Spirit of Me

Free love? As if love is anything but free. Man has bought brains, but all the millions in the world have failed to buy love.

Ibu…Selamat Hari Ibu December 22, 2006

Filed under: mySouL — rizka @ 2:49 am

rizka-mother212.jpg
Ibu, waktu kecil aku ingat kau menangis di belakang pintu sambil bersimpuh
Aku hanya melihatmu dan menangis bingung tak tahu apa yang harus aku perbuat
Ya bu…akhirnya aku mengerti, dia telah menyakitimu, dia menyakiti hatimu
Bu, waktu itu aku masih sangat kecil…yang aku tahu hanya bermain dan panjat pohon

Ibu, kau harus bangga dengan anak-anak perempuanmu
Dan aku sebagai anak perempuanmu, bangga memiliki ibu yang tegar sepertimu
Perjuanganmu sampai detik ini adalah hasil dari kekuatanmu bersama dengan Tuhan YME
Nyatanya, kita masih bersama…

Selamat Hari Ibu …
Mari ibuku, kita sebagai perempuan menolak Poligami
Apapun alasannya, kita TIDAK SETUJU!!!

 

“Rock Beach” yang menawan December 20, 2006

Filed under: jaLan-jAlaN — rizka @ 7:33 am

Ketika kita melihat ombak di lautan, dan kadang kita bertanya dalam hati. Kapan ombak akan berhenti?

Kita hanya bisa terdiam, karena masalah dalam hidup akan datang silih berganti bagai ombak di lautan.

Carita, 18 Desember 2006

Kebiasaan gue di hari senin dengan tampang muka bete, tapi di senin minggu ini ke-bete-an gue berkurang.

Pantai carita dengan panoramanya yang indah di propinsi Banten, gue datangi bersama teman-teman satu kantor termasuk Bos Besar yang dengan baik hati menyediakan lokasi buat kita pindah tongkrongan atau pintong. Asyik banget bisa berkumpul dengan temen-temen kantor dengan tempat dan suasana yang berbeda.

dasa wisata carita Pantai Dasa Wisata atau kita menyebutnya “Rock Beach” adalah pantai yang kondisi pantainya bisa berjalan lebih dari 500 meter ketika air laut surut dari bibir pantai. Bisa bayangkan! Dengan berjalan berhati-hati, kita seakan-akan sudah berada di tengah laut ketika kita sudah berjalan jauh dari bibir pantai. Tapi hati-hati dengan sisi-sisi karang ketika ketika kita melangkah. Lebih baik menggunakan sendal atau sepatu agar tidak terkena karang yang tajam. Dan ketika air laut mulai pasang, karang-karang akan tenggelam tertutup air laut dan bisa dipakai untuk bermain dan berenang. Seru banget…

Tiada kesan jika mini outing ini tidak ada acara berfoto-foto dan mengadakan permainan.

Thanks buat Bos Besar, kita semua senang, kita semua gembira.

Cerita detailnya ada di blognya Mbak Widya Lengkap banget…

 

Apa kata Dosen tentang Ciuman…??? December 13, 2006

Filed under: bla..bla..bla — rizka @ 11:42 am

kissing

Dosen Fisika:
Ciuman adalah gaya tarik menarik antara dua mulut dengan jarak antara satu titik dengan titik yang lain adalah nol.

Dosen Kimia:
Ciuman adalah reaksi akibat interaksi dari senyawa yang dikeluarkan oleh dua hati.

Dosen Mikrobiologi:
Ciuman adalah pertukaran bakteri uniseksual di dalam air liur.

Dosen Biologi:
Ciuman adalah menyatunya dua otot orbicularis oris dalam keadaan kontraksi.

Dosen Ekonomi:
Ciuman adalah sesuatu di mana permintaan lebih besar drpd penawaran.

Dosen Statistik:
Ciuman adalah kejadian yang peluangnya bisa sangat tergantung dari angka statistik berikut: 36-24-36.

Dosen Teknik:
Ciuman? Apa itu..?

