Spirit of Me

Free love? As if love is anything but free. Man has bought brains, but all the millions in the world have failed to buy love.

Awalnya susah mulai, tapi akhirnya susah buat berhenti September 26, 2006

Filed under: fearFactOr — rizka @ 11:06 am

Dulu menulis di buku diary buat ceritain kisah sehari-hari bersama keluarga, temen atau pacar. Buku diarynya ada gembok. Kecil banget. Jadi kalo pulang sekolah, langsung deh curhat di buku. Gak berani dibawa-bawa ke sekolah, karena tiba-tiba suka ada pemeriksaan di kelas. Kan gak lucu kalo gurunya minta kita bacain di seluruh kelas.

Tapi saat ini zaman sudah makin maju. Mungkin buku diary mungkin masih ada, tapi sekarang kebanyakan orang mulai ngeblog lho. Apa sih blog itu?

budi putra and imxers Bersyukurlah gue ketemu Mas Budi Putra di kantor pagi tadi. Dalam diskusi dengan Mas Budi, gue menjadi mengerti lebih luas pemakaian blog, apalagi dengan hilangnya tulisan gue di blog terdahulu. Sampai saat ini belum ketemu kasus hilangnya semua tulisan gue. Kata mas budi, dengan adanya blog siapa saja yang bisa menulis dapat memuat ide dan pandangannya di blog tanpa dibatasi oleh mazhab apakah sosialis, komunis, atau liberal. Lewat blog, kita juga dapat mendebat siapa saja termasuk Bill Gates dan orang akan jenuh dengan media cetak yang ada pada saat ini.

Berita lengkap dialog dengan Budi Putra bisa di klik di www.perspektif.net

 

Hell Yeah di Cirebon September 9, 2006

Filed under: fearFactOr — rizka @ 4:47 am

Diedit kembali oleh Wimar Witoelar
Update: Rizka Nurlita Andi

Di cuaca yang pagi dan cerah di kota Cirebon. WW, Fira Basuki, Sekar [dari TB Gramedia] dan tim IMX telah menyapa masyarakat Cirebon Cung dan Nok [abang dan none kalo istilah di Jakarta] di stasiun radio IS FM 98.1 FM pada pukul 10 pagi untuk ngebahas bersama IS listener buku biografi “Hell, Yeah” Wimar Witoelar yang ditulis oleh Fira Basuki. Seru banget! Apalagi Mbak Nonon sebagai penyiar enak banget ngebawainnya. “Spesial Edisi” sebagai tema yang diangkat pada radio talkshow ini, disiarkan secara live dan interaktif. Segment Radio IS FM adalah kalangan mahasiswa yang biasa memutar lagu pop dan barat. Seperti biasa, pembahasan buku ini seputar sejarah awal dan penulisan buku “Hell, Yeah.” Karena interaktif, pertanyaan dapat dilontarkan melalui telepon dari IS listener dan 3 orang yang beruntung yang mendapatkan buku lain dari Wimar Witoelar.

Hell, yeah, good show! Perjalanan selanjutnya, ada lagi talkshow bersama Radio Suara Gratia Prima 95.9 FM khusus ngobrolin buku ini. Kali ini suara Steve menyapa “keluarga Gratia” yang biasa mereka sebut pendengar setianya untuk mengetahui lebih dekat sosok Wimar Witoelar. Suara Gratia, radio kristiani dengan segment keluarga dan tema “Program Santai” mereka sebut diacara ini. Tak kalah dengan Mbak Nonon, Mas Steve pun membawakan dengan suara yang mmmmmh…keren! Oh iya, Sekar dari TB Gramedia sempet menjuluki WW sebagai “Lanange Jagat” [lelakinya dunia] ketika dia mempromosikan acara kunjungan ke Gramedia hari Minggu. Pertanyaan dari keluarga gratia bermacam-macam, ada yang tanya kegiatan yang WW jalani sekarang, suka duka menjadi jubirnya Gus Dur, soal kejujuran pembayaran pajak sampai pertanyaan lumpur Lapindo.

Langsung meluncur ke Radio Rama yang mempunyai gelombang 100.7 FM. Segmen yang mereka kuasai yaitu kalangan mahasiswa dan bisnis usia 18-45 tahun. Radio ini biasa mengulas resensi buku. Mbak Yulis sebagai pembawa acara kali ini. Sama, enak didenger suaranya. Supel orangnya, ketawa melulu. “Insan Rama” mereka biasa menyebutnya. 4 orang bertanya via telepon dan mereka juga mendapatkan buku WW yang diambil di TB Gramedia Cirebon.

