We are the champion March 18, 2006

………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………….
Teman-teman…jadi kapan nih kita naik gunung gede?
Kalimat di atas adalah sebait dari cerita blog sebelumnya yang berjudul “aint the mountain high enough”
Ceritanya begini…[kejadian tgl 12 Maret 2006]
Seminggu yang lalu gue bersama teman-teman kantor [Susy, Maro, Dion dan Haris] merencanakan naik Gunung Gede. Persiapan sudah hampir 100%. Kompor gas nyokap gue, carriel, sleeping bag, sandal dan sepatu gunung, lampu badai, senter, jacket, topi kupluk dan keperluan naik gunung lainnya [yang pasti camera dong hehehehe]. Awalnya sih gue pikir bakalan gak jadi, hanya main-main…
Kalo bukan karena Elsa dan Dodik [temennya Elsa yang menyediakan 2 ticket gratis], kita gak tau kalau masih ada kelompok teater di negeri ini yang tadi malam mempersembahkan cerita tentang negeri yang enjoy menerima penderitaan secara memukau. Judulnya adalah Bulak Belalak oleh Teater Teladan yang disutradarai oleh Tara Nan Alusi.Gue, Elsa, Susy, Maro dan Dion…kembali melakukan kegiatan yang tidak biasa dilakukan. Nonton teater di Graha Bhakti Budhaya Taman Ismail Marzuki [TIM]. Acara dimulai pukul 20.00. Sebelum masuk kita berlima makan malam dulu di warung tenda TIM.
Teteh kathy, Elsa, Melda, Dion, Wulan, Mas Misman dan terutama gue sangat gembira sekali diajak bos besar gue Wimar Witoelar datang ke Indosiar menghadiri siaran langsung acara Republik BBM (Benar-Benar Mabok).

















