Spirit of Me

Free love? As if love is anything but free. Man has bought brains, but all the millions in the world have failed to buy love.

Fantastic Journey for The Traveler, Ninit Yunita January 30, 2007

Filed under: Uncategorized — rizka @ 2:58 am

Sebagai seseorang yang selalu dikejar-kejar deadline dan target, weekend menjadi hari-hari yang selalu ditunggu-tunggu. Weekend, bisa menjadi moment untuk mengisi kembali baterai energi dan emosi yang telah terkuras selama hari-hari kerja.

Memasuki minggu ketiga, topik Talk About Nothing with Wimar ngobrolin yang namanya liburan atau traveling. Fantastic Journey for The Traveler menjadi topik di hari Selasa malam dengan ditemani seorang novelis dan traveler yaitu Ninit Yunita.

Kalau membaca blognya Ninit Yunita, seru sekali ketika membaca jalan-jalannya. Apalagi ketika bersama sang suami ber-traveling ke Eropa. Ninit menjelaskan bahwa dia sebenarnya baru melakukan kegiatan travel setelah dirinya menikah. Kebetulan suaminya Ninit Yunita, Aditya Mulya, pernah bekerja di perusahaan asing dan ditempatkan di Pantai Gading dan Denmark.

Kegiatan traveling pasangan suami istri ini kemudian akan diceritakan kembali dalam sebuah novel semi fiksi yang berjudul “Traveler’s Tale, Belok Kanan Barcelona”. Buku ini pastinya menarik, karena akan segera beredar. Perjalanan Ninit memberikan warna baru bagi para traveler yang kiranya akan merencanakan perjalanan ke Eropa atau hanya sekedar mengkoleksi buku Ninit Yunita sebagai fans berat mereka.

Ninit Yunita tidak datang sendiri ke Pisa Café & Resto Mahakam. Bersama Aditya Mulya sang suami, bersama-sama mereka menceritakan pengalamannya. Seru sekali rupanya, karena Ninit mengakui traveling bersama pasangan, lebih nyaman dari traveling bersama komunitas. Ade Purnama atau yang biasa disapa Adep bersama 20 komunitas Sahabat Museum juga meramaikan acara ini. Adep sebagai ketua komunitas Sahabat Museum juga menceritakan kegiatan perjalanan domestik yang kebanyakan mereka lakukan, berbeda dengan Ninit Yunita yang ber-traveling di manca negara.

Bener gak sih kalau kita bepergian ada gejala homesick di dalam diri kita? Ternyata bagi Fira Basuki, Chief Editor Majalah Cosmopolitan yang juga hadir di Pisa Café, homesick tidak merasuki perasaan hati mereka. Justru ada perasaan kehilangan setelah kembali pulang ke rumah dan timbulnya kecanduan untuk mengadakan traveling selanjutnya.

Dengan membuat planning, kita bisa berlibur dengan budget yang kita punya, misalnya menghitung:
- Akomodasi
- Transportasi
- Konsumsi
- Having fun

Selasa besok apa lagi sih topik yang akan diobrolin? Penasaran dengan suasana Pisa Cafe yang semakin ramai? Kalo gitu datang aja tiap Selasa pukul 19.30 - 21.00. OK?

—————————————————————–

Pernahkah anda berkeinginan travel, jalan-jalan ke  tempat yang baru dengan cara yang tidak formal? atau bahkan mungkin anda sudah melakukannya?  

Wimar Witoelar dalam ‘Talk About Nothing’ kali ini menghadirkan Ninit Yunita, novelis yang juga seorang world traveler.  

Pisa Cafe & Resto (Mahakam) Selasa 30 Januari 19:30-21:00.

