Spirit of Me

Free love? As if love is anything but free. Man has bought brains, but all the millions in the world have failed to buy love.

Long Road To Heaven, Tidak ada jalan pintas ke surga February 9, 2007

Filed under: bla..bla..bla, jaLan-jAlaN — rizka @ 9:13 am

Oleh Maro Alnesputra & Rizka Nurlita Andi

Jam menunjukkan pukul 18.45, ketika 2 pasang mata mulai menonton film Long Road To Heaven. Rentetan gambar dan dialog seakan menemani derasnya hujan di luar Mal Pondok Indah.

lrth Mari kita temui Hannah Catrelle, seorang wanita asal Amerika Serikat yang tinggal di Bali pada saat bom Bali berlangsung. Patah hati karena kehilangan kekasih tercinta pada kejadian WTC 11 September 2001, membuat Hannah cenderung apriori terhadap kaum muslim di dunia. Kecenderungan itu diungkapkan Hannah pada saat berteriak frustasi ketika melihat tumpukan mayat korban bom bali kepada seorang Haji yang sedang ikut menolong para korban.

“WHY DO YOUR PEOPLE HATE US SO MUCH? WHY DO YOU WANT TO KILL US!”

Perkataan tajam yang dilontarkan Hannah kepada Haji yang bernama Ismail itu akhirnya harus ditelan bulat-bulat. Melalui perjalanan panjang yang dialaminya selama 3 hari berikutnya, Hannah pada akhirnya bisa melihat bahwa mayoritas kaum Islam sendiri sangat tidak setuju dan mengutuk perbuatan terorisme itu.

Lalu, mari kita temui Liz Thompson, seorang journalist dari Australia yang datang 7 bulan sesudah tragedi Bom Bali terjadi. Datang jauh-jauh dari benua kangguru ke Bali, Liz ingin mengetahui kemarahan dan kemurkaan orang-orang Bali akan kejadian yang menimpa Pulau mereka tersebut. Bersama dengan seorang Supir Taksi bernama Wayan Diya, Liz berkeliling Bali untuk mendapatkan liputan yang menarik. Sayang seribu sayang bahwa dia tidak menemukan hal tersebut. Penduduk yang dijumpainya malah seakan menerima dengan ikhlas kejadian tersebut dan hanya berharap masa depan Bali akan menjadi lebih baik. Cacian, makian, kemarahan, kemurkaan, terhadap kejadian dan pelaku Bom Bali tersebut tidak dapat ditemukannya.

Namun akhirnya Wayan menunjukkan suatu sisi lain dari kepasrahan penduduk Bali kepada Liz.

Ucapan Wayan kepada Liz:


“We believe that for every kindness, evilness would always come with it.”

Kita juga akan bertemu dengan tokoh-tokoh di balik peristiwa Bom Bali yang akan membuat kita semua tertegun. Kita seakan tidak percaya bahwa ada orang-orang seperti itu di dunia. Mari kita temui Amrozi, seorang yang sangat membenci orang non muslim dan menganggap bahwa membunuh orang bule adalah suatu jalan menuju kebaikan dan peringatan pada kaum muslim Indonesia untuk tidak menikmati kegiatan orang-orang kafir ini. Ada juga Ali Gufron yang semula ragu untuk meneruskan rencana pemboman tersebut, namun akhirnya takluk dan ikut menjadi pelaku pemboman tersebut. Tentunya tak lupa kita temui seorang Iman Samudra, yang merupakan seorang diktator pengecut yang hanya mau merekrut orang-orang naïf untuk meledakkan dirinya sendiri, dan malah menjilat sendiri ludahnya dengan tidak jadi untuk meledakkan dirinya sendiri di depan Konsulat Amerika di Bali. Kebencian antara Amrozi dengan Imam Samudra merupakan satu hal yang mengejutkan, mengingat bahwa kita selalu menganggap komplotan penjahat sebagai gabungan orang-orang yang kompak dalam segala hal.

Dan akhirnya sampailah kita pada gerombolan yang membuat rencana master plan ini, Hambali, Muchlas, dan kawan-kawan. Sebuah gerombolan yang ternyata sangat tidak secure satu sama lain sehingga saling menikam di belakang. Kita melihat Muchlas yang menyatakan alasan utama dirinya mentargetkan Bali kepada Zulfikri.


