandi lagi dr kemaren.

Pukul 06.00. Mulai panik, karena backdrop satunya yang di depan ballroom blom selesai. Multimedia masih check sound. Temen-temen yang gak nginep dan berangkat dari rumah mulai berdatangan. Dan gue? masih blom tidur pulas.

Pukul 06.30. Mandi

Pukul 07.00. Selesai. Seperti biasa, kalo gue ada di hotel gue gak bisa boker.

Pukul 07.30. Persiapan event. Kesimpulan: Kagak tidur!!!

Pukul 08.00. Cek ruangan untuk media interview Tempo di VIP room

Pukul 10.30. Gue ikutan pergi Store visit di PIM 1. Wuuuh…si Anita Roddick kalo jalan udah kayak terbang aja. Blesss…tiba-tiba hilang. Setelah selesai acara, panitia makan siang pake nasi goreng GM. Makannya di mobil, berdua ama Mbak Widya.

Pukul 13.00. Udah ada di Shangri-La lagi.

Pukul 13.30. Persiapan venue selanjutnya yaitu Staff Forum. Topiknya: Entrepreneurial Journey. AR speech: Merchants of Vision. Ada tarian Bali dan tarian Saman dari para staff The Body Shop. Not bad…

Pukul 15.15. Media Interview dengan Majalah Femina. Tapi sebelumnya cek ruangannya dulu di VIP room.

Pukul 17.00. People Gathering. Ada kejadian yang menyebalkan. Gue dimarah-marahin ama nenek lampir. Iiih…amit-amit jabang bayi. Najis tuh orang. Kasian…mau jadi peran antagonis di sinetron gak kesampean. Mending jadi tiang listrik aja kaleee…

Pukul 21.00. Akhirnya gue bisa pulang…

Pukul 22.00. Sampe di rumah. Tapi…ada sodara jauh dateng dari Surabaya. Waks…ngobrol-ngobrol dulu dong. Padahal mata gue udah 2 watt.

Pukul 23.00. Tidur.

Senin, 3 April 2006

Pukul 08.00. Cek venue di Restaurant Satoo, private room, Medianya Kompas

Pukul 09.00. CSR Forum: Business Us Unusual. Rame, yang dateng CEO-CEO penting gitu. Moderator Felia Salim, speakersnya Faisal Basri and Kamala Chandrakirana trus closing remarks Rachmat Witoelar. Hebat euy!

Pukul 11.30. Lunchion Meeting. Yang dateng juga orang-orang ngetop. Ada Baby Jim Aditya, Hermawan Kartadjaya, Kamala Chandra Kirana, Myra Diarsih, Jajang C. Noer, Dubes Inggris, dll. Moderator…Wimar Witoelar.

Pukul 13.15. Media interview with Delta FM.

Pukul 14.30. Sebagian temen-temen berangkat duluan ke Metro TV

Pukul 15.00. Karena acara di venue ball room A sudah selesai, gue ama maro mulai beres-beres dengan banner dan backdrop yang siap untuk dibongkar. Jadi sambil senam lantai bertiga dengan maro and elsa menggulung 3 banner yang ukurannya lumayan besar. Udah kayak hotel sendiri…hehehehe.

Pukul 16.00. Gue and Maro berangkat belakangan ke Metro TV karena kudu ngurusin venue dan bla…bla.

Pukul 19.00 lebih. Talk Show Anita Roddick, Up Close and Personal. Gue gak bisa masuk studio, karena gue jaga di meja registrasi. Hiks…Oh iya, gue ketemu Iwa lho. Cerita-cerita sedikit ama Iwa.

Pukul 21.00. Acara selesai, setelah itu bersama rombongan makan bakso lapangan tembak di ITC permata hijau.

Pukul 22.00. Kembali ke Shangri-La. Gue nginep lagi. Gak pulang.

Selasa, 4 April 2006

Pukul 07.30. Persiapan di private room, Satoo restaurant untuk media interview bersama The Jakarta Post.

Pukul 10.00. Sekalian check out-in ama Wulan and Maro. Kita-kita pergi ke event selanjutnya yaitu ke kantornya Komnas Perempuan

Pukul 13.00. Dari Komnas Perempuan kembali menuju store visit di Plaza Senayan. Nebeng dengan Mbak Atiek yang baik dari Majalah Femina. Ada juga media dari Female ada diantara kita. Di tengah jalan Diponegoro terjadilah kecelakaan yang sangat tidak kita harapkan. Wartawan Female yang tidak saya sebutkan disini tertabrak motor ketika turun dari mobil. Waduuh…gue melihat semua kejadian [kecuali pas tertubruk]. Ketika dia terpental, dan ketika motor itu jatuh dan tertabrak pohon besar. Bingung mau berbuat apa…apalagi berbicara. Cepet sembuh ya mbak…

Pukul 13.00. Sampai juga di Plaza Senayan. Inilah akhir dimana detik-detik berurusan dengan eventnya Body Shop berakhir.

Pukul 14.00. Di foto bareng ama Anita Roddic. Mmmh…biasa aja. Siapa sih dia? Hehehehe…

Pukul 14.30. Makan di food court Plaza Senayan. Namanya apa ya? Lupa ah…Bersama team InterMatrix. Good team…trust me!

Pukul 15.00. Balik langsung ke kantor. Ooooh….syenangnya!!

Pukul 18.00. Pulang…lalu tidurrrrrrr. Zzzzzzzz….zzzzzzz….zzzzz. Pulessss….

Siap dengan event selanjutnya.

 

We are the champion March 18, 2006

Filed under: fearFactOr — rizka @ 6:48 am

gede euuyy

………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………….
Teman-teman…jadi kapan nih kita naik gunung gede?

Kalimat di atas adalah sebait dari cerita blog sebelumnya yang berjudul “aint the mountain high enough”

Ceritanya begini…[kejadian tgl 12 Maret 2006]

Seminggu yang lalu gue bersama teman-teman kantor [Susy, Maro, Dion dan Haris] merencanakan naik Gunung Gede. Persiapan sudah hampir 100%. Kompor gas nyokap gue, carriel, sleeping bag, sandal dan sepatu gunung, lampu badai, senter, jacket, topi kupluk dan keperluan naik gunung lainnya [yang pasti camera dong hehehehe]. Awalnya sih gue pikir bakalan gak jadi, hanya main-main…

(more…)