Spirit of Me

Free love? As if love is anything but free. Man has bought brains, but all the millions in the world have failed to buy love.

De oude banken van Batavia (Jelajah Kota Toea) January 28, 2007

Filed under: jaLan-jAlaN — rizka @ 3:43 pm

Untuk melupakan si “scaatje” yang udah pergi ke Belanda, di hari Minggu gue menjelajahi daerah Kota bersama Komunitas Jelajah Budaya (KJB). Topik atau tujuan kali ini adalah “Jelajah Kota Toea” (JKT). Wah, benar-benar kota tua kami jelajahi. Untung aja kondisi alam sangat bersahabat. Panas nggak, mendungpun juga tidak. Yang ada capek!

mbi Gue terlambat ketika sampai di Museum Bank Mandiri (MBM), karena disitulah lokasi tempat berkumpulnya peserta JKT diadakan. Pesertanya banyak, hampir 200 orang memadati gedung yang merupakan warisan kolonial Belanda yang terletak di kawasan BEOS, tepatnya di depan stasiun kereta api Jakarta-Kota. Snack dan minuman hangat sudah disediakan, panitiapun terlihat sangat pro aktif menemani peserta dengan baik. Ketika gue dateng dan registrasi, pemutaran film MBM Mandiri sedang diputar. Selain film MBM, diputar juga slide gedong Perbankan tempo doeloe.

Kartum Setiawan adalah leader guide dari KJB yang poskonya terletak di Jl. Lapangan Stasiun, Jakarta Kota. Selain itu, MBM juga meng-organized acara JKT ini. Gue baru mengikuti komunitas ini, biasanya kan gue selalu gabung dengan “Sahabat Museum” (BatMus). Tapi kali ini si ketua BatMusnya (Adep) ikutan juga acara JKT ini. Seru jadinya!

Sinopsis yang dibuat oleh Kartum Setiawan sangat berguna untuk baca-baca di rumah dan mengisi pengetahuan tentang kota-kota tua di Jakarta. Sambil kita berjalan-jalan, sambil kita baca.

Nico Selain Kartum Setiawan, KJB mendatangkan seorang Sejarawan atau Archivaris KITLV dari Belanda langsung yang bernama Nico van Horn. Mister ini menerangkan kembali sejarah kota tua yang kita kunjungi. Selain itu, dia juga sangat fasih berbahasa Indonesia dengan logat yang agak ke-belanda-belandaan.

Gedong ex-De Nederlanche Handel Maatschappij

Bangunan ini dirancang oleh para arsitek Belanda, yakni J.J.J. de Bruyn, A.P Smits dan C. van der Linde (duh, susah banget yah namanya…). Pada 1929 gedung ini mulai dibangun oleh kontarktor NV. Nedam (Nederlanche Handel Maatschappij) dan diresmikan 14 Januari 1933 oleh C.J. Karel van Aalst (Presiden ke-10 NHM) saat itu sebagai gedung De Factorij, De Nederlanche Handel Maatschappij (NHM) di Batavia, sebutan lainnya Netherlands Trading Society (NTS). Setelah Factorij NHM dinasionalisasi oleh Pemerintah Republik Indonesia, kemudian dilebur ke dalam Bank Koperasi Tani & Nelayan (BKTN) pada 5 Desember 1960. Riwayat gedung inipun berubah menjadi Kantor Pusat BKTN Urusan Ekspor Impor. Pada 17 Agustus 1965 dimulailah era “Bank Tunggal”, gedung ini menjadi salah satu Kantor Pusat Bank Negara Indonesia (BNI) lalu lahirlah pada tanggal 31 Desember 1968 Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim) sampai 1995.

Gedung berarsitektur Indisch gaya Nieuw-Zakelijk ini memiliki pesona yang kuat. Salah satu bagian yang menarik dari gedung bersejarah ini adalah ragam kaca patri yang menggambarkan adanya empat musim dan tokoh nakhoda Belanda, Cornelis de Houtman yang mendarat di Banten tahun 1596. Oh iya, gedung ini menjadi asset Bank Mandiri karena pada tanggal 2 Oktober 1998 bergabungnya 4 Bank Pemerintah, yaitu Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Exim dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo).

Gedong ex-De Javanche Bank

mbi Setelah gue bercerita tentang Museum Bank Mandiri (MBM), selanjutnya gue mendatangi gedung yang tepat berada di sebelah MBM. Kini akan diresmikan Museum Bank Indonesia (MBI) pada tahun 2008. Hebatnya kita sudah bisa berkunjung, walaupun masih direnovasi. Gedung ini, merupakan salah satu asset bangunan bersejarah milik Bank Indonesia. MBM yang dahulu sebagai kantor pusat NMN didirikan di Amsterdam pada 1824, sementara Javanche Bank didirikan 24 Januari 1828 di Batavia. Percaya gak? Jauh sebelum dibangun kantor De Javanche Bank di tanah itu terdapat bekas rumah sakit (Binnenhospitaal) di dalam tembok kota Batavia.