Free of Charge, Free Snack and Free drinks

Be there, join in the fun
or listen at Radio Trijaya 104,6 FM

 

De oude banken van Batavia (Jelajah Kota Toea) January 28, 2007

Filed under: jaLan-jAlaN — rizka @ 3:43 pm

Untuk melupakan si “scaatje” yang udah pergi ke Belanda, di hari Minggu gue menjelajahi daerah Kota bersama Komunitas Jelajah Budaya (KJB). Topik atau tujuan kali ini adalah “Jelajah Kota Toea” (JKT). Wah, benar-benar kota tua kami jelajahi. Untung aja kondisi alam sangat bersahabat. Panas nggak, mendungpun juga tidak. Yang ada capek!

mbi Gue terlambat ketika sampai di Museum Bank Mandiri (MBM), karena disitulah lokasi tempat berkumpulnya peserta JKT diadakan. Pesertanya banyak, hampir 200 orang memadati gedung yang merupakan warisan kolonial Belanda yang terletak di kawasan BEOS, tepatnya di depan stasiun kereta api Jakarta-Kota. Snack dan minuman hangat sudah disediakan, panitiapun terlihat sangat pro aktif menemani peserta dengan baik. Ketika gue dateng dan registrasi, pemutaran film MBM Mandiri sedang diputar. Selain film MBM, diputar juga slide gedong Perbankan tempo doeloe.

Kartum Setiawan adalah leader guide dari KJB yang poskonya terletak di Jl. Lapangan Stasiun, Jakarta Kota. Selain itu, MBM juga meng-organized acara JKT ini. Gue baru mengikuti komunitas ini, biasanya kan gue selalu gabung dengan “Sahabat Museum” (BatMus). Tapi kali ini si ketua BatMusnya (Adep) ikutan juga acara JKT ini. Seru jadinya!

Sinopsis yang dibuat oleh Kartum Setiawan sangat berguna untuk baca-baca di rumah dan mengisi pengetahuan tentang kota-kota tua di Jakarta. Sambil kita berjalan-jalan, sambil kita baca.

Nico Selain Kartum Setiawan, KJB mendatangkan seorang Sejarawan atau Archivaris KITLV dari Belanda langsung yang bernama Nico van Horn. Mister ini menerangkan kembali sejarah kota tua yang kita kunjungi. Selain itu, dia juga sangat fasih berbahasa Indonesia dengan logat yang agak ke-belanda-belandaan.

Gedong ex-De Nederlanche Handel Maatschappij

Bangunan ini dirancang oleh para arsitek Belanda, yakni J.J.J. de Bruyn, A.P Smits dan C. van der Linde (duh, susah banget yah namanya…). Pada 1929 gedung ini mulai dibangun oleh kontarktor NV. Nedam (Nederlanche Handel Maatschappij) dan diresmikan 14 Januari 1933 oleh C.J. Karel van Aalst (Presiden ke-10 NHM) saat itu sebagai gedung De Factorij, De Nederlanche Handel Maatschappij (NHM) di Batavia, sebutan lainnya Netherlands Trading Society (NTS). Setelah Factorij NHM dinasionalisasi oleh Pemerintah Republik Indonesia, kemudian dilebur ke dalam Bank Koperasi Tani & Nelayan (BKTN) pada 5 Desember 1960. Riwayat gedung inipun berubah menjadi Kantor Pusat BKTN Urusan Ekspor Impor. Pada 17 Agustus 1965 dimulailah era “Bank Tunggal”, gedung ini menjadi salah satu Kantor Pusat Bank Negara Indonesia (BNI) lalu lahirlah pada tanggal 31 Desember 1968 Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim) sampai 1995.

Gedung berarsitektur Indisch gaya Nieuw-Zakelijk ini memiliki pesona yang kuat. Salah satu bagian yang menarik dari gedung bersejarah ini adalah ragam kaca patri yang menggambarkan adanya empat musim dan tokoh nakhoda Belanda, Cornelis de Houtman yang mendarat di Banten tahun 1596. Oh iya, gedung ini menjadi asset Bank Mandiri karena pada tanggal 2 Oktober 1998 bergabungnya 4 Bank Pemerintah, yaitu Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Exim dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo).

