Spirit of Me

Free love? As if love is anything but free. Man has bought brains, but all the millions in the world have failed to buy love.

hemat club May 29, 2007

Filed under: mySouL — rizka @ 11:02 am

Terbukti gak bisa nabung, mulai bulan ini HARUS hemat. Hemat bukan berarti pelit lho. Tapi kalo gak pelit, gak bisa hemat dong. Duh, gimana dong…

Bersama teman kantor saya, Wulan. Kami berusaha untuk tidak boros belanja dalam bulan ini dan seterusnya. Mmmh…sebenernya gue sih, bukan Wulan. Tapi ngajak-ngajak kan gak papa demi kebaikan. Jadi nantinya kami akan saling mengingatkan untuk tidak membeli barang yang tidak penting sama sekali. Sebelumnya ada kebiasaan kami saling merayu untuk dapat membeli barang yang kita sukai. Sebagian kecil tidak berhasil, tapi sebagian besar berhasil. Gue tau, usaha yang akan gue mulai ini pastilah sangat-sangat bueeraaat (ceile, segitunya). Iyalah…bayangin aja, tanggal 5 yang masih diawal bulan, gaji gue udah mulai abis. Coba bayangin, apa sih yang gue beli? Gak jelas juga…pertama tuh baju, trus sepatu, trus makan-makan, trus traktir nyokap-keponakan, nonton, hunting photo, trus baju lagi trus baju dan baju lagi.

Menulis cerita ini sebenernya sangat berat, karena gue akan mendadak menjadi pelit untuk diri gue sendiri dengan memulai gerakan hidup hemat.

 

have a nice dream, rizka… May 15, 2007

Filed under: bla..bla..bla — rizka @ 11:03 am

Kadang kalau kita lagi ngelamun, pikiran-pikiran yang aneh kadang muncul. Jujur, kadang gue ini orang yang pemimpi. Kadang kalo tidur, mimpi bisa dikarang sendiri lho. Hahaha…emang, ini aneh. Jadi kalo gue gak suka cerita mimpi pada malam itu, mimpi itu bisa gue alurkan ke cerita yang gue suka, jadi sering mimpi dengan akhir yang bahagia. Dan gue berharap mimpi gue yang bagus-bagus itu menjadi kenyataan.


Mau pake contoh gak?

Gue pernah menghayal, bagaimana kalo gue ke kantor atau kemana-mana pake motor. Nah, akhirnya gue mengambil keputusan sendiri untuk beli motor yamaha mio dengan mencicil selama 17 bulan. Hahahaha…mimpi menjadi kenyataan. Tapi gak sampe 2 tahun gue pake motor, keluarga gue ternyata agak-agak worry, karena gue belom punya SIM dan banyaknya kecelakaan di jalan, khususnya motor, maka mio gue dipinjem abang gue selamanya. Huh!!! Bete deh!

Karena gak ada kegiatan yang baru, gue bermimpi lagi. Kali ini, mimpi yang dulu-dulu gue hidupkan kembali. Gue ingin kamera SLR…
Aha!! dengan berdalih menggantikan mio yang dipinjem paksa, maka gue minta pergantian mio dengan kamera SLR. Rugi stengah nih.

Kali ini, tanggal 4 mei kemaren, gue seakan bermimpi buruk………………


Date: Fri, 4 May 2007 08:22:55 -0700 (PDT)
From: “akbar endut”
Subject: Ass.wr.wb
To: rizka0302@yahoo.com

hi rizka apa kabar? sibuk ya…rizka maafkan akbar jika selama ini akbar melakukan salah thdp kamu…kita skrang sdh sama2 dewasa…akbar yg terlalu berlebihan untuk mendapatkan kamu…skrg semuanya berbeda..akbar pernah berjanji untuk hidup bersama, akbar selalu berusaha yg terbaik buat kita berdua…tp semuanya gagal..akbar salah dan Allah memberi jalan yg lain buat kita, bukankah kita tahu jodoh, rizki, mati ada di tangan Allah, semua ini kita petik pelajarannya…dan mudah2an kamu mendapat jodoh yg baik dr Akbar, akbar selalu mendoakan rizka..tak pantas rasanya jika kita saling dendam,biarlah cerita kita menjadi kenangan berdua..walaupun akbar merasa berat…dan akbar minta doa restunya….untuk hidup baru bersama seorng wanita yang bernama nurul…terima kasih waktunya…..rizka…..

akbar novardi

 

Salurkan energi dengan totok aura May 10, 2007

Filed under: fearFactOr — rizka @ 11:53 am

Mumpung pulangnya bisa sorean, ingin rasanya coba-coba sesuatu yang baru. Gak ada salahnya kan coba-coba yang baru? Kali ini sih sesuatu barunya yang positif, masa sih yang negatif mulu. :P

Seorang teman lama, mengusulkan untuk mencoba totok aura. Selama ini, gue mikirnya totok aura itu yang kayak di film-film, kayak film Xena gitu. Jadi pas Xena men-totok musuhnya, Xena mematikan gerak langkah lawannya. Tapi yang gue denger dari temen yang pernah totok aura, totok sekarang bisa bikin orang tambah sehat dan cantik. Mmmmh…kalo cantik, emang udah dari dulu sih. Hehehehehe…kidding. Asli deh, gue jadi penasaran ama tuh totok aura.

