Spirit of Me

Free love? As if love is anything but free. Man has bought brains, but all the millions in the world have failed to buy love.

Cerita dikit dugem di jakarta dan bali November 28, 2006

Filed under: jaLan-jAlaN — rizka @ 12:04 pm

Moamar Emka bisa saja menulis tentang kondisi dan situasi kota Jakarta’s Red District. Tapi, gue mau mencoba menceritakan gambaran gue yang pernah mengalami dugem di Jakarta dan Bali.

Jakarta

Selama ini saya hanya mendengarkan teori dari seorang teman tentang kehidupan kota Jakarta, entah di tempat karaoke, nite-club, klub kebugaran atau strip-bar. Suatu saat saya ingin langsung ke inti realty show, walaupun tidak mendatangi semua red district yang saya sebutkan tadi. Saya tidak mengeluarkan uang sepeserpun, saya hanya mengeluarkan biaya taksi untuk pulang karena tidak mungkin saya pulang larut malam bahkan hingga dini hari jika keadaan saya masih menerawang.

Temen saya seorang yang berduit, tidak sayang menghabiskan uang hanya untuk hura-hura. Dan saya berpikir, bahwa dia mempunyai alasan tersendiri untuk itu.

Saya dan temans menuju tempat yang mungkin tidak begitu terkenal dan bukan tempat untuk kalangan elit Jakarta. ”RM” adalah tempat red district di wilayah Barat. Tiba di tempat itu, kelihatannya teman saya ini begitu kenal dengan daerah dan orang-orangnya. Teman saya begitu dihormati, karena teman saya yang lain bilang bahwa dia memang sering ke tempat ini dan ”belanja” banyak. Mungkin dia termasuk orang yang memberikan inventasi yang besar buat pemasukan di club itu.

Kondisi masih sepi ketika kita semua tiba di tempat. Lambat laun, malam semakin larut, situasi makin ramai dan gelap lalu musik makin keras di speaker yang tepat berada di samping saya duduk. DJ starts the music…

Satu setengah jam kemudian, muncul 3 striper lokal di atas panggung untuk menari. Tidak lebih dari setengah jam mereka menari. Selebihnya melakukan pendekatan personal untuk urusan kencan lanjutan. Saya baca di majalah AREA, kalau striper bule lebih banyak unjuk kebolehan dengan menari seksi dan makin banyak tip yang keluar, makin liar mereka menari.

Bali

Bali memang tempat liburan yang aman dan nyaman. Saya dan beberapa teman mencari tempat dugem yang heboh pada malam itu. Sayang sekali, club ”KS” yang terkenal tutup. Lalu kita menuju ke kawasan Seminyak. Hentakan musik yang dimainkan DJ dari diskotik ”DS” sudah terdengar dari tempat parkir. Digelapnya malam juga terdengar suara ombak yang terletak persis di seberang diskotik.

Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 Wita. Di sudut pojok diskotik yang cukup terkenal ini tampak sejumlah turis asing sedang berbincang-bincang sambil menikmati minuman. Diskotik ini sudah cukup terkenal di kalangan wisatawan domestik (wisdom) maupun wisatawan mancanegara (wisman). Suasana di dalam juga nyaman. Di tengah-tengah sebelum kita masuk ke ruangan disko, ada kolam renang yang juga digunakan untuk bungee jumping bagi orang yang ingin menikmati dinginnya air pada dini hari. Seperti saya, setelah lelah berdisko melangkahlah saya menuju pinggiran kolam sambil menunggu orang untuk berjumping ria.

Semakin malam, Bali semakin liar. Tempat yang kami kunjungipun semakin ramai. Dentuman musik semakin keras rasanya terdengar. Orang-orangpun terlelap oleh gerakan dan hentakan musik.

Pukul 04.00. Kami sudah lelah. Maka istirahatlah dipinggir kolam renang ditemani oleh minuman yang selalu setia. Lalu…tak lama kemudian, masuklah beberapa kaum lelaki lokal dari arah luar club mendatangi lelaki bule. Di depan mata, saya melihat 2 lelaki itu berciuman. Lelaki lokal dan lelaki bule. Wow!!!