Gedong ex-De Javanche Bank

mbi Setelah gue bercerita tentang Museum Bank Mandiri (MBM), selanjutnya gue mendatangi gedung yang tepat berada di sebelah MBM. Kini akan diresmikan Museum Bank Indonesia (MBI) pada tahun 2008. Hebatnya kita sudah bisa berkunjung, walaupun masih direnovasi. Gedung ini, merupakan salah satu asset bangunan bersejarah milik Bank Indonesia. MBM yang dahulu sebagai kantor pusat NMN didirikan di Amsterdam pada 1824, sementara Javanche Bank didirikan 24 Januari 1828 di Batavia. Percaya gak? Jauh sebelum dibangun kantor De Javanche Bank di tanah itu terdapat bekas rumah sakit (Binnenhospitaal) di dalam tembok kota Batavia.

Biro Arsitek Ed Cuypers en Huswit, salah satu arsitek ternama yang banyak merancang gedung di Batavia termasuk gedung MBI. Pembangunan tahap pertama dilaksanakan 1909-1912, dengan gaya neo klasik. Tahap kedua dilaksanakan 1922. Penambahannya yaitu beberapa ruang baru seperti ruang rapat besar yang didindingnya ditutup keramik hijau khusus yang didatangkan dari negeri Belanda. Renovasi kedua ini dipercayakan pada Biro Arsitek NV Architecten Ingenieursbureau Fermont-Cuypers. Tahap ketiga, keempat dan kelima sudah menjadikan tidak ada lagi pembangunan yang mengubah gedung secara esensial hingga menjadi MBI yang sampai di sepanjang Javabankstraat (Jalan Bank) hingga Kali Besar.

Gedong ex-De Nederlandsch-Indische Handelsbank

Kalau temen-temen datang dari arah jalan Pintu Besar Selatan atau Glodok, menuju Stasiun Jakarta-Kota persis di halte Busway Stasiun Kota, sosok gedung bergaya Art0Deco yang tegak lurus jalan pasti terlihat jelas. Arsitekturnya sederhana tapi memiliki keindahan sendiri. Sekarang gedung ini menjadi Kantor Wilayah dan Cabang Bank Mandiri Jakarta-Kota, sebelumnya digunakan sebagai Kantor Cabang Bank Bumi Daya (BBD) sampai 1999. Pemandangan indah dijumpai mulai dari ruang lobby yang menampilkan desain tangga menuju banking hall di lantai yang posisinya lebih tinggi.

Gedong ex-De Excompto Bank

Masih milik Bank Mandiri, gedung tua ini berarsitektur Indisch yang terletak di pojok pertemuan jalan Pintu Besar Utara dan Jalan Bank. Mulanya adalah merupakan Kantor Pusat De Nederlandsch-Indische Escompto Maatschappij di Batavia yang dibeli 1902. Keunikan gedung De Escomtobank ini pada bagian atas dinding luarnya terdapat ornament lambing-lambang kota Hindia Belanda seperti Surabaya, Batavia dan Semarang dan juga terdapat lambing kerajaan Belanda dan kota Amsterdam.

Gedong ex-chartered Bank Australia, India & China

Gedung ini memiliki sitra arsitektur klasik yang mengawali gaya modern dengan banyak ornament hias seperti kaca patri. Pada awal mulanya bangunan ini digunakan sebagai kantor cabang Chartered Bank of India, Australia & China di Batavia. Sejak 2 Maret 1965 pengelolaan gedung ini diserahkan oleh pemerintah kepada Bank Umum Negara (BUNEG) yang kemudian menjadi bank Bumi Daya (BBD) pada Desember 1968.

Yaaaaa…begitulah sinopsis yang disampaikan oleh Kartum Setiawan. Mudah-mudahan museum-museum yang tersebar di seluruh Indonesia (bukan hanya di Jakarta aja) dikembangkan dan bagian dari kawasan perlu dilestarikan.

Kalo ada acara beginian lagi, gue usahain akan ikut lagi. Gak akan bosen deh ngeliatnya!

