Spirit of Me

Free love? As if love is anything but free. Man has bought brains, but all the millions in the world have failed to buy love. – Emma Goldman

Hotel Tugu Malang yang menawan October 21, 2009

Filed under: fearFactOr, jaLan-jAlaN, mySouL — rizka @ 3:37 pm
Tags: , , ,

Tak terhitung sudah berapa kali saya ke kota Malang. Kota yang dijuluki kota Apel ini memiliki kesejukan yang menurut saya tiada tara. Beruntung sekali masih banyak kerabat saya yang masih tinggal di kota Malang ini. Kebetulan bapak dan ibu saya bertemu dan menikah di kota ini. Jadi kalau istilahnya mudik Lebaran, ya kota Malang inilah yang menjadi tujuan utama kami untuk pulang kampung.

Terus terang, kalau yang namanya ke Malang itu gak pernah yang namanya jalan-jalan ke tempat wisata kota Malang. Padahal banyak sekali tempat wisata di kota ini. Itu semua karena waktu yang sempit untuk bisa jalan-jalan keliling kota Malang. Transportasi menggunakan mobil pribadi dan pulang-balik memakan waktu 4 hari. Total di Malang hanya 3 hari, dan itu semua saya sibuk mengunjungi semua keluarga di Malang.

Tapi kali ini saya sangat beruntung. Setelah sekian lama gak pernah jalan-jalan di kota Malang, kunjungan kali ini bisa merasakan yang namanya jalan-jalan. Tugas dari kantor mengantarkan saya mengunjungi kota ini kembali. Bersama Mbak Widya temen satu kantor, kami ditugaskan untuk mengikuti KAS Partner Conference dengan tema Democratization Experience: 20 Years Reunification, 10 Years Reformasi, 10 Years Independence di Hotel Tugu Malang dilanjuti seminar perempuan di hari kedua berikutnya.

Menurut ibu saya, dulunya Hotel Tugu adalah hotel mewah, walaupun sekarang memang masih mewah. Yang bisa menginap disana hanya orang elit atau kaya raya atau kalau kata bos saya, orang ningrat. Banyak hotel yang menjual kemewahan. Tapi hotel tugu Malang selain menjual kemewahan, hotel ini menjual daya tarik tamu yang mampir di hotel ini. Hotel Tugu menyajikan hal itu melalui perabotan, lukisan dan benda-benda sejarah yang tersimpan rapi dan bersih disetiap sudut hotel. Pesona yang dipancarkan dari Jl. Tugu seolah bertolak belakang dari modernsasi.

Tak ada yang bisa menceritakan secara penuh tentang sejarah Hotel Tugu pada saat itu. Saya hanya bisa meraba saksi bisu sejarah ratusan tahun yang lalu. Perpaduan nuansa Jawa, Belanda dan China menjadi sentuhan di Hotel Tugu. Diyakini, tidak akan pudar untuk dinikmati sepanjang zaman anak dan cucu kita kelak.

Ketika saya mencari ruangan untuk acara dinner bersama teman-teman dari Konrad Adenauer Stiftung, saya tersesat disuatu ruangan berukuran 7 x 8 meter. Masuk di ruangan tersebut terasa ada unsur magis didalamnya. Masih saya pandangi banyak foto dan guci tersusun rapi di lemari-lemari kayu jati kuno. Walaupun saya masih terasa ada yang aneh, saya berusaha untuk tetap tenang. Yakin ruangan tersebut bukan yang saya maksud, saya berbalik arah untuk keluar dari ruangan tersebut. Dan, ups…!!! terpampang foto berbingkai wanita berambut panjang. Duh, kaget banget, tapi sebenernya takut juga sih…Dibawah foto tersebut tertuliskan nama Oei Hui Lan. Konon sang ayah yang bernama Oei Tiong Ham merupakan raja gula di Asia Tenggara yang begitu tersohor. Karena kepiawaiannya mengelola bisnis gulanya itu, menjadi cikal bakal berdirinya pabrik gula Krebet di Malang. Serpihan kejayaan Oei Tiong Ham diperkuat dengan berburuan Anhar terhadap barang-barang peninggalannya.