Zulfikri: Mengapa awak pilih Bali sebagai target? Kenapa tidak Phuket di Thailand? Toh sama banyaknya orang baratnya bukan?
Mukhlas: Masih ingat pada waktu kita berjalan cepat menuju lift? Orang barat itu tidak mau satu lift dengan kita dan sengaja dengan cepat menekan tombol closed agar lift segera tertutup. Orang itu memakai Baju bertulisan “I LOVE BALI”, itulah sebabnya saya sengaja memilih bali untuk di bom.”
Zulfikri: Macam mana andai kata itu orang pake t-shirt tulisan I Love Thailand??
Mukhlas: Yah Thailand lah yang akan kita bom!

Film ini termasuk serius dan datar, apabila orang berharap akan menemukan kejenakaan atau satir satir menyindir yang biasa terdapat pada film film Nia Dinata mungkin akan merasa kecewa. Saran kami adalah bahwa anda jangan coba-coba ke wc selama film ini berlangsung, karena semua cerita di atas diceritakan tidak secara sistematis, namun secara metode flashback dan berganti-ganti satu sama lain. Konsentrasi penuh diperlukan untuk mengerti film ini. Film Long Road To Heaven jelas bukan film untuk segala umur apalagi film keluarga. Kami termasuk orang yang menonton dengan serius bahkan setengah mengantuk untuk mengerti arti film ini.Satu hal yang perlu dipuji adalah acting pemain yang berperan sebagai Amrozi, serta dua pemain yang berperan sebagai dua pelaku bunuh diri di Sari & Paddy’s Club tersebut. Kemiripan muka dua orang tersebut dengan dua pelaku asli di dunia nyata sangat mengagumkan. Simak dan perhatikan baik baik apabila anda menonton film ini.

Hardrock-Bali Selain itu suasana setting di Bali seperti Hard Rock Café, Pantai Kuta, Jalan Legian dan jalan-jalan di Bali lainnya serasa sangat nyata dan kami seakan berada di sana dan berpesta bersama-sama dengan bule-bule tersebut. Tapi bedanya, alhamdulillah kami ada di bioskop dan tidak di bom. Jadi masih ada kesempatan untuk pesta-pesta kalau kami ke Bali lagi hehehe.

Tapi setidaknya dengan hanya membayar 15.000 per tiket untuk menonton film di 21 Pondok Indah Mall di hari senin, pengalaman menonton Long Road To Heaven cukup manis untuk dikenang. Film yang dibuat berdasarkan research dan penelitian atas kejadian Bom Bali ini dapat memberi kesan tersendiri bagi penontonnya

===================================================================

Catatan: Penulis berasal dua suku berbeda, dua agama berbeda, dua jenis kelamin berbeda, dan dua generasi berbeda, namun mempunyai satu kesamaan pendapat:

If Heaven was full with people like Amrozi, Mukhlas, and others..
We don’t think we would want to be there…

==================================================================

Photo by Susy Magdalena

Keterangan Foto (kiri-kanan): Haris, Maro, Rizka, Lasut dan Melda
- the good old days at Bali -

untuk lebih jelasnya silahkan klik www.longroadtoheaven.com

 

Apa kata Dosen tentang Ciuman…??? December 13, 2006

Filed under: bla..bla..bla — rizka @ 11:42 am

kissing

Dosen Fisika:
Ciuman adalah gaya tarik menarik antara dua mulut dengan jarak antara satu titik dengan titik yang lain adalah nol.

Dosen Kimia:
Ciuman adalah reaksi akibat interaksi dari senyawa yang dikeluarkan oleh dua hati.

Dosen Mikrobiologi:
Ciuman adalah pertukaran bakteri uniseksual di dalam air liur.

Dosen Biologi:
Ciuman adalah menyatunya dua otot orbicularis oris dalam keadaan kontraksi.

Dosen Ekonomi:
Ciuman adalah sesuatu di mana permintaan lebih besar drpd penawaran.

Dosen Statistik:
Ciuman adalah kejadian yang peluangnya bisa sangat tergantung dari angka statistik berikut: 36-24-36.

Dosen Teknik:
Ciuman? Apa itu..?

Dosen Elektro:
Ciuman Adalah bertemu antara ion positif dan negatif yang mengakibatkan arus lemah menjadi arus kuat…

Dosen Kedokteran:
Ciuman adalah proses pendiaknosaaan fisik secara langsung yang berakibatkan aliran darah ke organ reproduksi meningkat

Dosen Psikologi:
Ciuman adalah proses penjiwaan terhadap pola pikir seseorang untuk mengetahui akan kenikmatan….