Pertama gue dateng di tempat totok aura Dian Kenanga di daerah Ampera (sebelahan ama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan), yang gue dapet ada suasana tempat tunggu yang nyaman dan tenang ditambah wangi-wangian yang bisa menyejukkan jiwa untuk sementara. Setelah mengisi formulir berupa kartu dengan data pribadi dan memilih jenis perawatan, menunggu beberapa menit lalu gue berganti alas kaki dengan sendal yang disediakan. Lalu gue diajak ke lantai dua, dimana ruang perawatan berada. Sebelum perawatan dimulai, gue mengganti baju gue dengan kemben.

Pada saat itu, gue memilih totok wajah dan kaki. Begitu berbaring, gue gak langsung di totok lho, tapi di massage dulu. Baru setelah tubuh dan wajah agak relaks, para terapis mulai menotok dengan memakai tenaga prana/bio energi. Katanya kalau agak-agak sensitif, akan merasakan energi panas yang mengalir dari tangan terapis. Tapi gue agak-agak sibuk dengan kenikmatan massage jadi kurang merasakan energi panas itu.

Namanya memang totok wajah, tapi yang ditotok bukan hanya wajah aja lho. Bagian punggung atas sampai pinggang, bahu, dada, lengan atas, leher dan kepala juga tak luput dari totokan terapis.

Ada bagian-bagian bahu dan punggung atas gue yang terasa sakit saat ditotok. Katanya sih, bahu gue sangat kaku dan tegang. Diantara tarikan dan urutan, tangan-tangan terapis berhenti di titik-titik tertentu.

Setelah selesai, wajah dimasker campuran bubuk bengkoang, sarang burung walet dan air mawar. Adeeeeem banget…

Sudah cukupkah perawatan? Saya sudah berubah?

Kali kedua gue datang ke totok aura lagi. Kali ini gue mencoba yang lebih menyeluruh, yaitu tubuh. Katanya nih, totok seluruh tubuh akan memperlancar aliran energi ke tempat lain yang mungkin tersumbat.

Secara garis besar, totok tubuh memberi tekanan dengan jari-jari menggunakan tenaga prana pada titik-titik akupunktur di seluruh kaki, bokong, pinggul, tangan, punggung dan perut. Yang jelas setelah penotokan wajah, kaki dan tubuh, saya benar-benar relaks bahkan mengantuk.

Kali ketiga, saya mungkin akan totok wajah lagi. Siapa yang ingin coba?

 

Ado Band Namonyo Kertas di Palembang May 5, 2007

Filed under: bla..bla..bla — rizka @ 3:08 am

Ado band namonyo Kertas di Palembang. Tuh lagu, lagi booming di Kota Palembang. Judulnyo Kekasih Tak Di Anggap. Kalau didengerin, lagunyo bagus jugo loh.

Duh, susoh jugo nulis pake bahasa Palembang.

Gue pertama denger lagu “Kekasih Tak di Anggap” ini, waktu pertama kalinya gue berada di Palembang (22 April 2007). Selama gue di Jakarta dan sekitarnya, denger nama Kertas Band pun tidak pernah.

Gedung pertemuan di Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya menjadi saksi antara gue dengan Kertas Band. Selagi gue cek venue untuk acara Perspektif Baru Live bersama Wimar Witoelar, gak sengaja gue dengerin lagu Kertas yang diputar oleh Pak Fauzi, Bagian Rumah Tangga UNSRI. Gue menyimak, mencoba untuk menebak dalam hati, siapakah yang menyanyikan lagu yang sangat enak didenger ini.

Akhirnya gue tanya sama Yopi A. Ramsen, temen dari DPFM Palembang yang ikut mendukung acara PB di Palembang. Yopi menjelaskan bahwa lagu ini dibawakan oleh Kertas Band, band yang berasal asli dari Pelembang. Padahal album mereka sudah di launch Desember 2006 lalu di Planet Hollywood Jakarta lho, katanya Yopi. Dan menurut Yopi, Kertas Band sudah sangat terkenal di Palembang dan mungkin sebagian kecil orang-orang di Jakarta sudah pernah denger Kertas Band. Sebelum dikasihtau ama Yopi, awalnya tebak-tebakan dulu. Hehehehehe…

Pulang dari Palembang, selain membawa pempek dan kerupuk palembang, gue juga membawa satu buah CD Kertas Band yang diberikan Yopi pas lagi makan malem bareng di salah satu restoran di Palembang.

Hah!! Sekarang gue dengerin lagunya Kertas Band di Jakarta. Thanks Yopi buat CDnya, sampe susah nyarinya ke pasar-pasar :P

Gue persembahkan lirik lagu “Kasih Yang Tak Dianggap”. Mmmh…lebih enaknya sih didengerin langsung lagunya.

Kertas
Kekasih Yang Tak Dianggap

aku mentari tapi tak menghangatkanmu
aku pelangi tak memberi warna di hidupmu
aku sang bulan tak menerangi malammu
akulah bintang yg hilang ditelan kegelapan

selalu itu yg kau ucapkan padaku

reff:
sebagai kekasih yg tak dianggap
aku hanya bisa mencoba mengalah
menahan setiap amarah

aku sang bulan tak menerangi malammu
aku lah bintang yg hilang ditelan kegelapan

repeat reff

sebagai kekasih yg tak dianggap
aku hanya bisa mencoba bersabar
ku yakin kau kan berubah

Cerita serunya!
Pelembang: Demokrasi, Pluralisme dan Pempek