Teteh kathy, Elsa, Melda, Dion, Wulan, Mas Misman dan terutama gue sangat gembira sekali diajak bos besar gue Wimar Witoelar datang ke Indosiar menghadiri siaran langsung acara Republik BBM (Benar-Benar Mabok).
Tulisan ini merupakan duplikat dari http://www.perspektif.net/ yang tulisannya dibuat oleh saya juga. Terimakasih. Hehehehe…
“Manusia setengah dewa” yang dinyanyikan Iwan Fals menjadi awal dimulainya acara Republik BBM (Benar Benar Mabok). Yang hafal lagu tersebut ikut bernyanyi dengan semangat dan yang lainnya tepuk tangan. Mereka mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) memakai jaket almamater berwarna biru.
Dengan Denny Chandra sebagai pemandu, Taufik Savalas sebagai Presiden BBM dan Ucup Keliek sebagai Wakil Presiden BBM , WW mendampingi Effendi Ghazali menjadi panelis menilai tiga calon Menteri Tenaga Kerja Kita (Mentekek), untuk dipilih oleh Presiden BBM. Pengangguran riil menjadi alasan mengapa akan dipilihnya Menteri Tekek ini. Ketiga calon tersebut adalah Dicky Chandra, Sophie Navita dan Fatah.
Presiden BBM muncul bersama Wakil Presiden BBM beserta 2 orang paspampres, menyampaikan pidato ngebanyol kepada para panelis. Kebetulan atau tidak, ada mahasiswa ITB yang sama-sama rambutnya kribo seperti WW. Dan mahasiswa itu duduk persis di sebelah WW. Ada ledekan dari Wakil Presiden BBM, rambut kribo WW ibarat keriting beneran. Tapi rambut mahasiswa itu dibilang Krise alias keriting semrawut. Hahahahahaha……. Lucuuuuu banget.
Presiden BBM menyampaikan kembali pidato yang sempat terputus tadi. Bahwa, perjalanan Republik BBM masih panjang dan jauh. Maka diputuskanlah untuk mencari Menteri Tenaga Kerja. Lalu minggu depann akan mencari dan mencari Menteri Kambing Hitam. Agar kalau ada kesalahan tidak saling menuduh, akan ditunjuk seorang Menteri khusus untuk menjadi kambing hitam. Yang penting mempunyai visi dan misi yang sama.
Pertanyaan-pertanyaan dan jawaban-jawaban yang konyol mengaliri percakapan para panelis dan presiden BBM. Mulai dari tukang jualan es dawet yang dihubungkan dengan BLBI, Terminal 3 bandara kedatangan internasional yang dihubungkan Terminal Kampung Rambutan sampai tersinggung karena KBRI Korea ditukar dengan rumah tipe 21. Dengan alasan tipe 36 jalannya terlalu repot karena berat ke depan, maka Presiden memilih tipe 54 dengan alasan ada sedikit halaman. Hayo?? Ngerti atau nggak? Dari pembicaraan di atas maka Presiden BBM memberikan kesimpulan awal, yaitu akan menyelesaikan persoalan yang terjadi di Republik BBM dalam waktu 2 bulan dengan mengkoordinasi dengan menteri-menteri terkait.
Mulailah kanditat pertama, Dicky Chandra. Disini Dicky Chandra menurut saya sukses membawakan perannya sebagai calon Menteri Tenaga Kerja dengan gayanya yang kocak. Pertama yang akan dia lakukan adalah mendesak Menteri Pekerjaan Umum agar membuat proyek-proyek padat karya sebanyak-banyaknya. Mengapa? Kata Dicky nih biar semua masyarakat dapat bekerja. Kalau perlu Menteri Pekerjaan Umum diganti menjadi Menteri Pekerjaan Diulang-ulang. Lucunya, sebelum Dicky Chandra ngelamar untuk menjadi menteri tenaga kerja, dia ikut arisan. Setelah kocok arisan, keluarlah nama Dicky Chandra untuk masuk ke kabinet BBM. Jadinya dia tambah bingung deh. Lebih anehnya lagi calon ini cita-cita awalnya ingin menjadi petani. Karena semua orang hampir ingin menjadi pimpinan ini dan itu, sehingga nggak ada yang mau jadi petani. Mmmh…bener juga ya. Kalo gitu siapa yang bikin nasi? Dengan gayanya yang dibuat-buat seperti cewek, Dicky bisa membawa penonton dan panelis tertawa terbahak-bahak. Apalagi waktu Dicky mengejek Effendi Ghazali dengan logat cadelnya. Hehehehe…Effendi Ghazali ternyata nggak bisa ngomong “r”.
Selanjutnya, kandidat kedua. Sofie Navita. Pencalonan Sofie sepertinya diutamakan karena gender. Sofie ingin membuat suasana semakin meriah dengan memposisikan dirinya sebagai menteri tenaga kerja yang ramai dan jenaka. Sebagai contoh dia banyak menggunakan persamaan persamaan yang berbau femintas misalnya dia merasa dia lebih menonjol dari dua kandidat lainnya karena dia secara fisik lebih mancung. Hal ini tentu memancing para penonton untuk tertawa. Dibandingkan dua kandidat lainnya isi kampanye Sofie adalah yang paling ringan. Namun penampilannya yang cantik setidaknya menambah sedikit nuansa di antara audience yang didominasi oleh kaum adam ini.
Terakhir adalah kandidat yang dari namanya tidaklah terlalu dikenal oleh masyarakat luas, namun ternyata bisa memberikan suguhan yang cukup menarik bernama Fatah. Awalnya sih kurang meyakinkan. Ternyata dia kocak abis dalam hal ngelawak.
Putusan pemilihan Menteri dimulai. Semua calon menawan dan panel memberikan nilai sama pada ketiganya. Suara panel terbagi rata jadi diputuskan tiga calon menjadi Menteri bergantian tiap hari dalam tiga shift. Tapi kemudian pemungutan suara dari sms dan dari audiens studio memilih Dicky Chandra sebagai pemenangn.
Acara hampir berakhir, diawali oleh Manusia Setengah Dewa, maka diakhiri juga oleh lagu Sarjana Muda oleh Iwan Fals sang Raja Balada Indonesia.
Ketika acara benar-benar berakhir, waktu menunjukkan hampir tengah malam dan kami serombongan pun memutuskan untuk makan di satu tempat makan kawasan Radio Dalam.



















Leave a Reply