Horeee!!! Gue jalan-jalan lagi…kali ini gue jalan menuju kepulauan seribu bareng temen-temen yang luaaarrr biasa hebatnya. Nginep sehari sabtu-minggu dan mendirikan tenda di pinggir pantainya Pulau Untung Jawa. Dari Muara Angke, bersama kita menuju ke kepulauan seribu dengan 2 perahu. Tapi sayang, alat safety-nya kurang. Hanya beberapa orang yang mendapat jaket pelampung. Tapi alhamdulillah kita semua selamat tak kurang satu apapun. Mungkin lain kali kalau mau mengadakan lagi, Event Organizer lebih memperhatikan keselamatan peserta.
Selama kita berkemah di Pulau Kampung Jawa, semua peserta mampir ke pulau-pulau yang saya tulis dibawah ini. Yang paling mengesankan di pulau Onrust. Banyak puing-puing sejarah yang ditinggalkan oleh Belanda dan menjadi saksi bisu. Yang paling menyedihkan yaitu pulau-pulau yang kurang dirawat dan sampah di tepi pantai yang ikutan bersandar. Mau coba membantu apa ya? masih bingung. Masa sih sampahnya dibawa lagi ke Jakarta, nanti pas dibawa ke Jakarta, sampah menepi lagi di pulau-pulau utara tsb.
Kesan ikut jalan-jalan ya asyik-asyik aja, walaupun masih ada kurang sana-sini, khususnya si EOnya. Kelamaan nunggunya…kurang koordinasi dengan peserta. Yang paling bete pas kita berada di Pulau Rambut. Hampir 2 jam lebih kita bingung harus menunggu kapal yang akan menjemput kita untuk kembali ke Pulau Untung Jawa. Membayangkan kita terdampar di pulau yang masih ada biawak, burung, ular dan binatang liar lainnya. Thank God, akhirnya kita dijemput juga untuk kembali pulang ke Jakarta. Tapi, karena gak ada rundown, saya dan beberapa teman hampir tertinggal. Hahahahha…saking kelamaan nunggu, kita bernarsis ria dengan foto-foto dulu. Lari-lari deh ngejar perahu…sampe ngos-ngosan.
Dari info yang gue dapet dari Google, inilah cerita pulau-pulau yang gue datengi:
Pulau Onrust
Pulau Onrust memang punya sejarah yang panjang, terutama berkaitan erat dengan sejarah Jakarta tentunya. Letaknya yang tidak jauh dari daratan Jakarta harusnya membuat Pulau Onrust memiliki daya tarik tersendiri dari sisi sejarah.
Dimasa kemerdekaan, Pulau Onrust dijadikan rumah sakit karantina bagi penderita penyakit menular. Juga pernah dimanfaatkan sebagai penampungan gelandangan dan pengemis juga latihan militer. Tahun 1968 Pulau Onrust dijajah habis-habisan sehingga bangunan-bangunan bersejarah lenyap menyisakan puing-puing saja. Pulau ini kemudian diubah fungsinya menjadi karantina haji di tahun 1911.
Setelah itu Pulau Onrust menjadi sepi. Onrust yang berarti sibuk, harusnya tidak pantas disandang pulau ini. Walaupun sekarang pulau ini sepi, jejak-jejak kesibukannya masih bisa ditelusuri. Bekas-bekas fondasi bangunan menyisakan kepiluan yang menyesakkan. Di Pojok Pulau masih dijumpai pekuburan Belanda dimana jasad Maria dikuburkan. Maria sangat dikenal karena ia satu-satunya penghuni kuburan ini yang masih bisa dilacak keberadaannya melalui prasasti yang ditinggalkan. Konon, gadis Belanda yang meninggal muda di Hindia Belanda masih menampakkan sosoknya di malam hari.
Kalau Pulau Onrust dipugar atau setidaknya direkontruksi. Saya yakin, bangunan-bangunannya akan mampu memberi gambaran yang utuh bagaimana kesibukan di Pulau Onrust dulunya. Juga bagaimana pentingnya pulau yang terabrasi oleh gelombang lautan ini bagi kerajaan Belanda dulunya. Juga babak-babak penyerangan ke daratan Jakarta yang membuat Belanda makin menancapkan kuku-kukunya negeri ini. Pemerintah kita nampaknya tidak pernah mau serius pada masa lalunya dan tidak peduli dengan pelajaran sejarah serta pentingnya masa lalu. Maka jadilah sejarah mati di Pulau Onrust dengan sampah-sampahnya.
Pulau Kelor
Dari kejauhan hanya berbentuk bulat menyerupai cerobong asap pendek di tengah lautan. Tidak terlihat tanah di pulau ini. Hanya ada hamparan pasir putih yang seakan-akan menyembul dari permukaan laut. Sesungguhnya itulah daratan dari Pulau Kelor.