Besoknya kembali dugem di ”EM”, tepatnya di Jl. Legian. Di ”EM” ini 85% lebih banyak orang-orang dari manca negara dibandingkan dengan orang-orang lokal (pelancong lokal dan orang lokal). Saya agak bingung, tempatnya diskonya berbeda dengan di ”DS”. Kali ini lebih sempit, tapi pengunjungnya banyak. Saya dan salah satu teman saya hanya duduk di tepi meja bar sambil melihat para bule berdisko dan beberapa teman saya turun untuk berdisko. Lagi menikmati minuman, tiba-tiba saya ditarik oleh cewek lokal untuk menemani berdisko dengan cowok bulenya. Tapi kok, lama-lama tuh cewek lokalnya menghilang dan membiarkan saya hanya berdua dengan cowok bule ini? Saya mulai tidak nyaman, saya mencari teman-teman saya, terlihat teman-teman saya hanya senyum-senyum mendukung saya tetap berjoget dengan bule itu.

Akhirnya saya terbebas dari bule itu dan kembali ke bangku bar yang terlihat kosong. Teman saya bilang akan ke toilet sebentar. Maka tinggal saya sendirilah diantara bule-bule yang berseliweran. ”Halo, siapa nama kamu?” tiba-tiba cowok bule persis di sebelah tanya ke saya dengan bahasa Indonesia yang bercampur logat kebule-bulean. ”Hah?” Saya? Nama saya Nanda, teriak saya. ”Nanda? nama yang bagus sekali” Kenalkan, nama saya……..[gak denger waktu itu], saya dari Spanyol. ”Mmmh…kamu cantik sekali”. ”Oh, thanks…jawab saya.”

Cerita belum selesai di situ, temen saya belum muncul dari toilet. Lalu, si bule menyodorkan segelas tequilla ke saya. Saya jawab, ”no, thanks”. Si bule bilang kalo minuman tequilla adalah minuman kesukaan dia. Oh ya? Lalu dia berkata lagi ”kamu mau menikah dengan saya?”

The end…

 

Jakartaku makin panas November 21, 2006

Filed under: bla..bla..bla — rizka @ 11:40 am

Ada yang mengalami sejuknya kota Jakarta akhir-akhir ini? Kalau gue, sejuk yang gue alami hanya ketika gue tidur di rumah. Itupun transmigrasi ke kamar ortu, biar bisa tidur nyenyak sampai pagi diantara dinginnya AC.

Sekarang kalau mau cari keringat keluar, gak perlu berolahraga di ruang gym. Masuk bis metromini yang tanpa AC sudah mengeluarkan keringat, apalagi bekerja seharian yang AC-nya sedang bermasalah. Seperti yang gue alami sekarang nih, sampai sekarang masih bertanya-tanya, entah karena AC nya rusak atau makin panas udara sehingga AC kalah dengan pemanasan global yang sedang terjadi di ruang kantor lantai 3 ini? Feeling gue dan teman-teman merasa AC di kantor sudah perlu diganti. Hehehehe…

Tahun ini Jakarta cukup panas. Gue dengar kabar dari Gupta teman kantor bahwa suhu menunjuk 38 derajat Celcius dibandingkan dengan 32-34 yang sebelumnya sudah lumayan menggerahkan. Indikasi pemanasan global lain yang begitu jelas mungkin bisa dirasakan beberapa waktu belakangan ini. Misalnya suhu di Kalimantan yang biasanya sekitar 35 derajad Celcius naik menjadi 39 derajad Celcius. Terus di Sumatera yang biasanya berkisar pada 33-34 derajat Celcius naik menjadi 37 derajat Celcius.

Kenapa sih bisa ada perubahan iklim seperti ini?