Ruangan 7 x 8 meter ini disebut ruang Rajaharum. Diruangan ini, satu set meja dari kayu model klasik tradisonal yang dahulu biasa digunakan Oei Tiong Ham untuk memimpin rapat bersama dengan saudagar kelas dunia terkait bisnisnya berhasil didapat dari Semarang. Satu set meja tersebut diletakkan tepat di tengah-tengah. Pak Anhar inilah yang menemukan meja tersebut karena memiliki cita-cita luhur ingin mengingatkan kembali pada sejarah yang terlupakan. Meja sejarah itu pun bebas dimanfaatkan para sekadar untuk bercengkerama dan makan.

oei hui lan Kembali ke cerita lukisan Oei Hui Lan, sang putri dari Oei Tiong Ham. Lukisan yang berukuran 1 x 1,5 meter itu memang mampu memberi kesan lain begitu melihat setiap detilnya. Setelah saya kembali esoknya ke ruangan Rajaharum, Setiap melihat lukisan ini bulu kuduk bisa merinding. Aura seninya begitu kuat. Mistik tapi indah untuk dilihat. Tak bisa terlalu lama saya melihat lukisan tersebut, karena bisa membuat bulu kuduk berdiri.

Dari keterangan google yang saya dapatkan, Oei Hui Lan merupakan putri kesayangan Oei Tiong Ham. Sang putri ini yang selalu setia mendampingi ayahnya dalam menjalankan bisnisnya. Termasuk menjadi penterjemah ketika ayahnya pergi ke Eropa. Sayang lukisan tersebut tidak tercantum nama si pelukis.

Ada lagi ruangan yang membuat saya kagum kembali. Saat melangkah di Endless Love Avenue to The Sahara, sebuah lorong cinta yang bergaya arsitektur era kerajaan Mesir dengan didukung temaram cahaya yang menimbulkan kesan romantisme.

Oh iya, di lt. 2 kalau gak salah ada sebuah peta asli rencana tata kota Shanghai yang diterbitkan North China Daily News and Herald Limited pada 1928. Peta ini berukuran satu meter persegi dan terpajang di salah satu dinding. Sayang, saya gak sempat foto peta tersebut karena saya selalu menunda-nunda kesempatan, akhirnya terlupakan mengambil foto kembali.

Jika ke Malang, saya akan sempatkan mengunjungi kembali Hotel Tugu….

 

Sekali Berlayar, Empat Pulau Kudatangi May 14, 2009

Filed under: fearFactOr, jaLan-jAlaN — rizka @ 6:41 pm
Tags:

kepulauan seribu Horeee!!! Gue jalan-jalan lagi…kali ini gue jalan menuju kepulauan seribu bareng temen-temen yang luaaarrr biasa hebatnya. Nginep sehari sabtu-minggu dan mendirikan tenda di pinggir pantainya Pulau Untung Jawa. Dari Muara Angke, bersama kita menuju ke kepulauan seribu dengan 2 perahu. Tapi sayang, alat safety-nya kurang. Hanya beberapa orang yang mendapat jaket pelampung. Tapi alhamdulillah kita semua selamat tak kurang satu apapun. Mungkin lain kali kalau mau mengadakan lagi, Event Organizer lebih memperhatikan keselamatan peserta.

Selama kita berkemah di Pulau Kampung Jawa, semua peserta mampir ke pulau-pulau yang saya tulis dibawah ini. Yang paling mengesankan di pulau Onrust. Banyak puing-puing sejarah yang ditinggalkan oleh Belanda dan menjadi saksi bisu. Yang paling menyedihkan yaitu pulau-pulau yang kurang dirawat dan sampah di tepi pantai yang ikutan bersandar. Mau coba membantu apa ya? masih bingung. Masa sih sampahnya dibawa lagi ke Jakarta, nanti pas dibawa ke Jakarta, sampah menepi lagi di pulau-pulau utara tsb.

