Kalo bukan karena Elsa dan Dodik [temennya Elsa yang menyediakan 2 ticket gratis], kita gak tau kalau masih ada kelompok teater di negeri ini yang tadi malam mempersembahkan cerita tentang negeri yang enjoy menerima penderitaan secara memukau. Judulnya adalah Bulak Belalak oleh Teater Teladan yang disutradarai oleh Tara Nan Alusi.Gue, Elsa, Susy, Maro dan Dion…kembali melakukan kegiatan yang tidak biasa dilakukan. Nonton teater di Graha Bhakti Budhaya Taman Ismail Marzuki [TIM]. Acara dimulai pukul 20.00. Sebelum masuk kita berlima makan malam dulu di warung tenda TIM.
Kisah cerita ini adalah murni tercipta atas adaptasi peristiwa yang terjadi disekitar kita. Rangkaian konflik yang diangkat kedalam cerita ini sudah barang tentu hendak disampaikan sesantai mungkin, bahkan kalau bisa tanpa beban. Penonton dibawa untuk tetap netral memposisikan diri terhadap segala persoalan tanpa harus mengedepankan emosional dan fanatisme. Hal yang paling penting disini yaitu tidak kehilangan nurani dan cinta.
…sebuah dusun yang kerap menerima takdir duka bagi warganya dengan sikap yang teramat ikhlas…Bancana alam, teror kejahatan, pembunuhan, pemerkosaan, perampokan dan lain sebagainya jamak mereka terima…Warga satu persatu binasa…Suatu hari cinta menyadarkan mereka untuk berbuat…bertahan atau menyerang…atau pergi…
Yang berakting sudah bagus. Ada yang berperan sebagai orang gila yang berperan sangat penting di dalam cerita ini, kepala dusun beserta istrinya, warga peternak yang ketakutan ketika ayam-ayam mereka akan dimusnahkan karena isu flu burung, warga yang gagap, guru dan anak kepala dusun. Penonton tidak melulu disajikan cerita menegangkan. Adegan lucu juga diactingkan oleh kelompok teater itu.
Kurang sreg kalo semua gue ceritain di sini. Soalnya lebih seru kalo nonton langsung teater ini di TIM malam ini. Ya!!! Teater Teladan ini masih berunjuk gigi sampai Jumat [17 Maret] pukul 20.00 sampai selesai.



















Leave a Reply