Dosen Elektro:
Ciuman Adalah bertemu antara ion positif dan negatif yang mengakibatkan arus lemah menjadi arus kuat…

Dosen Kedokteran:
Ciuman adalah proses pendiaknosaaan fisik secara langsung yang berakibatkan aliran darah ke organ reproduksi meningkat

Dosen Psikologi:
Ciuman adalah proses penjiwaan terhadap pola pikir seseorang untuk mengetahui akan kenikmatan….

Dosen Programming Komputer:
if kiss >= Hot then go to bed room else go to bath room

Dosen Matematika(teori kemungkinan) :
Ciuman itu gambling, sekarang nyium. Tinggal tunggu balasannya, di gampar ato dibalas cium…

Dosen Seni :
Ciuman adalah sesuatu yang indah bila dinikmati bersama

Guru Olahraga :
jika berciuman berkategori sangat hot, sama besar dengan kalori yang terbuang untuk berjalan tergopoh-gopoh (brisk walking)

Dosen Politik (ilmu transformasi konflik):
ciuman adalah kemampuan untuk mentransformasi gesekan-gesekan konflik dari dua kelompok berbeda sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang positif (win win solution: “semua senang, semua nyaman..semua melayang)

Dosen Olahraga (again) :
Ciuman adalah suatu peregangan & pemanasan untuk “olahraga” yang lebih berat….

Dosen Kewiraan :
ciuman adalah hak yang dimiliki oleh seorang pasangan yang hubungannya telah diakui oleh negara berdasarkan hukum dan undang-undang yang berlaku.

Dosen Bahasa :
ciuman adalah berasal dari sebuah kata dasar “cium” yang mendapatkan akhiran “an”.

 

Singapore, perjalanan unik yang tidak terlupakan [hari II dan III] December 11, 2006

Filed under: jaLan-jAlaN — rizka @ 11:29 am

Diceritakan oleh Rani Sartika

rani and echa Dengan menggunakan taksi dan biaya yang tidak terlalu mahal (mahal kaleee…), kita berempat melanjuti perjalanan di hari kedua mengunjungi Merlion Park. Ada apa di merlion park? Disana terdapat patung singa yang besar dan dari mulutnya keluar air yang deras sekali seperti air pancuran. Pada awalnya, Merlion dirancang sebagai lambang Singapore Tourism Board (STB) di tahun 1964. Pemandangan disana sangat bagus dan pas banget untuk berfoto ria, bukan sekedar kami saja yang berfoto tapi banyak juga para turis mengambil moment-moment indah disana.

Tidak puas memang kalau cuma jalan-jalan dan berfoto-foto tanpa membeli apa-apa, dari Dhoby Ghaut, kami menggunakan MRT menuju China Town, pusat budaya para imigran China. Pemandangan dan keramaian China Town sangat khas yang merah menyala. Kami sibuk memilih oleh-oleh buat keluarga dan teman dari ujung sampai ujung lagi. Sampai di ujung kami sempat mampir ke kuil Sri Mariamman untuk melihat bagaimana cara orang India berdoa. Pengalaman Rani temen kantor gue, merasakan telapak kaki terasa panas dan kayaknya ada yang aneh waktu masuk ke kuil itu, entah kenapa hanya rani yang merasakan itu sedangkan mereka bertiga biasa-biasa aja.

murtabak Waktu sudah semakin siang dan perut sudah terasa lapar kembali. Little India adalah tempat yang tepat untuk makan siang siang. Target yang kita cari memang makanan khas India yaitu roti prata dan chicken murtabak [Indonesia: martabak]. Sepertinya hanya 1 tempat yang menjual roti prata ama murtabak itu, karena kami udah muter-muter, yang ktemu ya tempat kami makan ini. Awalnya kami tanya makanan roti cane, ternyata roti cane itu mereka menyebutnya “plain prata”, jadi kita ketawa-ketawa aja karena salah menyebutkan nama makanan. Murtabak di India, pilihannya ada yang kecil, sedang dan besar. Harganyapun S$ 5/6/7. Kami pilih yang kecil. Ternyata pas pesanan kami datang, bentuk murtabaknya besar. Kami berempat aja ampe gak abis. Mmmmh…lumayan enak lho murtabaknya. Gue jadi kepengen lagi, rahasianya resepnya apa ya? Oh iya, roti pratanya juga enak, guriiih…