Ya, akibat meningkatnya kegiatan manusia yang terkait dengan rumah kaca. Bumi kita berada di dalam rumah kaca. Asap-asap industri, asap kendaraan, penggunaan hair spray, pemakaian AC dan lain-lain menyebabkan terbentuknya dinding-dinding asap. Dalam keseharian kita selalu menambah beban lingkungan tanpa kita sadari. Para ahli sudah setuju bahwa efek rumah kaca disebabkan oleh bertambahnya jumlah gas-gas rumah kaca (GRK) di atmosfir yang menyebabkan energi panas yang seharusnya dilepas ke luar atmosfir bumi dipantulkan kembali ke permukaan dan menyebabkan temperatur permukaan bumi menjadi lebih panas. Bisa dibayangkan…

Apa sih Pemanasan Global itu? Artikel dari Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia [IATPI]Imengatakan suatu istilah yang menunjukan adalnya kenaikan rata-rata temperatur bumi, yang kemudian menyebabkan perubahan dalam iklim. Bumi yang lebih hangat dapat menyebabkan perubahan siklus hujan, kenaikk\an permukaan air laut, dan beragam dampak pada tanaman, kehidupan liar, dan manusia. Ketika para ahli ilmu pengetahuan berbicara mengenai permasalahan perubahan iklim, yang menjadi pusat perhatian adalah pemanasan global yang disebabkan ulah manusia. Mungkin sulit untuk dibayangkan bagaimana manusia dapat menyebabkan perubahan pada iklim di Bumi. Namun, para ahli sepakat bahwa ulah manusialah yang memacu besarnya jumlah gas rumah kaca dilepaskan ke atmosfir dan menyebabkan bumi menjadi lebih panas. Dahulu, semua perubahan iklim berjalan secara alami. Tetapi dengan adanya Revolusi Industri, manusia mulai mengubah iklim dan lingkungan tempatnya hidup melalui tindakan-tindakan agrikultural dan industri. Revolusi Industri adalah saat dimana manusia mulai menggunakan mesin untuk mempermudah hidupnya. Revolusi ini dimulai sekitar 200 tahun lalu dan mengubah gaya hidup manusia. Sebelumnya, manusia hanya melepas sedikit gas ke atmosfir, namun saat ini dengan bantuan pertumbuhan penduduk, pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan, manusia mempengaruhi perubahan komposisi gas di atmosfir. Semenjak Revolusi Industri, kebutuhan energi untuk menjalankan mesin terus meningkat.

Nah, kini kita dapat bertanya pada diri kita sendiri. Sampai kapankah kita harus merasa pemanasan global pada bumi bukan urusan kita?

Update 22 Nov 15.00: Alhamdulillah, setelah mendengar kabar langsung dari Bos Besar gue [gara-gara beliau baca blog gue ini], lt. 3 di kantor gue akhirnya dibelikan 2 buah AC baru. Horeeeeee……Thank u Bos!!!

 

Faisal Basri: Jakarta milik kita semua November 12, 2006

Filed under: bla..bla..bla — rizka @ 1:52 pm

Jakarta yang nyaman akan membahagiakan warganya. Kenyamanan tidak saja diperoleh dari kelengkapan dan kelayakan sarana dan prasarananya, tapi juga oleh tumbuhnya nilai-nilai solidaritas, kerjasama dan sikap saling percaya. Kenyamanan menjadi keseharian tatkala semua orang diperlakukan setara, tanpa diskriminasi.

Jakarta yang nyaman hanya mungkin terwujud jika pemimpinnya bersedia menjadi pelayan rakyat. Sebagai pelayan, ia niscaya harus mengutamakan kebutuhan warganya, mendengar dan menyerap aspirasi masyarakatnya dan menjadi teladan para aparaturnya. Melayani rakyat berarti melindungi dan memberdayakan mereka yang selama ini terpinggirkan.

Melayani rakyat tidak mungkin dilakukan tanpa hati. Melayani bukan konsep yang mudah dipraktekkan oleh mereka yang telah terbiasa dengan gaya kepemimpinan yang justru minta dilayani. Hanya generasi baru yang punya rekam jejak bersama rakyat yang bisa melayani tanpa canggung.