Info lebih lengkap bisa gabung di mailing listnya yaitu jelajahbudaya@yahoogroups.com

 

Bye Scaatje… January 26, 2007

Filed under: mySouL — rizka @ 9:45 am

+ Hi Scaatje, selamat jalan and sukses selalu. Keep contact ya. Jaga kesehatan and take care. Thank u.

- Selamat sore scaatje. Terimakasih buat semuanya. Jaga diri baik2x ya. En salam buat temen-temen di kantor kamu. Ok dan muaah. Dag.Dag.Dag. Ika…

+ Thanks. I’m going to miss u scaatje.

Huaaaaaaaa!!!……………gue jomblo lagi!!! :( 

Tungguin aku ya, aku nyusul ke Belanda besok :P)

eja-rizka.jpg

 

WW + Ade Rai = ??? January 22, 2007

Filed under: Uncategorized — rizka @ 3:47 am

Updated!!!
Kayak apa sih kalau Wimar Witoelar ketemu ama Ade Rai? Muangkin jawabannya adalah sebuah show yang seru, informatif dan membuka wawasan

Kemaren, gue mendengarkan percakapan Wimar Witoelar dengan Ade Rai di Pisa Café & Resto di daerah Mahakam. Temen-temen yang gak bisa dateng Selasa kemaren, Selasa depan bisa dateng dan bawa temen-temen lainnnya untuk melihat dan mendengar langsung talkshow ini dengan ditemani oleh minuman dan snack gratis. Gue aja ngemil pizza ala Pisa Café. Oh iya, ice creamnya lebih enak lagi, tapi itu sih beli sendiri.

AdeRai Ade Rai seakan membuka pikiran kita tentang apa yang kita makan sehari-hari untuk tubuh kita. Mengapa sih Ade Rai merasa mix terhadap masyarakat pada umumnya yang sangat jarang body building? Ternyata apa yang dilakukan Ade Rai hanyalah biasa-biasa aja dan bisa bermanfaat bagi siapa saja, dan terjun ke dunia ini karena bakat dan potensi Ade Rai ada di sana. Tidak hanya sebagai olahraga yang berprestasi tapi menawarkan pola hidup yang sehat yaitu melakukan aktivitas olahraga yang teratur, makan pola makan yang baik dan mengajarkan menjaga kita untuk mengatur waktu istirahat yang cukup.

Dunia otomotif = you are what u drive
Dunia fashion = You are what u where
Dunia Binaraga/Fitness/Kebugaran = We are what we eat, kita adalah apa yang kita makan, kita adalah apa yang kita konsumsikan. Kalau kita konsumsikan sesuatu yang sehat, biasanya penampilan yang sehat dan perasaan yang sehat yang kita dapatkan begitupun kebalikannya.

Dalam masalah keuangan, orang punya manajeman yang baik, dalam masalah rumahtanggapun orang mempunyai manajemen yang baik. Begitupun dalam hal bekerja. Tapi dalam hal makan, orang tidak punya manajemen yang baik. Selama ini kesalahpahamannya, yang namanya diet itu seolah-olah itu adalah mengurangi makanan padahal diet itu adalah mengatur pola makan. Kenapa orang kegemukan? Mungkin istilahnya adalah kebanyakan kalori. Kebanyakan kalori itu adalah apa yang masuk lewat mulut lebih banyak dari apa yang dikeluarkan lewat aktivitas. Yang paling utama adalah menjaga keseimbangan itu.

Temanku Susy Magdalena Muaya akan melanjutnya cerita lengkapnya di sini!

—————————–

Semua tahu, fitness & health adalah paling penting. But how to do it with
fun and challenge? Tidak usah sampai sehebat Ade Rai, world class
bodybuilder, but he shows you the way. Makan sehat, exercise sehat, hidup
sehat, dan bagaimana mengukurnya.

*Listen to Trijaya 104.6 FM LIVE bisa telepon & sms. See him, touch him at
Pisa Cafe & Resto (Mahakam) Selasa 23 Januari 19:30-21:00. And hang out with
us.

Ps. Kalo ada yang mau ketemu Rizka juga boleh. Hehehehehe…

TAN with Ade Rai