Dosen Programming Komputer:
if kiss >= Hot then go to bed room else go to bath room

Dosen Matematika(teori kemungkinan) :
Ciuman itu gambling, sekarang nyium. Tinggal tunggu balasannya, di gampar ato dibalas cium…

Dosen Seni :
Ciuman adalah sesuatu yang indah bila dinikmati bersama

Guru Olahraga :
jika berciuman berkategori sangat hot, sama besar dengan kalori yang terbuang untuk berjalan tergopoh-gopoh (brisk walking)

Dosen Politik (ilmu transformasi konflik):
ciuman adalah kemampuan untuk mentransformasi gesekan-gesekan konflik dari dua kelompok berbeda sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang positif (win win solution: “semua senang, semua nyaman..semua melayang)

Dosen Olahraga (again) :
Ciuman adalah suatu peregangan & pemanasan untuk “olahraga” yang lebih berat….

Dosen Kewiraan :
ciuman adalah hak yang dimiliki oleh seorang pasangan yang hubungannya telah diakui oleh negara berdasarkan hukum dan undang-undang yang berlaku.

Dosen Bahasa :
ciuman adalah berasal dari sebuah kata dasar “cium” yang mendapatkan akhiran “an”.

 

Jakartaku makin panas November 21, 2006

Filed under: bla..bla..bla — rizka @ 11:40 am

Ada yang mengalami sejuknya kota Jakarta akhir-akhir ini? Kalau gue, sejuk yang gue alami hanya ketika gue tidur di rumah. Itupun transmigrasi ke kamar ortu, biar bisa tidur nyenyak sampai pagi diantara dinginnya AC.

Sekarang kalau mau cari keringat keluar, gak perlu berolahraga di ruang gym. Masuk bis metromini yang tanpa AC sudah mengeluarkan keringat, apalagi bekerja seharian yang AC-nya sedang bermasalah. Seperti yang gue alami sekarang nih, sampai sekarang masih bertanya-tanya, entah karena AC nya rusak atau makin panas udara sehingga AC kalah dengan pemanasan global yang sedang terjadi di ruang kantor lantai 3 ini? Feeling gue dan teman-teman merasa AC di kantor sudah perlu diganti. Hehehehe…

Tahun ini Jakarta cukup panas. Gue dengar kabar dari Gupta teman kantor bahwa suhu menunjuk 38 derajat Celcius dibandingkan dengan 32-34 yang sebelumnya sudah lumayan menggerahkan. Indikasi pemanasan global lain yang begitu jelas mungkin bisa dirasakan beberapa waktu belakangan ini. Misalnya suhu di Kalimantan yang biasanya sekitar 35 derajad Celcius naik menjadi 39 derajad Celcius. Terus di Sumatera yang biasanya berkisar pada 33-34 derajat Celcius naik menjadi 37 derajat Celcius.

Kenapa sih bisa ada perubahan iklim seperti ini?

Ya, akibat meningkatnya kegiatan manusia yang terkait dengan rumah kaca. Bumi kita berada di dalam rumah kaca. Asap-asap industri, asap kendaraan, penggunaan hair spray, pemakaian AC dan lain-lain menyebabkan terbentuknya dinding-dinding asap. Dalam keseharian kita selalu menambah beban lingkungan tanpa kita sadari. Para ahli sudah setuju bahwa efek rumah kaca disebabkan oleh bertambahnya jumlah gas-gas rumah kaca (GRK) di atmosfir yang menyebabkan energi panas yang seharusnya dilepas ke luar atmosfir bumi dipantulkan kembali ke permukaan dan menyebabkan temperatur permukaan bumi menjadi lebih panas. Bisa dibayangkan…

