Spirit of Me

Free love? As if love is anything but free. Man has bought brains, but all the millions in the world have failed to buy love.

Persahabatan June 26, 2007

Filed under: mySouL — rizka @ 9:16 am

Persahabatan itu seperti tangan dengan mata.
Saat tangan terluka, mata menangis.
Saat mata menangis, tangan menghapusnya

Ketika kita berduka, kawan menjadi pelipur lara
Ketika kawan sedang lara, kita hadir

Sahabatku,
Selamat Hari Persahabatan Sedunia
secara… Hari Anti Narkoba.

 

Fantastic Four, Rise of the silver surver June 15, 2007

Filed under: jaLan-jAlaN — rizka @ 2:29 pm

fantastic four Ceritanya nih… Pahlawan seluruh keluarga yang menghadapi tantangan terbesar. Hadir sebagai wujud misterius, pertempuran antar galaksi, Silver Surfer datang ke bumi untuk membuat pengrusakan. Saat Silver Surfer beraksi, Reed, Sue, Johnny dan Ben harus membongkar misteri Silver Surfer yang mendapat mandat dari bosnya untuk melenyapkan planet-planet yang ada di alam semesta untuk dijadikan sumber kekuatan dan menghadapi kembalinya musuh mereka, Dr Doom, sebelum semua harapan sirna.

Selesai nonton, sama sekali gue gak ngerti ceritanya. Aneh banget nih film! Cape deeh…

 

Toko Merah, Saksi Sejarah di masa VOC June 4, 2007

Filed under: jaLan-jAlaN — rizka @ 9:42 am

Hari libur kemaren, gue niat banget mau ke Kota tempat museum-museum berada untuk hunting foto-foto narsis. Tadinya sih pengen sendiri, tapi kalo sendiri siapa yang ambilin foto narsis gue? Bisa sih pake tripod, tapi lupa bawa, lagian ribet ah.

Sampe Kota, gue langsung hubungin temen gue yang anaknya rada-rada narsis juga kayak gue. Ronny namanya. Kasian banget, selama ini dia pengen banget bisa jalan-jalan bareng gue, tapi guenya selalu gak bisa. Karena gue bingung lagi mau ngajak siapa, akhirnya gue hubungi Ronny yang kata kakaknya masih tidur waktu gue telp ke rumahnya. Dengan maksud menghemat pulsa, akhirnya gue telp juga ke hp nya, dan gak tidur, waah…kakaknya sentimen banget ama cewek yang nyari ronny. Payah dah!

ronny Gue dan Ronny menyelusuri Jl. Kalibesar Barat, Jakarta Kota, yang di masa VOC merupakan pusat kota Batavia. Kita berhenti di sebuah gedung yang hampir seluruh bagian depannya berwarna merah. Di tembok merahnya, terdapat label yang bertuliskan: Toko Merah. Toko Merah itu, terletak berdekatan dengan stadhuis (Balaikota Batavia) yang kini masih tetap berdiri kokoh meskipun telah berusia tiga abad. Sejumlah gubernur jenderal VOC pernah mendiami gedung ini. Yang membangun gedung berlantai dua ini adalah Gustaff Baron van Imhoff pada 1730. Begitu bersejarahnya gedung tersebut, hingga ia banyak didatangi para wisatawan asing, maupun para pecinta gedung tua.

toko merahDi depan gedung inilah mengalir sungai Groote Rivier (Kali Besar) yang pada masa itu suatu kerusuhan besar terjadi yaitu pembantaian terhadap orang-orang Tionghoa. Peristiwa itu terjadi 10 tahun setelah gedung tersebut berdiri (1740). Di muara Ciliwung ini, yang kala itu airnya jernih, pada pagi dan sore, menjadi tempat mandi para Indo-Belanda. Sementara di malam terang bulan, para muda-mudi, sambil main gitar, bernyanyi menumpahkan isi hati mereka.
Selesai di Toko Merah, gue and Ronny berjalan menyelusuri jalan untuk menuju jembatan di Kota Intan, tapi sayang…jembatannya ditutup. Akhirnya kita balik menuju Gedung Museum Fatahillah untuk foto-foto narsis lagi.