Jakarta, 11 November 2006

 

Bash Bish bush kacang re-BUSH November 9, 2006

Filed under: bla..bla..bla — rizka @ 10:51 am

bush dumb Kedatangan Presiden Amerika Serikat George W Bush 20 November mendatang, sepertinya memang merepotkan seluruh bangsa Indonesia terutama warga Bogor. Kerugian warga Bogor bisa dilihat dari pembangunan helipad di Kebun Raya Bogor, dimatikannya jaringan telepon selular dengan alasan ponsel bisa menjadi pemicu bom dari jarak jauh dan alat komunikasi teroris, trus ada sekolah yang diliburkan, toko-toko sekitar lokasi ditutup, persiapan PLN menyadangkan dua juta watt arus listrik untuk penerangan di sekitar Kebun Raya, ditutupnya jalan-jalan disekitar area Kebun Raya (Jl. Pajajaran, Jl. Jalak Harupat, Jl Sudirman, dan Jl Ir. Juanda), jaringan internet akan dilacak dan kerugian lain selama 10 JAM!!!

Bayangkan…bayangkan…berapa total anggaran negara yang harus dikeluarkan karena kedatangan si ”kacang re-Bush” itu. Apakah dia malaikat? (Malaikat maut kali ya…). Coba dong, coba perlakukan Bush seperti tamu-tamu negara lain. Biaya anggarannya juga disamakan. Gak percaya kalo anggaran penyambutan kunjungan Bush itu sama dengan anggaran tamu negara lain.

”Yusril mengemukakan, kunjungan Bush bukan atas undangan Indonesia. “Seperti kita tahu, Indonesia tidak mengundang Bush. Beliau datang ke sini atas inisiatif pemerintah AS sendiri. Indonesia sebagai tuan rumah saja,” ujarnya”.
Bush…Bush…iseng banget sih ngerjain Indonesia, atau Indonesia seneng dikerjain Amerika?

Tapi jangan egois, kita harus berharap walaupun sangat keciiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiillllllllllllllllll sekali, kedatangan Bush kali ini dapat memberikan pencerahan bagi rakyat Indonesia, yaitu pencerahan yang positif.

 

Ketika tuhan menciptakan wanita November 9, 2006

Filed under: mySouL — rizka @ 4:08 am

Ketika Tuhan menciptakan wanita, DIA lembur pada hari ke-enam.
Malaikat datang dan bertanya,”Mengapa begitu lama, Tuhan?”

Tuhan menjawab:
“Sudahkan engkau lihat semua detail yang saya buat untuk menciptakan mereka?”

“ 2 Tangan ini harus bisa dibersihkan, tetapi bahannya bukan dari plastik. Setidaknya terdiri dari 200 bagian yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak saat yang bersamaan. Punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan… , dan semua dilakukannya cukup dengan dua tangan ini ”

Malaikat itu takjub.

“Hanya dengan dua tangan?….impossible!“

Dan itu model standard?!

“Sudahlah TUHAN, cukup dulu untuk hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk menyempurnakannya“.

“Oh.. Tidak, SAYA akan menyelesaikan ciptaan ini, karena ini adalah ciptaan favorit SAYA”.

“O yah… Dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri, dan bisa bekerja 18 jam sehari”.

Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita-ciptaan TUHAN itu.

“Tapi ENGKAU membuatnya begitu lembut TUHAN ?”

“Yah.. SAYA membuatnya lembut. Tapi ENGKAU belum bisa bayangkan kekuatan yang SAYA berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa.“

“Dia bisa berpikir?”, tanya malaikat.

Tuhan menjawab:
“Tidak hanya berpikir, dia mampu bernegosiasi.”

Malaikat itu menyentuh dagunya….

“TUHAN, ENGKAU buat ciptaan ini kelihatan lelah & rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya.”