Apa sih Pemanasan Global itu? Artikel dari Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia [IATPI]Imengatakan suatu istilah yang menunjukan adalnya kenaikan rata-rata temperatur bumi, yang kemudian menyebabkan perubahan dalam iklim. Bumi yang lebih hangat dapat menyebabkan perubahan siklus hujan, kenaikk\an permukaan air laut, dan beragam dampak pada tanaman, kehidupan liar, dan manusia. Ketika para ahli ilmu pengetahuan berbicara mengenai permasalahan perubahan iklim, yang menjadi pusat perhatian adalah pemanasan global yang disebabkan ulah manusia. Mungkin sulit untuk dibayangkan bagaimana manusia dapat menyebabkan perubahan pada iklim di Bumi. Namun, para ahli sepakat bahwa ulah manusialah yang memacu besarnya jumlah gas rumah kaca dilepaskan ke atmosfir dan menyebabkan bumi menjadi lebih panas. Dahulu, semua perubahan iklim berjalan secara alami. Tetapi dengan adanya Revolusi Industri, manusia mulai mengubah iklim dan lingkungan tempatnya hidup melalui tindakan-tindakan agrikultural dan industri. Revolusi Industri adalah saat dimana manusia mulai menggunakan mesin untuk mempermudah hidupnya. Revolusi ini dimulai sekitar 200 tahun lalu dan mengubah gaya hidup manusia. Sebelumnya, manusia hanya melepas sedikit gas ke atmosfir, namun saat ini dengan bantuan pertumbuhan penduduk, pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan, manusia mempengaruhi perubahan komposisi gas di atmosfir. Semenjak Revolusi Industri, kebutuhan energi untuk menjalankan mesin terus meningkat.

Nah, kini kita dapat bertanya pada diri kita sendiri. Sampai kapankah kita harus merasa pemanasan global pada bumi bukan urusan kita?

Update 22 Nov 15.00: Alhamdulillah, setelah mendengar kabar langsung dari Bos Besar gue [gara-gara beliau baca blog gue ini], lt. 3 di kantor gue akhirnya dibelikan 2 buah AC baru. Horeeeeee……Thank u Bos!!!

 

Faisal Basri: Jakarta milik kita semua November 12, 2006

Filed under: bla..bla..bla — rizka @ 1:52 pm

Jakarta yang nyaman akan membahagiakan warganya. Kenyamanan tidak saja diperoleh dari kelengkapan dan kelayakan sarana dan prasarananya, tapi juga oleh tumbuhnya nilai-nilai solidaritas, kerjasama dan sikap saling percaya. Kenyamanan menjadi keseharian tatkala semua orang diperlakukan setara, tanpa diskriminasi.

Jakarta yang nyaman hanya mungkin terwujud jika pemimpinnya bersedia menjadi pelayan rakyat. Sebagai pelayan, ia niscaya harus mengutamakan kebutuhan warganya, mendengar dan menyerap aspirasi masyarakatnya dan menjadi teladan para aparaturnya. Melayani rakyat berarti melindungi dan memberdayakan mereka yang selama ini terpinggirkan.

Melayani rakyat tidak mungkin dilakukan tanpa hati. Melayani bukan konsep yang mudah dipraktekkan oleh mereka yang telah terbiasa dengan gaya kepemimpinan yang justru minta dilayani. Hanya generasi baru yang punya rekam jejak bersama rakyat yang bisa melayani tanpa canggung.

Jakarta, 11 November 2006

 

Bash Bish bush kacang re-BUSH November 9, 2006

Filed under: bla..bla..bla — rizka @ 10:51 am

bush dumb Kedatangan Presiden Amerika Serikat George W Bush 20 November mendatang, sepertinya memang merepotkan seluruh bangsa Indonesia terutama warga Bogor. Kerugian warga Bogor bisa dilihat dari pembangunan helipad di Kebun Raya Bogor, dimatikannya jaringan telepon selular dengan alasan ponsel bisa menjadi pemicu bom dari jarak jauh dan alat komunikasi teroris, trus ada sekolah yang diliburkan, toko-toko sekitar lokasi ditutup, persiapan PLN menyadangkan dua juta watt arus listrik untuk penerangan di sekitar Kebun Raya, ditutupnya jalan-jalan disekitar area Kebun Raya (Jl. Pajajaran, Jl. Jalak Harupat, Jl Sudirman, dan Jl Ir. Juanda), jaringan internet akan dilacak dan kerugian lain selama 10 JAM!!!

Bayangkan…bayangkan…berapa total anggaran negara yang harus dikeluarkan karena kedatangan si ”kacang re-Bush” itu. Apakah dia malaikat? (Malaikat maut kali ya…). Coba dong, coba perlakukan Bush seperti tamu-tamu negara lain. Biaya anggarannya juga disamakan. Gak percaya kalo anggaran penyambutan kunjungan Bush itu sama dengan anggaran tamu negara lain.