Kesan ikut jalan-jalan ya asyik-asyik aja, walaupun masih ada kurang sana-sini, khususnya si EOnya. Kelamaan nunggunya…kurang koordinasi dengan peserta. Yang paling bete pas kita berada di Pulau Rambut. Hampir 2 jam lebih kita bingung harus menunggu kapal yang akan menjemput kita untuk kembali ke Pulau Untung Jawa. Membayangkan kita terdampar di pulau yang masih ada biawak, burung, ular dan binatang liar lainnya. Thank God, akhirnya kita dijemput juga untuk kembali pulang ke Jakarta. Tapi, karena gak ada rundown, saya dan beberapa teman hampir tertinggal. Hahahahha…saking kelamaan nunggu, kita bernarsis ria dengan foto-foto dulu. Lari-lari deh ngejar perahu…sampe ngos-ngosan.

Dari info yang gue dapet dari Google, inilah cerita pulau-pulau yang gue datengi:

Pulau Onrust

Pulau Onrust memang punya sejarah yang panjang, terutama berkaitan erat dengan sejarah Jakarta tentunya. Letaknya yang tidak jauh dari daratan Jakarta harusnya membuat Pulau Onrust memiliki daya tarik tersendiri dari sisi sejarah.

Dimasa kemerdekaan, Pulau Onrust dijadikan rumah sakit karantina bagi penderita penyakit menular. Juga pernah dimanfaatkan sebagai penampungan gelandangan dan pengemis juga latihan militer. Tahun 1968 Pulau Onrust dijajah habis-habisan sehingga bangunan-bangunan bersejarah lenyap menyisakan puing-puing saja. Pulau ini kemudian diubah fungsinya menjadi karantina haji di tahun 1911.

Setelah itu Pulau Onrust menjadi sepi. Onrust yang berarti sibuk, harusnya tidak pantas disandang pulau ini. Walaupun sekarang pulau ini sepi, jejak-jejak kesibukannya masih bisa ditelusuri. Bekas-bekas fondasi bangunan menyisakan kepiluan yang menyesakkan. Di Pojok Pulau masih dijumpai pekuburan Belanda dimana jasad Maria dikuburkan. Maria sangat dikenal karena ia satu-satunya penghuni kuburan ini yang masih bisa dilacak keberadaannya melalui prasasti yang ditinggalkan. Konon, gadis Belanda yang meninggal muda di Hindia Belanda masih menampakkan sosoknya di malam hari.

Kalau Pulau Onrust dipugar atau setidaknya direkontruksi. Saya yakin, bangunan-bangunannya akan mampu memberi gambaran yang utuh bagaimana kesibukan di Pulau Onrust dulunya. Juga bagaimana pentingnya pulau yang terabrasi oleh gelombang lautan ini bagi kerajaan Belanda dulunya. Juga babak-babak penyerangan ke daratan Jakarta yang membuat Belanda makin menancapkan kuku-kukunya negeri ini. Pemerintah kita nampaknya tidak pernah mau serius pada masa lalunya dan tidak peduli dengan pelajaran sejarah serta pentingnya masa lalu. Maka jadilah sejarah mati di Pulau Onrust dengan sampah-sampahnya.

Pulau Kelor

kepulauan seribu Dari kejauhan hanya berbentuk bulat menyerupai cerobong asap pendek di tengah lautan. Tidak terlihat tanah di pulau ini. Hanya ada hamparan pasir putih yang seakan-akan menyembul dari permukaan laut. Sesungguhnya itulah daratan dari Pulau Kelor.