“Itu bukan lelah atau rapuh….itu air mata”, koreksi TUHAN

“Untuk apa?”, tanya malaikat

TUHAN melanjutkan:
“Air mata adalah salah satu cara dia mengekspressikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan dan kebanggaan.”

“Luar biasa, ENGKAU jenius TUHAN” kata malaikat.
“ENGKAU memikirkan segala sesuatunya, wanita- ciptaanMU ini akan sungguh menakjubkan!”

Ya mestii…!
Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona laki-laki. Dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki.
Dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri.
Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit.
Mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan.

Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit dan kematian.

Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup.

Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.

Hanya ada satu hal yang kurang dari wanita:

Dia lupa betapa berharganya dia…

 

komunitas biasa dan yang gak biasa November 6, 2006

Filed under: jaLan-jAlaN — rizka @ 7:43 am

Apa salahnya bertemu dengan teman yang udah lama gak ketemu. Apalagi kabar terakhir dia sekarang pindah kerja di Makassar sebagai supervisor layout di salah satu media di sana. Nah, kali ini dia sedang ada di Jakarta selama 3 hari. Ngobrol-ngobrol via email dan kita janjian ketemuan di fooudcourt Pasaraya pada Jumat pukul 18.00. Dia sebelumnya bilang, ada beberapa temannya yang akan bertemu juga dengannya. Oh, no problemo, terserah dia…pikir gue. Gue kan hanya menghormati dengan datang ke acara dia.

Stelah ngantor, meluncurlah gue dengan mio kuning ke Pasaraya diiringi oleh Gupta dengan corsa hijaunya. Parkir di lt. 3 lalu turun lagi menuju foodcourt di basement. Gupta melanjutkan perjalanan menuju Rasuna Said. Akhirnya sampailah di lokasi. Karena sudah lama banget gak ketemu temen gue itu, gue jadi rada-rada lupa dengan tampangnya. Ah…ketemu juga, dia say hello duluan ketika gue celingak-celinguk cari dia.

Sudah ada 3 cewek plus Decky temen gue di meja panjang itu, kenalan dengan mereka lalu chit-chat. Basa basilah. Mereka bingung, mereka gak tau kalau Decky janjian juga dengan gue, salah satu temen cewek Decky. ”Pacarnya Decky ya?” kata temennya Decky. “Hah! Gak kok, bukan…gue temennya doang.”

Gak lama…muncul 2 temen ceweknya Decky. Jadi udah ada 6 cewek. Lalu datang lagi 2 cewek lagi, lalu 1 cowok, lalu 1 cowok dengan 1 cewek. Waaah…bingung deh gue, dengan latar belakang yang beda-beda, gue kudu ngobrol basa-basi. Itu yang paling gue benci…Dan yang lebih bete’in lagi, gue gak nyambung dengan apa yang mereka obrolin, mungkin gue bisa nyambung dengan Decky, tapi dengan mereka??? Cuma cengar-cengir doang, karena mereka sibuk masing-masing. Kurang lebih 45 menit gue bisa bertahan, selebihnya gue segera cabut dari situ dengan alasan kopdar [kopi darat dengan komunitas milis].

Cari waktu yang tepat, akhirnya gue bayar ice cappucino yang gue pesan, lalu tuker-tukeran alamat email dengan temen-temennya Decky. Dan selanjutnya gue terbebas dari acara ramah temeh itu. Horeeee…

Catatan gue dari pertemuan ini yaitu, Decky tidak bisa me-manage antar teman yang satu dengan teman yang lain.

Kini, perjalanan menuju ke Jl. Asia Afrika, tempat komunitas YMML berada. Sekitar 25 motor yamaha matic sudah terparkir berantakan di sana. Ada mio, nouvo dan majesty. Lalu silahturahmi dengan bro and sis. [Kebetulan hanya ada 2 cewek YMML yang ada, yaitu gue dan Mila. Cewek lainnya adalah sebagian isteri-isteri dari bro-bro yang ada].