”Yusril mengemukakan, kunjungan Bush bukan atas undangan Indonesia. “Seperti kita tahu, Indonesia tidak mengundang Bush. Beliau datang ke sini atas inisiatif pemerintah AS sendiri. Indonesia sebagai tuan rumah saja,” ujarnya”.
Bush…Bush…iseng banget sih ngerjain Indonesia, atau Indonesia seneng dikerjain Amerika?

Tapi jangan egois, kita harus berharap walaupun sangat keciiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiillllllllllllllllll sekali, kedatangan Bush kali ini dapat memberikan pencerahan bagi rakyat Indonesia, yaitu pencerahan yang positif.

 

Cerita teman…Gedebuuug!!! November 1, 2006

Filed under: bla..bla..bla — rizka @ 4:28 am

Temen gue baru dateng dari suatu kota di Sumatera [itu tuh, makanan enaknya pempek] dengan menggunakan liburan lebaran plus cuti 2 harinya. Hari ini gue baru ketemu di tempat kerja, selama seminggu lebih tak bertemu. Biasanya sih temen gue ini pergi selalu bawain gue oleh-oleh, pokoknya dia selalu inget ama gue deh kalo dia pergi jauh. Tapi… tadi pagi kok dia langsung duduk dan cuek dengan dirinya sendiri mengaktifkan komputer dan langsung cek email. Jujur, kalo gue gak sadar kalo dia udah duduk di mejanya yang tepat di depan meja gue. Pokoknya tau-tau udah ada…

Sebelum gue cerita apa yang dia ceritain ke gue, gue merasa dia mempunyai problem dengan kunjungan ke daerah. Problem apa sih? Bukan problem dengan perut dan juga dengan cewek lho, bukan. Masalahnya yaitu dia kalau ke daerah selalu bermasalah dengan yang namanya jatuh, gedebuuukk…GITU! Sakit ya? Kasian…

Udah 2 kali sih dia dapet masalah jatuh itu. Tapi kok lucu banget. Desember 2005, waktu di Makassar abis pulang dari nonton bioskop, dia jatuh dari becak bersama temen satu kantor gue juga. Alasan naek becak karena di Jakarta becak udah gak ada. Jadi, becak yang dia tumpangi ditabrak oleh motor yang lagi balapan liar atau istilah gaulnya ”ngetrek” di jalan pantai Losari. Selain hampir kehilangan sandal kesayangannya, dia juga terluka cukup serius di sebagian pergelangan tangannya.

Langsung aja ya ceritanya, gak kuat ketawa niiiih…

Tadi pagi dia memperlihatkan tangannya yang dibungkus perban.

”Lho… tangan loe kenapa?”

”Jangan bilang ke temen-temen ya…”
”Gue abis jatoh dari kuda.”

Wakakakakakakakakakaaaak….

 

Mudik gak ya? October 17, 2006

Filed under: bla..bla..bla — rizka @ 6:47 am

Karena jalur mudik gue menuju kota Malang dan terbiasa menggunakan jalur utara, berikut gue bacakan alternatif singkat Mudik Bebas Lumpur Lapindo. Hahahahaha…

Kenapa suka dengan jalur utara? Karena gue suka dengan viewnya. Apalagi ketika melewati jalur Rembang-Tuban…wuiiih…keren banget. Kendaraan kita melalui pinggir pantai dengan lautnya yang biru dengan perahu-perahu nelayan yang berderet parkir di pinggir pantai, beserta anak-anak pantai yang berlarian mengejar teman-temannya. Ada juga orang yang jongkok untuk mengembalikan sisa tubuh kepada alam. Apa hayo???

Kembali ke jalur alternatif mudik, pintu masuk dari Surabaya menuju bagian timur wilayah Jawa Timur (Malang-Blitar, Pasuruan, Probolinggo, Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi) sebenarnya ada tiga yakni jalur tol, Jalan Raya Porong, dan jalur kereta api. Masalahnya nih, tiga jalur untuk mudik Lebaran ini agaknya rawan “diganggu” luapan lumpur panas di sumur eksplorasi Lapindo Brantas Inc yang kini menghadang tiga “pintu masuk” Surabaya-Malang dan wilayah timur lainnya itu.