Pulau Kelor tidak memiliki dermaga sehingga menyulitkan kapal/ perahu merapat di pulau ini. Sisa-sisa dermaganya memang ada tetapi tidak adanya perawatan membuat sembilan puluh lima persen rusak. Akibatnya, dermaga tidak bisa sama sekali digunakan. Kalaupun ingin merapat ke pulau ini, harus pagi hari atau setidaknya sebelum tengah hari. Kabar yang pernah saya dapatkan adalah posisi pantai tidak memungkinkan didarati bila gelombangnya besar. Kapal bisa membentur bagian pulau yang berisi batuan-batuan pemecah gelombang atau menghantam dermaga yang rusak. Bisa juga kapalnya terjungkal karena adanya gelombang tidak memungkinkan bagian depan kapal menyentuh pantai berpasir di daratan pulau.

Kelor tetaplah sebuah pulau kecil yang eksostis. Pulau yang dari kejauhan yang memperlihatkan kemegahan benteng Martellonya ternyata menyimpan daya darik tersendiri untuk mengunjunginya. Semoga dalam pelayaran yang akan datang, saya akan sempat menginjakkan kaki di pulau kecil yang menarik ini

Pulau Cipir/Kahyangan

Pulau ini seperti “gudang” pulau onrust. Jika ada barang yang tak muat ditampung atau jumlah pasien sudah overloaded di onrust, maka akan dikirim (diinapkan) di cipir.

Waduh data tentang pulau cipik kurang nih, ada yang mau nambahin gak?

Pulau Rambut

Pulau ini menyimpan beraneka ragam rahasia alam. Pulau Rambut sendiri sebenarnya adalah pulau yang ditutupi hutan hujan tropis. Sebagian berawa dan terendam air jika pasang tiba. Tetapi tempat ini patut dijelajahi karena ini adalah tempat favorit para biawak. Biawak yang hidup dari memangsa telur dan anak burung memang hidup di rawa-rawa ini. Kalau kita beruntung, biawak-biawak sepanjang dua meter masih terlihat di sini. Selain rawa-rawa, jangan melewati kesempatan untuk memanjat menara pemantau burung. Aneka burung akan mudah dilihat dari ketinggian. Bagi pecinta fotografi, menara ini menjadi tempat yang paling menyenangkan untuk mengabadikan burung-burung terbang.

Pulau Untung Jawa

Pulau Untung Jawa terletak di sebelah barat Teluk Jakarta. Dari Jakarta bisa ditempuh dengan kapal penyebrangan satu sampai satu setengah jam.

Pulau Untung Jawa memiliki luas yang memadai untuk dijelajahi. Di dekat pelabuhan terdapat tempat yang dirancang pemerintah setempat sebagai tempat wisata. Masuk ke dalamnya akan ditemui masjid dan tempat-tempat wisata.

Para pemancingpun tidak harus jauh-jauh melemparkan kailnya. Cukup memancing di dermaga, ikan-ikannya cukup memadai.

Sayangnya Pulau yang terletak dekat dengan daratan Tangerang ini cukup dibombardir oleh sampah daratan. Di beberapa bagian pulau, sampah-sampah itu menyangkut di pohon-pohon bakau. Sebuah pemandangan yang tidak mengenakkan dilihat mata.

Suasana pulau yang berbeda dengan daratan membuat kita melupakan sedikit ketegangan akibat bekerja selama seminggu. Tapi jangan lupa, kalau menginginkan Pulau Untung Jawa bersih dari sampah, kurangi sampah dengan membuang pada tempatnya. Kalau perlu sampah-sampah yang kita temui selama keliling di Pulau Untung Jawa, dimasukkan ke dalam keranjang sampah. Dengan demikian kita sudah berandil menjaga lingkungan. Sederhana bukan?

 

Kemah Pelangi: Say hello to Rancaupas December 9, 2008

Filed under: fearFactOr — rizka @ 9:22 am
Tags: , ,

Diajak camping lagi di Rancaupas? Jawaban saya adalah: tidak ada keraguan untuk balik lagi ke sana. Karena Rancaupas sangatlah indah dan mengesankan.

rancaupas Rancaupas adalah bumi perkemahan sebelah selatan dari Kota Bandung. Kawasan puncak ini sering dipakai oleh pecinta alam sebagai area berkemah. Areanya sangat luas dan dipenuhi oleh rawa dan hutan yang cukup lebat.