By taxi, kami melanjutkan perjalanan menuju Mustafa Centre, masih di daerah Little India juga yang merupakan satu-satunya pusat perbelanjaan yang buka 24 jam. Electronic, fashion, food and beverage, etc…mereka hampir menjual semua kebutuhan orang-orang, khususnya turis yang ingin belanja coklat buat oleh-oleh.

Malemnya, window shopping sekitar Orchard Road seperti Takashimaya, Paragon dll.

Langsung aja di hari ke-3 ya, hari terakhir kita berada di Singapore yang bersih, tertib, orang-orang yang selalu melangkah dengan cepat, tampang-tampang ceweknya yang hampir mirip dan badan-badannya yang langsing kayak gue ini. Bener deh…di Singapore tampang ceweknya hampir sama. Rambutnya aja, modelnya hampir mirip semua.

Bangun pagi-pagi selalu dibangunin oleh Mbak Yani. Di waktu yang tersisa ini, kita sempatkan jalan-jalan ke Little John, Lucky Plaza lalu ke “House of Condom”. Kami melihat sesuatu di sana dan gue membeli sesuatu juga di toko tersebut.

Good bye Singapore…Welcome Jakarta!

 

Singapore, perjalanan unik yang tidak terlupakan [hari I] December 6, 2006

Filed under: jaLan-jAlaN — rizka @ 9:57 am

Selain unik, juga sangat melelahkan. Perjalanan ini, perjalanan pertama gue ke luar negeri sehingga menjadi pengalaman yang baru buat gue. Mata menjadi terbuka lebar melihat Singapore dari deket, jadi gak melulu melihat Jakarta. Kesempatan ini gue ambil tanpa mengambil resiko. Kalo gak begini, kapan lagi gue bisa ke Singapore? Walaupun di bulan ke depan, gue akan bawa makan siang dari rumah dan gak belanja-belanja lagi ampe gajian dateng lagi.

Perjalanan kali ini dimotori oleh Mbak Yani temen kantor gue. Beliau sudah berpengalaman dalam perjalanan ke Singapore melalui Batam. Hehehe…penghematan bow! Diikuti oleh anak-anak buahnya yaitu gue, Echa and Rani.

Pukul 06.45 pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Batam. Wajah-wajah ngantuk para menumpang terlihat dari sisi kacamata hitam. Dari Jakarta kami ngobrol dengan cowok, awal kenalnya karena kita dan dia saling bertanya-tanya tentang keberangkatan pesawat. Kami kemana-mana jadi bersama-sama. Namanya gak tau, karena dia gak memperkenalkan diri, tapi kita punya inisiatif untuk memberi dia nama, dia bernama “Rangga”. Jadi kalo tuh cowok ilang dikit di hadapan kita, Echa bilang “Eh, Rangga mana?”

Kurang lebih satu jam empat puluh lima menit, pesawat kami mendarat, dinginnya pesawat masih terasa ketika kami akan turun menuju Bandara Hang Nadim, Batam. Setelah kita mengurusi barang-barang, kita langsung menuju arah keluar untuk melanjutkan perjalanan ke Batam Centre dengan menggunakan taksi. Biaya taksi dari Bandara Hang Nadim menuju Batam Centre adalah 70 ribu rupiah. Kita berpisah dengan “Rangga” di Airport Hang Nadim ini.

