Spirit of Me

Free love? As if love is anything but free. Man has bought brains, but all the millions in the world have failed to buy love.

komunitas biasa dan yang gak biasa November 6, 2006

Filed under: jaLan-jAlaN — rizka @ 7:43 am

Apa salahnya bertemu dengan teman yang udah lama gak ketemu. Apalagi kabar terakhir dia sekarang pindah kerja di Makassar sebagai supervisor layout di salah satu media di sana. Nah, kali ini dia sedang ada di Jakarta selama 3 hari. Ngobrol-ngobrol via email dan kita janjian ketemuan di fooudcourt Pasaraya pada Jumat pukul 18.00. Dia sebelumnya bilang, ada beberapa temannya yang akan bertemu juga dengannya. Oh, no problemo, terserah dia…pikir gue. Gue kan hanya menghormati dengan datang ke acara dia.

Stelah ngantor, meluncurlah gue dengan mio kuning ke Pasaraya diiringi oleh Gupta dengan corsa hijaunya. Parkir di lt. 3 lalu turun lagi menuju foodcourt di basement. Gupta melanjutkan perjalanan menuju Rasuna Said. Akhirnya sampailah di lokasi. Karena sudah lama banget gak ketemu temen gue itu, gue jadi rada-rada lupa dengan tampangnya. Ah…ketemu juga, dia say hello duluan ketika gue celingak-celinguk cari dia.

Sudah ada 3 cewek plus Decky temen gue di meja panjang itu, kenalan dengan mereka lalu chit-chat. Basa basilah. Mereka bingung, mereka gak tau kalau Decky janjian juga dengan gue, salah satu temen cewek Decky. ”Pacarnya Decky ya?” kata temennya Decky. “Hah! Gak kok, bukan…gue temennya doang.”

Gak lama…muncul 2 temen ceweknya Decky. Jadi udah ada 6 cewek. Lalu datang lagi 2 cewek lagi, lalu 1 cowok, lalu 1 cowok dengan 1 cewek. Waaah…bingung deh gue, dengan latar belakang yang beda-beda, gue kudu ngobrol basa-basi. Itu yang paling gue benci…Dan yang lebih bete’in lagi, gue gak nyambung dengan apa yang mereka obrolin, mungkin gue bisa nyambung dengan Decky, tapi dengan mereka??? Cuma cengar-cengir doang, karena mereka sibuk masing-masing. Kurang lebih 45 menit gue bisa bertahan, selebihnya gue segera cabut dari situ dengan alasan kopdar [kopi darat dengan komunitas milis].

Cari waktu yang tepat, akhirnya gue bayar ice cappucino yang gue pesan, lalu tuker-tukeran alamat email dengan temen-temennya Decky. Dan selanjutnya gue terbebas dari acara ramah temeh itu. Horeeee…

Catatan gue dari pertemuan ini yaitu, Decky tidak bisa me-manage antar teman yang satu dengan teman yang lain.

Kini, perjalanan menuju ke Jl. Asia Afrika, tempat komunitas YMML berada. Sekitar 25 motor yamaha matic sudah terparkir berantakan di sana. Ada mio, nouvo dan majesty. Lalu silahturahmi dengan bro and sis. [Kebetulan hanya ada 2 cewek YMML yang ada, yaitu gue dan Mila. Cewek lainnya adalah sebagian isteri-isteri dari bro-bro yang ada].

Kamera exilim gue keluarin, jeprat sana-sini ketika komunitas berkumpul untuk mendengarkan BOS YMML [bro zack] berbicara rencana YMML di tahun ke depan. Diskusi hampir selesai, datanglah Yamaha Vega Mailing List mengunjungi kita dan bersilatuhrami dengan kita, komunitas YMML. Waduuuuh…ganteng-ganteng deh bro-bro nya. Hehehehehe…Setelah itu kita kunjungan ke club-club sebelah yang juga lagi kopdar. Gak merhatiin nama club mereka apa, yang penting kita dah maaf-maafan yaa?

Selesai bersalaman, gerimis hujan datang…lalu makin sedang…gue lari-lari menuju tempat motor gue parkir. Semua berlarian supaya gak sampe kehujanan. Wadduuuh…gue belum punya jas hujan nih. Bro Arie yang baik hati tiba-tiba melemparkan jas hujan biru ke jok motor gue. Gak sempet bicara, gue langsung pake secara kilat jas hujan itu. Byuuuurrrr….hujannya deres bangeet. Ada suara yang bilang, ”Kita teduh di Plaza Senayan aja yuk”. Gue sempet diskusi dengan Mila. ”Gimana Mil, mau teduh atau langsung balik?” Kata Mila ”gue langsung balik, riz.” Ok…kita balik pulang.

Jadinya tuuuh…bisa bayangkan ditengah hujan yang sangat deras, gue and Mila terjang terus jalan raya untuk kembali pulang. Kaca helm gue rada2 riben, jadi kalau malam atau hujan gue agak riskan menggunakannya. Dengan mata perih, lunturan alas bedak, gue kedap-kedip biar mata gak perih lagi. Wuuuh…gue di belakang Mila. Dalam hati gue, kok si Mila gak neduh dimana kek…soalnya jalannya mulai banjir dan hujan makin deras.

Pelan-pelan…tibalah di arteri Pondok Indah. Apa yang terjadi??? Ternyata jalur di depan PI Mall dan seterusnya kering kerontang. Sialan!!! Orang-orang yang berada di pinggir pada ngeliatin kita. Bisa dibayangkan celana jeans [ampe dalem-dalemnya] dan sepatu gue basaah abis. Sampai bunderan Pondok Indah terlihat jalanan basah kembali tapi gak hujan. Hehehehe…kok bisa ya? Dukun PIM pake cabe ama bawang merah kali ye ditusuk lidi?

Kalau catatan gue dengan cerita ini yaitu, kalo hujan carilah tempat untuk berteduh. Jangan membahayakan diri sendiri kalau ingein selamat sampai di rumah. Udah gitu, belilah jas hujan sekarang juga!

 

Leave a Reply