Biro Arsitek Ed Cuypers en Huswit, salah satu arsitek ternama yang banyak merancang gedung di Batavia termasuk gedung MBI. Pembangunan tahap pertama dilaksanakan 1909-1912, dengan gaya neo klasik. Tahap kedua dilaksanakan 1922. Penambahannya yaitu beberapa ruang baru seperti ruang rapat besar yang didindingnya ditutup keramik hijau khusus yang didatangkan dari negeri Belanda. Renovasi kedua ini dipercayakan pada Biro Arsitek NV Architecten Ingenieursbureau Fermont-Cuypers. Tahap ketiga, keempat dan kelima sudah menjadikan tidak ada lagi pembangunan yang mengubah gedung secara esensial hingga menjadi MBI yang sampai di sepanjang Javabankstraat (Jalan Bank) hingga Kali Besar.

Gedong ex-De Nederlandsch-Indische Handelsbank

Kalau temen-temen datang dari arah jalan Pintu Besar Selatan atau Glodok, menuju Stasiun Jakarta-Kota persis di halte Busway Stasiun Kota, sosok gedung bergaya Art0Deco yang tegak lurus jalan pasti terlihat jelas. Arsitekturnya sederhana tapi memiliki keindahan sendiri. Sekarang gedung ini menjadi Kantor Wilayah dan Cabang Bank Mandiri Jakarta-Kota, sebelumnya digunakan sebagai Kantor Cabang Bank Bumi Daya (BBD) sampai 1999. Pemandangan indah dijumpai mulai dari ruang lobby yang menampilkan desain tangga menuju banking hall di lantai yang posisinya lebih tinggi.

Gedong ex-De Excompto Bank

Masih milik Bank Mandiri, gedung tua ini berarsitektur Indisch yang terletak di pojok pertemuan jalan Pintu Besar Utara dan Jalan Bank. Mulanya adalah merupakan Kantor Pusat De Nederlandsch-Indische Escompto Maatschappij di Batavia yang dibeli 1902. Keunikan gedung De Escomtobank ini pada bagian atas dinding luarnya terdapat ornament lambing-lambang kota Hindia Belanda seperti Surabaya, Batavia dan Semarang dan juga terdapat lambing kerajaan Belanda dan kota Amsterdam.

Gedong ex-chartered Bank Australia, India & China

Gedung ini memiliki sitra arsitektur klasik yang mengawali gaya modern dengan banyak ornament hias seperti kaca patri. Pada awal mulanya bangunan ini digunakan sebagai kantor cabang Chartered Bank of India, Australia & China di Batavia. Sejak 2 Maret 1965 pengelolaan gedung ini diserahkan oleh pemerintah kepada Bank Umum Negara (BUNEG) yang kemudian menjadi bank Bumi Daya (BBD) pada Desember 1968.

Yaaaaa…begitulah sinopsis yang disampaikan oleh Kartum Setiawan. Mudah-mudahan museum-museum yang tersebar di seluruh Indonesia (bukan hanya di Jakarta aja) dikembangkan dan bagian dari kawasan perlu dilestarikan.

Kalo ada acara beginian lagi, gue usahain akan ikut lagi. Gak akan bosen deh ngeliatnya!

Info lebih lengkap bisa gabung di mailing listnya yaitu jelajahbudaya@yahoogroups.com

 

8 Responses to “De oude banken van Batavia (Jelajah Kota Toea)”

  1. iman Brotoseno Says:

    bagus ya …?dan sayang pemerintah kota kita, lebih suka menghancurkan gedung gedung tua untuk diubah menjadi ruko atau gedung modern…mudah mudahan komunitas jelajah budaya ini bisa menyampaikan concern itu terhadap authorities..

  2. nico Says:

    Apakah? Logat Bahasa indonesiaku kolonial? Maaf ya, kali depan pakai bahasa gaul.

  3. rizka Says:

    Hai menir nico van horn, apa kabar? Sudah sampai di Belanda dengan aman? Mudah-mudahan sehat selalu.

    Kolonial dalam arti disini adalah agak kebelanda-belandaan gitu bukan jaman dulu.

    bisous,
    Rizka

  4. susilo Says:

    wah..wah indonesiaku ternyata kaya dengan bangunan toea, namun sangat disayangkan semuanya dibiarkan begitu saja tanpa ada perhatian lebih dari pemerintah…mungkin pemerintah bingung kali ya…

  5. shofie Says:

    aku uda pernah ke museum bamnk mandiri pas studi eskursi kemaren, banyak banged yang aku dapat disana, kita bisa ngliat dan menikmati arsitektur kolonial, aku bersyukur karena di jakarta kawasan2 disekitar museum bank mandiri masi dilestarikan seprti museum fatahillah misalnya, coba kalo di surabaya apa yang bisa kita nikmati sekarang? kayakna uda ga da??

  6. ega Says:

    woowww
    pengen daftar jg ikutan acara jelajah kota tua di malam hariii

  7. yusmita Says:

    Bole dong, minta infonya tentang jelajah kota tua. Pendaftarannya bagaimana yaa….dimana ya saya cari informasinya…ocre..thanks.

  8. rizka Says:

    @yusmita …gabung aja di milis sahabatmuseum@yahoogroups.com
    info jalan-jalan semua ada disitu…

Leave a Reply