Pulau Kelor tidak memiliki dermaga sehingga menyulitkan kapal/ perahu merapat di pulau ini. Sisa-sisa dermaganya memang ada tetapi tidak adanya perawatan membuat sembilan puluh lima persen rusak. Akibatnya, dermaga tidak bisa sama sekali digunakan. Kalaupun ingin merapat ke pulau ini, harus pagi hari atau setidaknya sebelum tengah hari. Kabar yang pernah saya dapatkan adalah posisi pantai tidak memungkinkan didarati bila gelombangnya besar. Kapal bisa membentur bagian pulau yang berisi batuan-batuan pemecah gelombang atau menghantam dermaga yang rusak. Bisa juga kapalnya terjungkal karena adanya gelombang tidak memungkinkan bagian depan kapal menyentuh pantai berpasir di daratan pulau.
Kelor tetaplah sebuah pulau kecil yang eksostis. Pulau yang dari kejauhan yang memperlihatkan kemegahan benteng Martellonya ternyata menyimpan daya darik tersendiri untuk mengunjunginya. Semoga dalam pelayaran yang akan datang, saya akan sempat menginjakkan kaki di pulau kecil yang menarik ini
Pulau Cipir/Kahyangan
Pulau ini seperti “gudang” pulau onrust. Jika ada barang yang tak muat ditampung atau jumlah pasien sudah overloaded di onrust, maka akan dikirim (diinapkan) di cipir.
Waduh data tentang pulau cipik kurang nih, ada yang mau nambahin gak?
Pulau Rambut
Pulau ini menyimpan beraneka ragam rahasia alam. Pulau Rambut sendiri sebenarnya adalah pulau yang ditutupi hutan hujan tropis. Sebagian berawa dan terendam air jika pasang tiba. Tetapi tempat ini patut dijelajahi karena ini adalah tempat favorit para biawak. Biawak yang hidup dari memangsa telur dan anak burung memang hidup di rawa-rawa ini. Kalau kita beruntung, biawak-biawak sepanjang dua meter masih terlihat di sini. Selain rawa-rawa, jangan melewati kesempatan untuk memanjat menara pemantau burung. Aneka burung akan mudah dilihat dari ketinggian. Bagi pecinta fotografi, menara ini menjadi tempat yang paling menyenangkan untuk mengabadikan burung-burung terbang.
Pulau Untung Jawa
Pulau Untung Jawa terletak di sebelah barat Teluk Jakarta. Dari Jakarta bisa ditempuh dengan kapal penyebrangan satu sampai satu setengah jam.
Pulau Untung Jawa memiliki luas yang memadai untuk dijelajahi. Di dekat pelabuhan terdapat tempat yang dirancang pemerintah setempat sebagai tempat wisata. Masuk ke dalamnya akan ditemui masjid dan tempat-tempat wisata.
Para pemancingpun tidak harus jauh-jauh melemparkan kailnya. Cukup memancing di dermaga, ikan-ikannya cukup memadai.
Sayangnya Pulau yang terletak dekat dengan daratan Tangerang ini cukup dibombardir oleh sampah daratan. Di beberapa bagian pulau, sampah-sampah itu menyangkut di pohon-pohon bakau. Sebuah pemandangan yang tidak mengenakkan dilihat mata.
Suasana pulau yang berbeda dengan daratan membuat kita melupakan sedikit ketegangan akibat bekerja selama seminggu. Tapi jangan lupa, kalau menginginkan Pulau Untung Jawa bersih dari sampah, kurangi sampah dengan membuang pada tempatnya. Kalau perlu sampah-sampah yang kita temui selama keliling di Pulau Untung Jawa, dimasukkan ke dalam keranjang sampah. Dengan demikian kita sudah berandil menjaga lingkungan. Sederhana bukan?



















semoga pulau-pulau itu gak cepet tenggelam kayak cerita disini..
…salam kenal Mbak…mau tanya aja Mbak.. apa boleh aku tukeran linknya?…terima kasih sebelumnya…n.b nggak di pajang juga gak papa sih hehe…ok kabarin ya….
…serem ya hehehe…eh udah di link ya?…terima kasih bngt ya Mbak segera tak link balik…thx bngt ya Mbak…
@tikabanget: semoga mbak, semoga…
@krishna: udah dong mas krishna, met kenal ya? kapan nih konsernya? undang-undang aku dong…:)
aku undang ke batam mau, tapi jauh ya hehehe…..udah tak confirm fbnya..ya ok Riz…..
Satya W itu siapa Riz?…baek nggak bakal di mintain link hehehe..becanda Riz…
@krishna: jangan yang jauh mas, yg deket-deket aja. Satya itu putranya bosku mas.
@krishna: jangan yang jauh mas, yg deket-deket aja. Satya itu putranya bosku mas. Thanks for add me yaah…
asyik banget jalan-jalannya