Cirebon FM ini merupakan jaringan Bens Radio (didirikan Benjamin S.) dengan segment umum yang biasa memutar musik dangdut dan tarling, budaya khas Cirebon. Ozat dan Rudy adalah penyiar kocak tapi serius yang ditunjuk menemani Diajeng Fira dan Kang Wimar di studio yang bagus.

Pertanyaannya bermacam-macam diberikan oleh mereka, banyak seputar nyambungnya Fira dan Wimar dan sikap hidup Wimar. Akhir acara, bersama kru Radio Cirebon kita ngobrol-ngobrol dulu. Dan yang lebih terharunya lagi, ada penggemar yang bernama Pak Dadang minta tandatangan dari buku Menuju Partai Orang Biasa, kumpulan artikel koran kompas yang diterbitkan tahun 1999. Wuiiiih…buku mahal tuh, udah jarang banget ditemuin.

Lalu acara chit-chat selanjutnya tukeran souvenir yang dimulai dengan pemberian kaos “Superben” yang paduan gambar kaosnya terdapat foto Benyamin S dan logo Superman. Bagus banget kaosnya, bisa beli dimana lagi sih? Lalu dari WW memberikan 3 buah buku A Book About Nothing dan 2 kaos Wimar Inside. Waah…jadi tuker-tukeran souvenir deh.

Balik ke hotel, semua terlihat lelah…tapi seneng. Eittsss…kita mampir nasi jamblang lagi di depan Mall Garage. Makan sebentar, baru balik ke hotel. Duuuh…senangnya. Hari ini acara sukses dan kita semua menikmati.

Update 10 Sep siang: Wimar Witoelar

Minggu, pagi, kunjungan ke DB FM yang mempunyai afiliasi dengan Delta FM di Jakarta. Pemandu Fey sangat siap dengan materi baik mengenai Fira Basuki maupun mengenai buku ‘Hell Yeah.’ Telpon dan sms datang dari berbagai pihak, malah dari pemandu talk show malam sebelumnya. Salah satu surprise yang ditunjukkan Fey adalah artikel ‘Radar Cirebon’ yang melaporkan kunjungan ke Radio Cirebon FM.

kejadian asyik di DB FM ini adalah, ketika crew DBFM sama-sama dengan team IMX membuka Perspektif Online dan melihat langsung hasil kerja kita dua hari ini.

update 10 September malam oleh Rizka Nurlita Andi

Setelah radio talk show di DB FM, acara pokok di Toko Buku Gramedia di lantai 3 Grage Mall sudah disambut penggemar jaug sebelum jam mulai 13:00.Acara dibuka oleh pasangan MC Sekar Tyas Nareswari (spv Penjualan dan Promosi dari Gramedia) dan Ufill, dengan pembahas Em Johar dari koran Radar Cirebon. Penonton membludak jauh melebihbi kapasitas kursi, dan mengikuti dengan berdiri di sela-sela rak buku jualan didampingi anggota tim IMX. Moderator memberikan kesempatan bertanya langsung, yang digunakan sepuluh orang dalam waktu yang tersedia sampai jam 15:00. Jenis pertanyaan beragam, dari mulai proses pembuatan buku ‘Hell Yeah’ sampai kepada isu pluralisme, keprsedinan Gus Dur dan sejarah reformasi.

Surprise besar pada acara ini adalah penyuguhan lagi ‘Hell Yeah’ oleh penyanyi Gramedia, Luthfi, dengan iringan organ, akustik gitar dan back-up vokal. Top meriah, kemudai bergantian dengan nyanyian aslio dari Neil Diamond dan lagu penghubur dari Luthfi menyertai penandatangan buku dan foto bersama.

Selesai dan sukses rangkaian acara di Cirebon. Terima kasih pada toko buku Gramedia, dan untuk keseluruhan acara kepada stasion radio IS FM, Suara Gratia, Radiorama, Cirebon FM, DB FM. Terima kasih kepada kawan baru Antonius Susanto yang menjadi volunteer guide seputar kota Cirebon. Anton yang baru saja menjadi Sarjana Hukum mudah dikenal di foto dengan fisiknya yang katanya menjadi inspirasi untuk WW, sama seperti Ade Rai yang masih saudaranya.

Terima kasih, Cirebon. Hell yeah!!