Kamera exilim gue keluarin, jeprat sana-sini ketika komunitas berkumpul untuk mendengarkan BOS YMML [bro zack] berbicara rencana YMML di tahun ke depan. Diskusi hampir selesai, datanglah Yamaha Vega Mailing List mengunjungi kita dan bersilatuhrami dengan kita, komunitas YMML. Waduuuuh…ganteng-ganteng deh bro-bro nya. Hehehehehe…Setelah itu kita kunjungan ke club-club sebelah yang juga lagi kopdar. Gak merhatiin nama club mereka apa, yang penting kita dah maaf-maafan yaa?

Selesai bersalaman, gerimis hujan datang…lalu makin sedang…gue lari-lari menuju tempat motor gue parkir. Semua berlarian supaya gak sampe kehujanan. Wadduuuh…gue belum punya jas hujan nih. Bro Arie yang baik hati tiba-tiba melemparkan jas hujan biru ke jok motor gue. Gak sempet bicara, gue langsung pake secara kilat jas hujan itu. Byuuuurrrr….hujannya deres bangeet. Ada suara yang bilang, ”Kita teduh di Plaza Senayan aja yuk”. Gue sempet diskusi dengan Mila. ”Gimana Mil, mau teduh atau langsung balik?” Kata Mila ”gue langsung balik, riz.” Ok…kita balik pulang.

Jadinya tuuuh…bisa bayangkan ditengah hujan yang sangat deras, gue and Mila terjang terus jalan raya untuk kembali pulang. Kaca helm gue rada2 riben, jadi kalau malam atau hujan gue agak riskan menggunakannya. Dengan mata perih, lunturan alas bedak, gue kedap-kedip biar mata gak perih lagi. Wuuuh…gue di belakang Mila. Dalam hati gue, kok si Mila gak neduh dimana kek…soalnya jalannya mulai banjir dan hujan makin deras.

Pelan-pelan…tibalah di arteri Pondok Indah. Apa yang terjadi??? Ternyata jalur di depan PI Mall dan seterusnya kering kerontang. Sialan!!! Orang-orang yang berada di pinggir pada ngeliatin kita. Bisa dibayangkan celana jeans [ampe dalem-dalemnya] dan sepatu gue basaah abis. Sampai bunderan Pondok Indah terlihat jalanan basah kembali tapi gak hujan. Hehehehe…kok bisa ya? Dukun PIM pake cabe ama bawang merah kali ye ditusuk lidi?

Kalau catatan gue dengan cerita ini yaitu, kalo hujan carilah tempat untuk berteduh. Jangan membahayakan diri sendiri kalau ingein selamat sampai di rumah. Udah gitu, belilah jas hujan sekarang juga!

 

Sudah Sampaikah sosialisasi pilkada ke warga DKI? November 3, 2006

Filed under: fearFactOr — rizka @ 10:00 am

Diiringi suara handphone dari seorang warga Menteng ketika sedang on air, diskusi dimulai dari pesan dan kesan terhadap Pemerintah Daerah yang dilontarkan Effendi Ghazali untuk warga Menteng dan mahasiswa Moestopo yang kali ini datang untuk memeriahkan acara. Suara lantang Wimar Witoelar memecahkan suasana ketika Effendi Ghazali memancing supaya WW berteriak. Sehingga teriakan “IYA, BETUL!” keluar dari mulut WW.

Tamu utama Gubernur Kita sebenarnya ada 2, yang satu adalah ketua DPRD Jakarta yang berhalangan hadir entah karena sakit atau karena apa dan tamu yang kedua adalah Hadar Navis (bukan Narsis?) Gumay (koreksi: Dumay) - Direktur Eksekutif CETRO (Centre for Electoral Reform) atau Pusat Reformasi Pemilu yang adalah sebuah ORNOP (organisasi Non Profit) atau LSM (Lembaga swadaya Masyarakat) yang didirikan dengan tujuan untuk memperkokoh gagasan dan pranata Pemilu serta menyebarluaskan gagasan pemilihan umum yang jujur dan adil melalui pembaharuan Sistem Pemilu.