Bahkan, jalur tol yang selama ini “diperjuangkan” untuk aman dari lumpur panas itu akhirnya terendam lumpur setinggi 10 centimeter hingga 1,5 meter pada ruas jalan tol km 37.400-38 sepanjang 350 meter, itu akibat jebolnya tanggul di ring satu pada 26 September malam. Hal yang dapat dilakukan petugas di lapangan untuk saat ini adalah memperkuat dan meninggikan tanggul ring satu serta pada lokasi genangan lumpur paling dalam (1,5 meter) dengan penambahan pasir dan batu.

Tergenangnya jalur tol itulah yang akhirnya menciptakan kemacetan dan antrean panjang di ruas Jalan Raya Porong (jalur darat) yang selama ini juga menjadi alternatif dari Surabaya-Malang. Kemacetan yang terjadi tentu akan semakin “kacau” bila jalur darat lewat Jalan Raya Porong itu menjadi jalur alternatif pada saat mudik lebaran. Nah loh…

Menurut berita dari ANTARA, Kepala Polda Jatim Irjen Pol Herman Surjadi Sumawiredja mengatakan kalau jalan tol belum bisa difungsikan kami akan menyiapkan jalur alternatif hingga ke Prigen (Pasuruan), Trawas (Mojokerto), dan Mojosari (Mojokerto). Namun dengan adanya keputusan untuk membuang lumpur ke Kali Porong, diharapkan lumpur yang menggenangi jalur tol akan dapat dikuras dan dikeringkan, sehingga jalur tol akan dapat digunakan pemudik. Kalau tetap tidak bisa, masyarakat sebaiknya memikirkan untuk mengatur waktu mudik agar tidak mudik bersamaan, sehingga tidak menimbulkan kemacetan.

Kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo, Fatturozi SH juga mengatakan, saat ini memang sudah ada rencana pihaknya untuk membuka jalur alternatif, guna mengatasi kemacetan di Jalan Raya Porong, terutama untuk memperlancar arus mudik dan balik Lebaran yakni jalur Surabaya-Malang dan sebaliknya lewat Waru-Krian-Wonoayu-Prambon-Tulangan berakhir di Porong.

Hal yang sama diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jatim, Hary Soegiri yang akan mencoba untuk menyosialisasikan alternatif angkutan jalan darat jurusan Surabaya-Malang menjadi empat jalur alternatif,” katanya. Jalur itu, yakni Surabaya lewat Mojokerto-Mojosari-Japanan, Surabaya lewat Sidoarjo-Krian-Mojosari-Japanan, Surabaya lewat Tol Sidoarjo-Wonoayu-Mojosari-Japanan, dan Surabaya lewat Tanggulangin-Tulangan-Trawas-Prigen-Pandaan.

Untuk KA reguler jurusan Malang-Blitar-Banyuwangi dialihkan ke jalur tengah atau memutar, Surabaya-Mojokerto-Jombang-Kediri-Blitar-Malang-Banyuwangi.

Akibat pengalihan jalur itu, waktu tempuh untuk Surabaya-Malang yang biasanya memakan waktu sekitar dua jam, akan semakin lama mencapai 6,5 jam, tapi hal itu akan lebih baik daripada mempertahankan lewat di lokasi yang terendam lumpur,” katanya.

Kwak…kwak…tuing-tuing!!!

Gimana neh? mudik gak ya?

 

My new camera October 13, 2006

Filed under: bla..bla..bla — rizka @ 3:37 am

Setelah sekian lama tidak memegang kamera untuk mencari-cari objek foto [soalnya kamera lama digadaiin, trus pas mau nebus orangnya malah jatuh cinta ama kamera samsung gue, dan gak mau dibayarin lagi], dengan rasa percaya diri yang tinggi dan besar akhirnya gue melangkahkan kaki menuju ITC Fatmawati untuk membeli kamera di toko camzone. Gak sempet cek sana cek sini [kalo cek pastinya ke mangga dua atau glodok], gue memutuskan untuk membeli exilim casio 6 Mpx. Maunya sih beli yang Nikon SLR, tapi duitnya blom ada. Untuk sementara [deeee...sementara?] gue pake exilim dulu sambil mengumpulkan receh demi receh untuk beli kamera yang gue idam-idamkan itu.