Saya berangkat bersama rombongan INDONESIA BERTINDAK yang dipimpin oleh sepasang suami istri Iwan Esjepe dan Indah Esjepe dalam rangka acara Kemah Pelangi. Dari parkir timur senayan kami berkumpul pukul 22.00, dan berangkatnya sejam kemudian dengan bis. Ternyata gak perlu cuti, karena berangkatnya malem, dan dari kantor sorenya saya bisa langsung cari-cari keperluan di Melawai Plaza, udah gitu saya juga sempat makan nasi goreng di pinggirnya jalan Melawai.

Perjalanan melawai-parkit dilalui dengan taksi. Heran deh, masa si sopir taksi gak tau Parkir Timur, mmmh…dan yang lebih memalukan lagi saya juga ragu-ragu menjelaskannya. Akhirnya nanya ke mbak decyca deh. Alhamdulillah akhirnya saya mengerti dan bisa bertemu bis dan rombongan.

Setelah berkenalan dengan teman-teman lain, saya jadi punya banyak teman baru. Ada beberapa sih yang lupa namanya, ya kan tau sendiri, saya tuh orangnya suka pelupa. Maaf banget ya…
Jika mau bermalam di rancaupas, jangan lupa membawa jaket tebal, kaos kaki, sarung tangan dan sleeping bag. Karena kalau ada yang gak bawa, brrrrrrrrr….sangat dingin sekali. Karena suhu udara di malam hari bisa mencapai 10 derajat celcius dan bisa bertambah dingin menjelang pagi. Alhasil, selama di lokasi perkemahan jika malam sudah datang, saya ngumpet aja di dalam tenda. Abisan dingin banget siih…saya berterimakasih sama mbak decyca (lagi) yang mau minjemin sleeping bag buat saya.

rancaupas Esok harinya kami berkunjung ke kawah putih, gunung patuha ciwidey. Ternyata…oh ternyata….kawah putih yang saya lihat, ibarat surga yang tercecer di bumi Indonesia kita ini. Bayangan saya selama ini yang saya lihat di majalah-majalah, ternyata kawah putih jauh lebih indah. Mulai dari warna airnya, bebatuannya, warna langitnya sampai tebing-tebing yang mengelilingi kawah sangatlah detail dan indah. Begitu banyak inspirasi sudut-sudut gambar membuat saya membuat bidikan kamera di kawah putih yang angker dan berwibawa ini. Sangat luar biasa…

Lanjut cerita kali ini tentang strawberry di rancaupas. Sebelumnya saya ibarat anak kecil yang baru mengetahui pohon strawberry, betapa senangnya melihat langsung kebun luas disana. Dengan teman berlomba dapet strawberry yang merah, besar dan segar.

Ada beberapa lokasi yang belum saya datangi seperti danau Situ Patenggan, tempat syuting film2 box office Indonesia seperti My Heart, Butterfly, dll.

OK deeeh…Rancaupas, aku akan datang lagi!!

rancaupas

 

Pesta Blogger 2008: for fun, for community November 22, 2008

Filed under: fearFactOr — rizka @ 2:51 pm

“Blog telah diterima oleh masyarakat Indonesia sebagai media baru yang efektif untuk membantu menjalin komunikasi antara individu dengan dunia luar”, itulah pesan yang diucapkan Wicaksono, Ketua Panitia Blogger 2008 ketika memberikan sambutan di ruang auditorium BPPT.