Berikutnya, perjalanan feri ke Singapura melalui Batam Centre akan memakan waktu sekitar satu jam. Kita memilih feri “Batam Fast” dengan tiket return. Harga tiket Batam Centre menuju Harbourfront [return] adalah S$ 20. Oh iya, waktu Singapore itu satu jam lebih cepat dari waktu Batam.

rizka rani echa Sesampainya di Singapore, feri akan berlabuh di pelabuhan Harbourfront. Nah, selagi keluar dari feri nih…semua penumpang harus membawa barang-barangnya sendiri lalu melewati imigrasi. Di tempat inilah, dada terasa dag dig dug…Walaupun passport gue gak bermasalah, tapi entah kok deg-degan ya? Ya iyalah, liat tampang-tampang petugas imigrasi Singapore yang super jutek itu gue jadi jiper.

Kami menginap di Orchad Hotel, yang letaknya di Orchad Road. Transportasi dari Harbourfront menuju hotel menggunakan taksi. Biaya argo/meteran awal mulai dari S$ 2.40, termasuk kilometer pertama. Setelah itu biayanya akan bertambah 10 sen setiap 225 meter jarak tempuh berikutnya. Setiap perusahaan taksi menetapkan biaya tambahan yang berbeda, dan kami hanya membayar S$ 6. Setiap perusahaan perusahaan taksi menetapkan biaya tambahan yang berbeda, lebih baik tanyakan dulu pada supirnya sebelum naik. Biaya tambahan ini meliputi Electronic Road Pricing, jam sibuk dan hari libur nasional.

Setibanya di hotel, kita beristirahat sebentar. Tak ingin kehilangan waktu yang tersisa di hari pertama, dari Orchard Road kita melangkah cepat menuju Stasiun MRT. MRT adalah kereta penumpang modern dan ber-AC akan singgah di banyak stasiun yang tersebar di seluruh Singapore. Kereta ini beroperasi mulai dari jam 6 pagi hingga tengah malam tiap harinya. Harga karcisnya, berkisar antara S$0 0.90 hingga S$ 1.90. Tempat yang kita sekarang tuju adalah Snow City. Dari Orchard Road kita menuju ke Jurong dengan MRT lalu disambung lagi dengan bis umum. Biaya bis dari Terminal Jurong menuju Snow City S$ 95 sen.

Sampailah kita di tempat yang super dingiiiiiin…bayangin deh, kita semua dimasukkan ke dalam ruangan yang suhunya -6 derajad celcius. Bbbbrrrrr…dingin banget. Kita diberi waktu 1 jam untuk bermain ice sky dengan biaya S$ 12. Kalau yang gak kuat dingin, kita bisa keluar sebelum 1 jam yang kita miliki. Seru deh pokoknya…Oh iya, dengan S$ 12 itu sudah termasuk jaket mantel dan sepasang sepatu booth. Untuk sepasang sarung tangan ada biaya tambahan lagi sebesar S$ 2. Seperti nakalnya anak-anak kecil, kami melepaskan tawa diimbangi dengan seramnya ketika kami meluncur jauh ke ujung. Jika kurang puas, naik lagi ke atas menuju puncak luncuran lalu kita di dorong turun agar bisa meluncur.

clarke quay Dari Snow City, tujuan selanjutnya yaitu Clarke Quay. Ingin menghibur hati dan bersenang-senang? Segera saja menuju ke boat quay, perintis dunia hiburan Singapore. Dengan gabungan resto kelas atas, santap malam alfresco, serta bar dan pub yang meriah, tak keliru jika dikatakan Boat Quay merupakan tempat favorit untuk bersantai bagi kaum profesional dan ekspatriat. Tapi sayang…gue gak naik boat quay. Hiks! Oh iya, ada G-Max Reverse Bungy! G-Max adalah kendaraan ekstrim pertama di Singapura. Di sini, tiga orang duduk di sebuah kapsul terbuka kerangka baja yang dirancang khusus, terikat dengan kawat bungy (telah teruji di AS) ke dua buah menara. Kabel ini lalu ditegangkan, dan kemudian dilepas, meluncurkan kapsul 60 m ke udara dengan kecepatan 200 kilometer perjam. Permainan ini berlangsung selama 5 menit. Di sini gue juga gak main…hiks lagi.

Hari pertama kami sangat lelah dan kaki pegel…tapi kami senang.

Cerita dihari kedua akan gue posting, tunggu ajah…