 

Gado-gado boplooooo… October 4, 2006

Filed under: bla..bla..bla — rizka @ 4:04 pm


“Riz, tar buka puasa bersama di kmps jam 4.30 tlng lu ksh tau yg lain ya?”
Sms dari Lesom gue baca pukul 2 siang. Wah, tumben nih kampus ada acara buka puasa. Jarang-jarang loh. Tapi hari ini rencana untuk acara buka puasa terasa penuh di otak. Dari kemaren udah kepengen buka puasa pake gado-gado boplo. udah gitu, Maro and Daisy ngajakin buka puasa juga di PIM pake bakmi GM. Tapi kok gak kepengen-kepengen banget makan bakmi ya? Sorry ya Maro and Daisy, walaupun kita main tarik-tarikan tangan waktu bis metrominiku dateng, hati ini tidak tergubris untuk ikut kalian ke PIM. Soalnya udah di tunggu ama temen-temen kampus untuk ngumbul bersama. Syukur-syukur ada yang mau nganterin ke gado-gado boplo yang di barito.

Sampai di kampus, kok banyak tampang-tampang yang gak gue kenal ya? Telp Reddy ah…Reddy adalah salah satu temen arisan kampus yang giat meng-sms temen-temennya kalo ada acara. Oh, ternyata Reddy udah ada di aula. Dan gue disuruh naik ke atas. Tapi males banget kalo sendiri. Enaknya sih dijemput, and rame-rame naik ke atas.

Entah kenapa, tiba-tiba saja gue udah di dalam aula. Ada daya tarik sendiri untuk bisa ketemu temen-temen berbagai angkatan yang lagi berkumpul. Ya ampun, ada kakak kelas gue si Yoga and Tulus. Ada lagi, temen seangkatan dan adik-adik kelas gue yang udah lama banget gak ketemu.

Akademi Teknologi Grafika Indonesia (ATGI) akan memiliki kampus baru di daerah Lenteng Agung. Para alumni dan akademika dengan sengaja berkumpul untuk membicarakan rencana pembangunan kampus tersebut. Kami diminta untuk menyumbang. Ada istilahnya, untuk satu buah jendela mereka menghargai 1 juta rupiah. Jendelanya diperlihatkan kepada kita semua. Ternyata gedung yang akan dibangun memiliki 99 jendela. Singkat cerita, terkumpullah 25 jendela. Tidak jendela saja, ada sumbangan 1 bangku untuk 1 orang. Oh iya, nanti di jendela akan terpampang nama kita sebagai penyumbang. Misalnya rizka menyumbang 1 jendela, maka di sisi jendela entah dimana akan terukir nama “rizka”. Keren kan? Tapi sayang, sumbangan yang kita lakukan 1 jendela saweran rame-rame.

Bubaran pukul 20.30. Gile benerrr…gue belum makan untuk berbuka puasa. Jadi baru minum teh manis hangat buatan Mbak Dasih aja plus kue nastar 2 biji.

Gado-gado boplo makin menjauh diangan-angan. Laper. Perut bunyi kruyuk-kruyuk. Ahh…gak boleh gak makan, harus makan…yang deket-deket aja deh. Mmmh…sate padang plus lontong jadi santapan malam itu.

Selesai makan, balik lagi ke tempat tongrongan anak-anak kampus. Ngobrol2 bentar tentang karir dan pekerjaan, lalu pulang. Tole nganterin sampe rumah. Dalam perjalanan, kita menceritakan pekerjaan kita masing-masing. Yaaah…memang rezekinya masing-masing…

Eh…btw. Sampe sekarang masing kepengen gado-gado boplo nih.

 

Dewi Lestari dan “Filosofi Kopi” March 16, 2006

Filed under: bla..bla..bla — rizka @ 7:12 am

Rabu Malam kemarin mungkin menjadi malam yang paling berkesan bagi Dewi Lestari atau yang biasa dipanggil Dee. Penyanyi sekaligus penulis buku ini kembali meluncurkan buah karya tulisnya yang berjudul  “Filosofi Kopi” di Piano Cafe, Wijaya. Apakah Dee berhasil mengulang kembali kesuksesan Supernova nya?Hadir di acara peluncuran bukunya Dee kali ini dari IMX adalah…Wimar Witoelar, Wulan, Rizka, Dion, Melda dan Indra.

Acara akrab malam itu dihadiri juga oleh wartawan infotainment, penerbit, penulis, public figure dan para penggemar. Hampir semuanya minta tandatangan sama kami, eeeh…sama Dewi deng.