Gak nyesel deh ngikutin acara pb2008 ini. Selain sebagai ajang kopi darat blogger-blogger tanah air, ternyata pesta kali ini pesertanya membludak naik dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Dengan mengangkat tema Blogging for Society, pertemuan nasional ini bertujuan sebagai forum alternatif untuk saling tatap muka secara langsung, bertukar informasi dan memperluas jaringan anggotanya. Luar biasa…

Tak heran jika para komunitas blogger datang untuk meramaikan pb2008 secara meriah. Ada komunitas dari Palembang, Kalimantan, Makassar, Bogor, Jogja, Bali dan kota lainnya. Perjuangan mereka ternyata besar sekali dan banyak yang berharap perayaan pb selanjutnya bisa diadakan di kota-kota mereka. Wah…wah…kalo gitu, saya bisa ikut lagi gak ya? Mudah-mudahan tahun depan masih menjadi PO angel lagi :)

pb2008

Di pb2008 ini saya banyak ketemu teman-teman. Selain melda dan karin, ada satya dan kania. Ada juga teman-teman lain yaitu imanzah, thea dan ogy, martin manurung dan viking karwur. Trus ada juga para fan saya yaitu iman brotoseno, jerry aurum dan raditya dika yang ikut memeriahkan sebagai pembicara dalam break session pb2008. Please deh, jangan pada ge’er yaah dibilang “fan”nya rizka…Ooh iya, ada mbak henie temen blog yang sebelumnya belum pernah bertemu. Mbak henie ternyata pernah comment di blog saya, met kenal ya mbak henie….

Diskusi break session yang saya ikuti yaitu “menjadi photographer handal”. Sempet bingung juga sih dengan break sessionnya si raditya dika tentang “mari menjadi blogger yang kreatif”. Dua-duanya sangat menarik. Sorry ya dik, gue rasa kita keseringan ketemu, nanti gue bisa bosen sama loe. Eiits…kebalik ya? Btw, gue seneng banget bisa foto bareng sama loe dik…hehehehe. Loe ternyata masih gokil getooooh…

“Sebuah blog terasa lebih kurang penyampaiannya jika tulisan tersebut tidak disertakan beberapa buah foto” pesan dari sang moderator Iman Brotoseno dalam awal break session tersebut. Selain Jerry Aurum sebagai pembicara, ada Angelie dari canon, Oscar Matullah dari photographer.net dan Christu Pasaragih dari kompasiana.com yang melengkapi bahan perbincangan pada saat itu.

Menurut Jerry, sebelum menulis di blog, tulisan tersebut harus jelas apa tujuannya apa dan tulisan yang disampaikan harus jujur. Hasil foto Jerrypun dipasang dalam blognya jerry aurum. Dan teknis photography yang dipasang di blognya jerry harus berkaitan dengan isi cerita di blognya tersebut berdasar kunjungan dia di pelosok Indonesia maupun di luar negeri. Salut dengan hasil-hasil fotonya jerry…Ada lima teknik foto yang dipakai saat ini, yaitu fashion, product, arsitektur, human interest dan scanning photo. Yang menarik dari Jerry, dia bilang jika ada pihak yang memplagiat foto kita, anggaplah itu bentuk pujian yang paling harum. Wah, bener juga ya…berarti foto kita dianggap keren jika ada orang yang memplagiatkan foto.

“Kreatifitas adalah seni yang tidak ada kepastiannya” itulah kalimat penutup dari Oscar Matullah. Memang benar bang…hidup di dunia pun kita tidak pernah ada kepastian. Duh, kok jadi serius gini sih…tapi di pb2008 ini, selain saya beruntung bisa datang dan bertemu teman-teman, saya ternyata mendapatkan doorprize kain batik! Hehehe…lumayan, buat masa depan. Lho?

 

Yes! Obama menang! November 7, 2008

Filed under: fearFactOr — rizka @ 9:25 am

obama Obama merebut sedikitnya 349 suara electoral college, jauh melampui jumlah minimal yang dibutuhkan untuk menang, yakni 270.

Foto waktu acara Indonesia’s Obama Celebration di Bellagio Boutique Mall.