Kurang puas terhadap Pemerintah Daerah adalah komentar yang dilontarkan oleh warga Menteng dengan banyaknya peraturan-peraturan yang sudah dibuat, tapi kok tidak konsisten dengan peraturan itu artinya peraturan ada, tapi kok tidak dijalankan. Contohnya ya tidak diperbolehkan merokok di depan umum. Si penanya mencontohkan melihat Bung Wimar ngerokok tadi. Duh…salah sasaran, tapi Wimar nyeletuk “bukan saya tuh, saya 10 tahun sudah tidak merokok, mungkin pemilik stasion yang merokok”. Hahahahaha…Akhirnya saat ditanya mengenai kinerja Pemda DKI Jakarta maka jawabannya sama kurang puas, kalangan Warga Menteng memberikan nilai 6-7 dan mahasiswa memberikan 4-5.

Selain peraturan merokok, kembali timbulnya masalah konsistensi. Sudah bagusnya pemerintah membangun busway, tapi kenyataannya di Menteng membangun gedung parkir dan di daerah Jl. Sudirman rencananya juga akan diperlebar, sehingga sepertinya melegalkan kendaraan-kendaraan pribadi. Sehingga warga Menteng dan warga lainnya berharap Pemerintah mengikutsertakan warga dalam perubahan lingkungan. Sarana olahraga juga menjadi persoalan diantara warga, khususnya wilayah Menteng yang hanya memanfaatkan Taman Suropati untuk berolahraga. Dengan spontan WW bilang “dikejar-kejar tentara kalo gitu”. Warga takut kalau Menteng dibongkar dan gak tau mau dibuat apa. Wimar kembali celetuk kalo kemungkinan Menteng akan dibangun stadion Persija. Kalo gitu kita-kita juga bisa maen bola dong…

Diskusi berkembang seru, dengan jawaban dari mahasiswa Moestopo terhadap kurang puasnya kinerja dan hasil dari perintah DKI. Dari satu sisi, hanya kota-kota besar saja yang mengalami kemajuan dan pembangunan. Sedangkan yang dipinggir kota Jakarta, walaupun diberi fasilitas umum namun tidak dijaga secara baik. Komentar menarik dari mahasiswa Moestopo yaitu tentang gedung tua yang dijadikan sejarah dihancurkan, padahal gedung atau kota tua merupakan identitas kota. Kemajuan suatu kota bukan berarti dibangunnya gedung-gedung baru, tapi gedung lamapun akan menjadi cagar budaya. “Kita harus melindungi gedung tua dan orang tua”, kata WW. Setuju!!!

Giliran Hadar N. Dumai mulai bicara tentang Pilkada. Pengalaman mengamati Pilkada langsung yang pertama kali dilakukan oleh pemerintah daerah atau KPUD DKI dengan posisi warga yang kurang memiliki informasi tentang Pilkada adalah harus menjadi masyarakat yang aktif dan tidak terpancing untuk tidak memilih. Rata-rata tingkat partisipasi atau orang yang ikut di dalam Pilkada kurang lebih 69%. Pemilihan nasional pemilihan presiden legislatif 84 %, pemilihan presiden putaran pertama 78%, putaran kedua 76%. Kalau Jakarta pada saat pemilihan presiden 1 dan 2 masih 75% dan 73%. Pada saat pendaftaran, nanti ada kesempatan untuk mengecek apakah benar kita sudah mendaftar dan data kita sudah benar atau tidak. Kalau kita tidak memilih, kita menyerahkan pilihan kita kepada orang lain. Dan itu seringkali yang dipilih adalah orang yang paling tidak kita sukai. “Betul, seperti yang sekarang, eeh…tapi yang sekarang tidak dipilih”, kembali celetuk WW. Jadi kesimpulannya pilih yang terbaik dari yang ada.

Nah, kalau spanduk gimana?

Hadar Dumai mengatakan kalau pemasangan spanduk tidak ada masalah. Masa memperkenalkan diri hanya 14 hari sebelum pemungutan suara. Memilih yang terbaik bukan sekedar hanya tampilannya tapi benar-benar menilai apakah bakal calon ini trade record dan mempunyai keahlian yang baik.

Pembicaraan makin menarik ketika Wimar mengatakan bahwa peraturan Dirjen, gubernur sekarang tidak akan dipilih kembali.

“Bagaimana sih menatap Pilkada ini lebih optimis?” tanya Effendi Ghazali. Hadar Dumai bilang bahwa perlu meninggalkan yang menjadi dasar kekecewaan kita, dan digunakan sebaik-baiknya untuk menjadi warga yang aktif.

Jadi nanti akan ada masa pendaftaran pasangan calon yang akan di cek dan di verifikasi lalu ditetapkan lalu sesudah akan ada masa kampanye. Oleh karena itu, kita perlu modal besar untuk mengetahui siapa mereka-mereka yang rencananya akan kita pilih. Inilah kesempatan untuk mempelajari bakal calon secara aktif. Bad Guy dan Good Guy kembali menjadi point penting di dalam Pilkada ini.

Partai yang sudah menentukan calonnya saat ini yaitu PKS. Ryaas Rasyid menjelaskan untuk komposisi DPRD Jakarta sekarang ini hanya ada 3 partai yang bisa mengajukan calon tanpa harus bergabung dengan partai lain yaitu PKS, PDIP dan Partai Demokrat. Yang sudah resmi sampai hari ini memutuskan calonnya yaitu PKS: Adang Dorodjatun. Hadar Dumai menambahkan kalau calon sudah ditentukan oleh partai politik, kita juga bisa mencari tahu apa yang akan mereka lakukan jika programnya terpilih.

 

Cerita teman…Gedebuuug!!! November 1, 2006

Filed under: bla..bla..bla — rizka @ 4:28 am

Temen gue baru dateng dari suatu kota di Sumatera [itu tuh, makanan enaknya pempek] dengan menggunakan liburan lebaran plus cuti 2 harinya. Hari ini gue baru ketemu di tempat kerja, selama seminggu lebih tak bertemu. Biasanya sih temen gue ini pergi selalu bawain gue oleh-oleh, pokoknya dia selalu inget ama gue deh kalo dia pergi jauh. Tapi… tadi pagi kok dia langsung duduk dan cuek dengan dirinya sendiri mengaktifkan komputer dan langsung cek email. Jujur, kalo gue gak sadar kalo dia udah duduk di mejanya yang tepat di depan meja gue. Pokoknya tau-tau udah ada…

Sebelum gue cerita apa yang dia ceritain ke gue, gue merasa dia mempunyai problem dengan kunjungan ke daerah. Problem apa sih? Bukan problem dengan perut dan juga dengan cewek lho, bukan. Masalahnya yaitu dia kalau ke daerah selalu bermasalah dengan yang namanya jatuh, gedebuuukk…GITU! Sakit ya? Kasian…

Udah 2 kali sih dia dapet masalah jatuh itu. Tapi kok lucu banget. Desember 2005, waktu di Makassar abis pulang dari nonton bioskop, dia jatuh dari becak bersama temen satu kantor gue juga. Alasan naek becak karena di Jakarta becak udah gak ada. Jadi, becak yang dia tumpangi ditabrak oleh motor yang lagi balapan liar atau istilah gaulnya ”ngetrek” di jalan pantai Losari. Selain hampir kehilangan sandal kesayangannya, dia juga terluka cukup serius di sebagian pergelangan tangannya.

Langsung aja ya ceritanya, gak kuat ketawa niiiih…

Tadi pagi dia memperlihatkan tangannya yang dibungkus perban.

”Lho… tangan loe kenapa?”

”Jangan bilang ke temen-temen ya…”
”Gue abis jatoh dari kuda.”

Wakakakakakakakakakaaaak….